Menu

Mode Gelap
Divonis 15 Tahun Penjara, Kerry Adrianto Wajib Bayar Uang Pengganti Rp2,9 Triliun dalam Kasus Korupsi Migas BlackRock Kantongi Cuan Ratusan Miliar dari Saham Emas RI, Asing Makin Agresif Borong ANTM dan BRMS Iran Izinkan Kapal Lewat Selat Hormuz Asal Bayar Pakai Yuan Arah Negeri Luncurkan Program Website Gratis untuk Organisasi Mahasiswa Dan Pemuda Diduga Dana Rp8 Miliar Bantuan Perkebunan Diselewengkan, Warga Dusun Mudo Geram: Ketua KUD Mengaku, Kades Bungkam Isu Jaringan PETI Batang Asai Memanas, Nama Uda Zainal dan Dugaan Beking Ikut Disebut

Jambi

Gerakan Mahasiswa Sarolangun: Pemkab Gagal Sejahterakan Rakyat, PETI Jadi Pilihan Terakhir untuk Bertahan Hidup

badge-check


					Gerakan Mahasiswa Sarolangun: Pemkab Gagal Sejahterakan Rakyat, PETI Jadi Pilihan Terakhir untuk Bertahan Hidup Perbesar

Sarolangun, 21 Januari 2026 – elangnusantara.com – Tragedi tewasnya delapan penambang emas tanpa izin (PETI) di Desa Temenggung, Kecamatan Limun, memicu gelombang kritik pedas terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Sarolangun. Ketua Gerakan Mahasiswa Sarolangun (GEMSAR), Lahul Harisandi, secara terbuka menyalahkan Pemkab atas hilangnya nyawa para pekerja tambang tersebut.

Menurut Lahul, masyarakat terpaksa masuk ke lubang maut karena tidak adanya alternatif lapangan kerja yang layak dan kegagalan program pemberdayaan ekonomi daerah.

Lahul Harisandi menegaskan bahwa menyalahkan curah hujan atau kelalaian pekerja adalah cara mudah bagi pemerintah untuk lepas tangan.

Pemkab dinilai gagal menciptakan sektor ekonomi baru yang aman, sehingga warga Dusun Mengkadai dan sekitarnya merasa PETI adalah satu-satunya cara cepat untuk memberi makan keluarga.

Masyarakat bertaruh nyawa di lubang galian karena urusan perut. Jika Pemkab benar-benar hadir melalui program pertanian, perkebunan, atau UMKM yang nyata, rakyat tidak akan memilih pekerjaan yang risikonya nyawa,” tegas Lahul.

Lahul mempertanyakan ke mana arah kebijakan anggaran Pemkab yang seharusnya bisa mendiversifikasi ekonomi lokal agar masyarakat tidak ketergantungan pada aktivitas ilegal.

Pernyataan Keras Ketua GEMSAR

Dalam rilisnya, Lahul menekankan bahwa peristiwa ini adalah cermin kemiskinan sistematis di Kabupaten Sarolangun.

GEMSAR Jambi mendesak Bupati Sarolangun untuk segera:

1. Mengevaluasi total program pemberdayaan ekonomi di wilayah rawan PETI.

2. Menciptakan zona ekonomi kreatif atau revitalisasi sektor pertanian sebagai substitusi mata pencaharian warga.

3. Bertanggung jawab secara moral atas kemiskinan yang memaksa warga melakukan aktivitas ilegal berisiko tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Iran Izinkan Kapal Lewat Selat Hormuz Asal Bayar Pakai Yuan

21 Maret 2026 - 17:31 WIB

Arah Negeri Luncurkan Program Website Gratis untuk Organisasi Mahasiswa Dan Pemuda

20 Maret 2026 - 05:06 WIB

DPD GRIB Jaya Provinsi Jambi Dukung Penanganan Sampah, Jalin Koordinasi dengan TPS 3R Jaya Abadi

14 Maret 2026 - 05:11 WIB

PMII Jambi Desak Kejelasan Hukum Kasus DAK Disdik, Soroti Nama Gubernur dalam Persidangan

12 Maret 2026 - 22:40 WIB

Bujang Diduga Jadi Dalang Pengoperasian Gudang Penimbunan Solar Subsidi di Jalan Nes Kabupaten Muaro Jambi

7 Maret 2026 - 22:27 WIB

Trending di Jambi