Menu

Mode Gelap
Update Harga Emas dan Perak Hari Ini Selasa 24 Maret 2026 Naik, Cek Daftar Lengkapnya di Sini! Emas Sempat Anjlok, Berbalik Arah Usai Pernyataan Mendadak Donald Trump Dunia Mengakui! Indonesia Negara Paling Bermoral, AS Justru Yang Terendah Divonis 15 Tahun Penjara, Kerry Adrianto Wajib Bayar Uang Pengganti Rp2,9 Triliun dalam Kasus Korupsi Migas BlackRock Kantongi Cuan Ratusan Miliar dari Saham Emas RI, Asing Makin Agresif Borong ANTM dan BRMS Iran Izinkan Kapal Lewat Selat Hormuz Asal Bayar Pakai Yuan

Headline

Proyek ‘Siluman’ di KM 53 Muara Bungo: Rekomendasi PUPR Jambi dan Proses Pengadaan Diduga Menyimpang

badge-check


					Proyek ‘Siluman’ di KM 53 Muara Bungo: Rekomendasi PUPR Jambi dan Proses Pengadaan Diduga Menyimpang Perbesar

Muaro Bungo – 25 Mei 2025 – Proyek pembangunan penahan tebing di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) KM 53, tepatnya di depan pabrik Starrubber, Desa Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, mulai dikerjakan pada April 2025. Padahal, kerusakan jalan akibat longsor sudah terjadi sejak Februari 2024. Namun, pelaksanaan proyek ini menuai sorotan tajam dari masyarakat karena tidak transparan dan diduga sarat masalah.

Hingga kini, tidak ada papan informasi proyek yang dipasang di lokasi. Publik tidak mengetahui siapa kontraktornya, siapa konsultan pengawasnya, dari mana sumber dananya, berapa nilai anggarannya, serta instansi apa yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Minimnya informasi ini memicu kecurigaan warga bahwa proyek ini dijalankan tanpa akuntabilitas. Tak heran, warga menyebutnya sebagai “Proyek Siluman”.

“Kami bersyukur longsor di KM 53 akhirnya dikerjakan setelah satu tahun terbengkalai. Tapi kami kecewa karena proyek ini dijalankan secara tertutup. Tidak ada papan proyek, tidak ada kejelasan siapa yang mengerjakan,” ungkap Antoni, warga setempat. Pernyataan ini dibenarkan oleh Azhar, warga lainnya.

Antoni menambahkan, “Kalau dilihat dari skala pengerjaannya, anggarannya pasti besar. Tapi kami sebagai masyarakat tidak tahu-menahu. Semua ditutup-tutupi.”

Dugaan kejanggalan semakin menguat karena proyek ini sebelumnya pernah dikaitkan dengan sebuah perusahaan jasa konstruksi dari Kabupaten Tebo, yang disebut-sebut menangani proyek tersebut atas instruksi dari Dinas PUPR Provinsi Jambi. Namun, beredar informasi bahwa pelaksana yang kini bekerja di lapangan bukanlah perusahaan yang direkomendasikan, sehingga menimbulkan pertanyaan besar soal mekanisme penunjukan atau pelelangan proyek.

Dengan munculnya dugaan bahwa proyek ini dijalankan oleh vendor yang tidak sesuai rekomendasi dan tanpa proses pelelangan yang transparan, masyarakat menuntut agar instansi terkait, khususnya PUPR Provinsi Jambi, memberikan klarifikasi terbuka. Proyek yang menggunakan uang negara tidak boleh dijalankan di luar prosedur dan tanpa pengawasan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Update Harga Emas dan Perak Hari Ini Selasa 24 Maret 2026 Naik, Cek Daftar Lengkapnya di Sini!

24 Maret 2026 - 05:37 WIB

Emas Sempat Anjlok, Berbalik Arah Usai Pernyataan Mendadak Donald Trump

24 Maret 2026 - 05:31 WIB

Dunia Mengakui! Indonesia Negara Paling Bermoral, AS Justru Yang Terendah

22 Maret 2026 - 12:51 WIB

Divonis 15 Tahun Penjara, Kerry Adrianto Wajib Bayar Uang Pengganti Rp2,9 Triliun dalam Kasus Korupsi Migas

22 Maret 2026 - 03:32 WIB

BlackRock Kantongi Cuan Ratusan Miliar dari Saham Emas RI, Asing Makin Agresif Borong ANTM dan BRMS

22 Maret 2026 - 03:16 WIB

Trending di Headline