Menu

Mode Gelap
Kontradiksi Pengibaran Bendera di Gentala Arasy, Irwanda: Jangan Terjebak Seremoni, Penderitaan Terjadi di Sepanjang Sungai Batanghari Akal Sehat ala Rocky Gerung: Ketika Nalar Dijadikan Jalan Mencari Tuhan Menko Polkam Minta Semua Pihak Tahan Diri, Aceh dan Papua Harus Tetap Kondusif Kupas Bawang Rp700 Ribu Sekilo: Bawangnya yang Mahal atau Logika Kita yang Pedas? Kemarau Makin Mengkhawatirkan, Jambi Harus Mulai Menyimpan Air Sebelum Krisis Datang Iko Uwais Dipanggil Jackie Chan Jadi Juri Film, Kiprah Aktor Indonesia Makin Mendunia

Jambi

Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 53 Orang, 135 Terluka

badge-check


					Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 53 Orang, 135 Terluka Perbesar

Jambi, 16 Agustus 2026 – elangnusantara.com — Nusa Tenggara Timur — Korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Hingga hari kedua penanganan bencana, Minggu (16/8/2026), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 53 orang meninggal dunia dan 135 orang mengalami luka-luka.

Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers pada Minggu sore. Para korban meninggal tersebar di enam kabupaten.

Rinciannya, Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 25 orang, disusul Manggarai Timur sebanyak 20 orang. Sementara itu, Manggarai Barat tercatat satu korban, Nagekeo satu korban, Sikka empat korban, dan Ende dua korban.

“Total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia,” ujar Abdul Muhari dalam pemutakhiran data BNPB.

Selain korban meninggal, BNPB mencatat sebanyak 135 warga mengalami luka-luka dan masih mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan terdekat.

Korban luka tersebar di Sikka sebanyak 12 orang, Manggarai 37 orang yang terdiri dari 17 luka berat dan 20 luka ringan, Manggarai Timur 80 orang dengan 21 luka berat dan 59 luka ringan, serta Manggarai Barat sebanyak enam orang dengan kondisi luka berat.

Pemerintah menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan memastikan penanganan terhadap warga terdampak terus dilakukan.

Dampak gempa juga terlihat pada kerusakan bangunan warga. Berdasarkan pendataan sementara BNPB, tercatat 241 rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 154 rumah rusak berat, 49 rumah rusak sedang, dan 38 rumah rusak ringan.

BNPB menegaskan angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan.

Memasuki hari kedua pascagempa, pemerintah memprioritaskan pencarian dan pertolongan korban, pelayanan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Status tanggap darurat juga mulai diberlakukan di sejumlah wilayah. Pemerintah Provinsi NTT menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari, sementara proses penanganan di kabupaten terdampak terus disesuaikan dengan kondisi lapangan.

BNPB mengingatkan bahwa data korban dan kerusakan masih dapat berkembang. Tim gabungan di lapangan terus melakukan asesmen untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat segera dipenuhi.

elangnusantara.com — Mengabarkan Fakta, Mengawal Kepentingan Publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kontradiksi Pengibaran Bendera di Gentala Arasy, Irwanda: Jangan Terjebak Seremoni, Penderitaan Terjadi di Sepanjang Sungai Batanghari

16 Agustus 2026 - 17:10 WIB

Kupas Bawang Rp700 Ribu Sekilo: Bawangnya yang Mahal atau Logika Kita yang Pedas?

16 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Kemarau Makin Mengkhawatirkan, Jambi Harus Mulai Menyimpan Air Sebelum Krisis Datang

16 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Karhutla Jambi Lintasi Jalur Pipa Migas PetroChina, Polda Tetapkan 7 Tersangka

16 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Setelah NTT dan Sumut, Giliran Sulteng Diguncang Gempa Berkekuatan M 5,9

16 Agustus 2026 - 10:58 WIB

Trending di Jambi