Menu

Mode Gelap
Ketua DPD GRIB Jaya Jambi: Saatnya Aparat Penegak Hukum Periksa Dugaan Manipulasi Tata Kelola Izin Tambang di Jambi Lima Personel Polda Jambi Dipecat Terkait Kematian Brigadir EWS, Proses Pidana Tetap Berjalan Satresnarkoba Polresta Jambi Sisir Pulau Pandan, Enam Orang Positif Narkoba Diamankan Komentar Warganet Jadi Cermin Kerinduan akan Sungai Batanghari Yang Pernah Jernih di Tahun 2015 Zulhas Bantah Isu Kopdes di Tengah Laut: “Gimana Nyemennya?” Heboh! 135 Kopdes Merah Putih ‘Berada’ di Laut? Ketika Data Digital Lebih Cepat daripada Verifikasi

Headline

BlackRock Kantongi Cuan Ratusan Miliar dari Saham Emas RI, Asing Makin Agresif Borong ANTM dan BRMS

badge-check


					BlackRock Kantongi Cuan Ratusan Miliar dari Saham Emas RI, Asing Makin Agresif Borong ANTM dan BRMS Perbesar

Jakarta, 22 Maret 2026 – elangnusantara.com – Pergerakan investor asing di pasar saham Indonesia kian agresif, khususnya pada sektor pertambangan emas. Lonjakan harga emas global mendorong aksi akumulasi besar-besaran yang menghasilkan keuntungan fantastis bagi pelaku pasar global.

Raksasa investasi asal Amerika Serikat, BlackRock, dilaporkan berhasil meraup keuntungan hingga ratusan miliar rupiah dari transaksi saham emiten emas di Indonesia.

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjadi target utama aksi beli investor asing. Kedua emiten tersebut mencatat peningkatan minat yang signifikan seiring tren kenaikan harga emas dunia.

Sepanjang awal tahun hingga pertengahan Maret 2026, arus dana asing terus mengalir deras ke saham-saham berbasis komoditas, khususnya emas. Kondisi ini tidak terlepas dari meningkatnya ketidakpastian global yang membuat emas kembali dilirik sebagai aset lindung nilai (safe haven).

Meski harga saham ANTM telah mengalami kenaikan cukup tinggi, aksi beli investor asing belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Hal ini mencerminkan optimisme terhadap prospek jangka menengah hingga panjang sektor tambang emas nasional.

Di sisi lain, pergerakan ini juga menandai perubahan strategi investor global yang mulai meningkatkan eksposur pada komoditas, terutama emas, sebagai antisipasi terhadap volatilitas pasar keuangan dan tekanan ekonomi global.

Sejumlah analis menilai, selama tren harga emas dunia masih berada dalam fase bullish, saham emiten seperti ANTM dan BRMS berpotensi melanjutkan penguatan. Namun demikian, risiko koreksi tetap perlu diwaspadai, terutama jika terjadi tekanan pada harga emas global.

Dengan derasnya aliran dana asing dan tingginya minat terhadap sektor tambang, saham emas Indonesia diperkirakan masih akan menjadi salah satu primadona di pasar modal dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Investigasi Khusus: Puluhan Excavator Milik PT Daffa Mitra Forestry Diduga Dialihfungsikan Untuk PETI di Merangin

26 Juli 2026 - 17:40 WIB

Antisipasi Geng Motor dan Balap Liar, Wali Kota Maulana Pimpin Patroli Gabungan Skala Besar di Kota Jambi

26 Juli 2026 - 11:49 WIB

KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Hadirkan Edukasi Anti Bullying di SD IT Wahdatul Ummah Kota Metero

25 Juli 2026 - 15:43 WIB

Danau Ranau: Secuil Surga Di Balik Bukit, Destinasi Ideal Wisatawan

25 Juli 2026 - 15:41 WIB

Viral Klaim 325 Kilogram Emas di Rumah Eks Wakil Menteri, Ini Hasil Penelusuran Fakta

23 Juli 2026 - 12:41 WIB

Trending di Headline