Jambi, 6 Agustus 2026 – elangnusantara.com – Polemik mengenai lokasi sejumlah Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) yang sempat muncul berada di atas laut dalam sistem pemetaan digital mendapat tanggapan langsung dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas).
Saat menghadiri Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Makassar, Selasa (4/8/2026), Zulhas menegaskan bahwa isu tersebut tidak masuk akal. Menurutnya, mustahil pemerintah membangun koperasi di tengah laut.
“Gimana nyemennya?” ujar Zulhas, menanggapi beredarnya narasi yang menyebut Kopdes dibangun di atas laut.
Pernyataan tersebut muncul setelah publik ramai memperbincangkan tampilan sejumlah titik Koperasi Desa Merah Putih pada aplikasi pemetaan yang menunjukkan lokasi berada di kawasan laut maupun lokasi lain yang dinilai tidak lazim.
Zulhas mengatakan, informasi tersebut tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan. Ia menduga munculnya narasi tersebut berkaitan dengan pihak-pihak yang merasa terganggu dengan pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih, meski tidak menyebut pihak tertentu.
Menurutnya, pembangunan Kopdes merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi desa, bukan membangun jaringan supermarket milik negara seperti yang juga sempat beredar di media sosial.
Ia menjelaskan, koperasi tersebut akan berfungsi sebagai pusat layanan ekonomi desa yang mampu menyerap hasil panen petani dan hasil tangkapan nelayan sehingga masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya kepada tengkulak.
Selain menjadi offtaker hasil produksi, Kopdes juga dirancang terintegrasi dengan layanan keuangan, kantor pos, penyimpanan hasil pertanian dan perikanan melalui gudang maupun cold storage, hingga mendukung penyaluran berbagai program pemerintah kepada masyarakat desa.
Sementara itu, polemik yang berkembang sebelumnya diketahui dipicu oleh munculnya titik koordinat sejumlah Kopdes pada sistem digital yang tampak berada di kawasan laut. Pemerintah telah menjelaskan bahwa persoalan tersebut berkaitan dengan data pemetaan atau koordinat yang tidak mencerminkan lokasi fisik bangunan koperasi yang sebenarnya.
Pengamat menilai peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya validasi data spasial dalam setiap program pemerintah. Di era digital, kesalahan koordinat sekecil apa pun dapat memicu salah persepsi di tengah masyarakat dan menimbulkan keraguan terhadap akurasi informasi yang disajikan kepada publik.











