Menu

Mode Gelap
Jejak Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi Jambi: Mantan Pelaku Ungkap Peran “Apek Bungo” dan Suhaimi, Armada Jefri Abidin, Turut Disorot! Bupati Merangin M. Syukur Buka Bimtek SDM Diskominfo dan Dorong Insan Pers Adaptif di Era Digital Ketua DPD GRIB Jaya Jambi: Saatnya Aparat Penegak Hukum Periksa Dugaan Manipulasi Tata Kelola Izin Tambang di Jambi Lima Personel Polda Jambi Dipecat Terkait Kematian Brigadir EWS, Proses Pidana Tetap Berjalan Satresnarkoba Polresta Jambi Sisir Pulau Pandan, Enam Orang Positif Narkoba Diamankan Komentar Warganet Jadi Cermin Kerinduan akan Sungai Batanghari Yang Pernah Jernih di Tahun 2015

Headline

Investigasi Khusus: Mengurai Jaringan Penyelundupan Emas Ilegal Jambi Menggurita Hingga ke Luar Negeri

badge-check


					Investigasi Khusus: Mengurai Jaringan Penyelundupan Emas Ilegal Jambi Menggurita Hingga ke Luar Negeri Perbesar

Jambi, 4 Oktober 2025 – elangnusantara.com – Fakta mengejutkan kembali terkuak dari jantung aktivitas tambang emas ilegal di Provinsi Jambi. Tim investigasi elangnusantara.com menemukan sebuah jaringan raksasa penyelundupan emas hasil tambang tanpa izin yang selama ini bekerja rapi dan nyaris tak tersentuh hukum.

Dalam penelusuran kami, sedikitnya ratusan kilogram emas hasil tambang ilegal keluar dari Jambi setiap minggu. Emas-emas ini tidak berhenti di pasar lokal, melainkan diloloskan ke luar negeri menuju Cina, Singapura, Malaysia, hingga sejumlah negara lain. Angka ini mencerminkan skala penyelundupan yang mengerikan: bukan sekadar bisnis gelap kelas kampung, tetapi sudah menjadi industri kriminal internasional.

Lebih ironis, temuan investigasi menunjukkan adanya kongkalikong antara pengusaha tambang ilegal dengan oknum-oknum tertentu yang diduga memiliki kewenangan mengeluarkan “legalitas” atau rekomendasi palsu. Celah inilah yang membuat emas hasil perusakan lingkungan itu bisa melenggang bebas tanpa hambatan berarti, seolah emas kotor itu lahir dari jalur resmi.

Tim kami mengantongi sejumlah nama besar yang diduga terlibat. Mereka bukan hanya para pemain bisnis tambang ilegal, melainkan juga oknum pemegang kekuasaan dalam pemerintahan. Beberapa di antaranya bahkan disebut memiliki kedekatan dengan lingkaran politik elit. Fakta ini membuat praktik penyelundupan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga terlindungi oleh jejaring kuasa.

Ketua DPW Persatuan Wartawan Demokrasi Peduli Indonesia (PWDPI) Provinsi Jambi, Irwanda, angkat suara keras menanggapi temuan ini.

“Kami akan bongkar otak di balik penyelundupan emas ini dalam waktu dekat,” ujarnya tegas.

Irwanda mengaku terperangah dengan temuan lapangan yang menunjukkan aliran dana dalam jumlah fantastis dari praktik penyelundupan emas ilegal tersebut. Dana itu, menurutnya, tidak berhenti pada kantong pribadi pelaku, tetapi justru mengalir deras ke ranah politik.

“Saya cukup terkejut, sebab uang hasil emas ilegal ini ternyata ikut mendanai partai politik, bahkan pejabat publik yang sedang mencalonkan diri. Nama-namanya sudah kami kantongi,” ungkapnya.

Irwanda menutup dengan nada keras:

“Saya berharap pemerintah segera memberi solusi bagi masyarakat. Jangan biarkan rakyat hanya jadi sapi perah manusia-manusia ini.”

Investigasi ini memperlihatkan bahwa tambang emas ilegal di Jambi bukan hanya soal kerusakan lingkungan, tetapi juga soal perputaran uang kotor yang menggurita hingga menembus dinding politik dan kekuasaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Investigasi Khusus: Puluhan Excavator Milik PT Daffa Mitra Forestry Diduga Dialihfungsikan Untuk PETI di Merangin

26 Juli 2026 - 17:40 WIB

Antisipasi Geng Motor dan Balap Liar, Wali Kota Maulana Pimpin Patroli Gabungan Skala Besar di Kota Jambi

26 Juli 2026 - 11:49 WIB

KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Hadirkan Edukasi Anti Bullying di SD IT Wahdatul Ummah Kota Metero

25 Juli 2026 - 15:43 WIB

Danau Ranau: Secuil Surga Di Balik Bukit, Destinasi Ideal Wisatawan

25 Juli 2026 - 15:41 WIB

Viral Klaim 325 Kilogram Emas di Rumah Eks Wakil Menteri, Ini Hasil Penelusuran Fakta

23 Juli 2026 - 12:41 WIB

Trending di Headline