Menu

Mode Gelap
Kebijakan Sampah Walikota Kota Jambi Disorot, PWDPI Dorong Evaluasi dari Perspektif Hukum dan Etika Politik Dihajar Jawa Tengah 3-1 di Laga Kedua, Banteng Jambi United Terpuruk ke Dasar Klasemen Karhutla Muaro Jambi Mengganas, PBP Dorong Pencegahan Berbasis Masyarakat Mega Wati Soekarno Putri Geram Lihat Laki-Laki Memble “Pengen Saya Tamparin Semua” KPK Jambi Gelar Aksi di Polda Jambi, Soroti Dugaan Mafia BBM, Kelangkaan Bahan Bakar dan Akan Gelar Aksi Lanjutan! Karhutla Muaro Jambi: SEKBER PSDH Dorong Evaluasi Perhutanan Sosial dan Tata Kelola Hidrologi Gambut Berbasis KHG

Jambi

Zulhas Bantah Isu Kopdes di Tengah Laut: “Gimana Nyemennya?”

badge-check


					Zulhas Bantah Isu Kopdes di Tengah Laut: “Gimana Nyemennya?” Perbesar

Jambi, 6 Agustus 2026 – elangnusantara.com – Polemik mengenai lokasi sejumlah Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) yang sempat muncul berada di atas laut dalam sistem pemetaan digital mendapat tanggapan langsung dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas).

Saat menghadiri Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Makassar, Selasa (4/8/2026), Zulhas menegaskan bahwa isu tersebut tidak masuk akal. Menurutnya, mustahil pemerintah membangun koperasi di tengah laut.

“Gimana nyemennya?” ujar Zulhas, menanggapi beredarnya narasi yang menyebut Kopdes dibangun di atas laut.

Pernyataan tersebut muncul setelah publik ramai memperbincangkan tampilan sejumlah titik Koperasi Desa Merah Putih pada aplikasi pemetaan yang menunjukkan lokasi berada di kawasan laut maupun lokasi lain yang dinilai tidak lazim.

Zulhas mengatakan, informasi tersebut tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan. Ia menduga munculnya narasi tersebut berkaitan dengan pihak-pihak yang merasa terganggu dengan pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih, meski tidak menyebut pihak tertentu.

Menurutnya, pembangunan Kopdes merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi desa, bukan membangun jaringan supermarket milik negara seperti yang juga sempat beredar di media sosial.

Ia menjelaskan, koperasi tersebut akan berfungsi sebagai pusat layanan ekonomi desa yang mampu menyerap hasil panen petani dan hasil tangkapan nelayan sehingga masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya kepada tengkulak.

Selain menjadi offtaker hasil produksi, Kopdes juga dirancang terintegrasi dengan layanan keuangan, kantor pos, penyimpanan hasil pertanian dan perikanan melalui gudang maupun cold storage, hingga mendukung penyaluran berbagai program pemerintah kepada masyarakat desa.

Sementara itu, polemik yang berkembang sebelumnya diketahui dipicu oleh munculnya titik koordinat sejumlah Kopdes pada sistem digital yang tampak berada di kawasan laut. Pemerintah telah menjelaskan bahwa persoalan tersebut berkaitan dengan data pemetaan atau koordinat yang tidak mencerminkan lokasi fisik bangunan koperasi yang sebenarnya.

Pengamat menilai peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya validasi data spasial dalam setiap program pemerintah. Di era digital, kesalahan koordinat sekecil apa pun dapat memicu salah persepsi di tengah masyarakat dan menimbulkan keraguan terhadap akurasi informasi yang disajikan kepada publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kebijakan Sampah Walikota Kota Jambi Disorot, PWDPI Dorong Evaluasi dari Perspektif Hukum dan Etika Politik

14 Agustus 2026 - 11:12 WIB

Dihajar Jawa Tengah 3-1 di Laga Kedua, Banteng Jambi United Terpuruk ke Dasar Klasemen

14 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Karhutla Muaro Jambi Mengganas, PBP Dorong Pencegahan Berbasis Masyarakat

14 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Mega Wati Soekarno Putri Geram Lihat Laki-Laki Memble “Pengen Saya Tamparin Semua”

14 Agustus 2026 - 04:17 WIB

KPK Jambi Gelar Aksi di Polda Jambi, Soroti Dugaan Mafia BBM, Kelangkaan Bahan Bakar dan Akan Gelar Aksi Lanjutan!

13 Agustus 2026 - 08:51 WIB

Trending di Jambi