Menu

Mode Gelap
Ketua DPD GRIB Jaya Jambi: Saatnya Aparat Penegak Hukum Periksa Dugaan Manipulasi Tata Kelola Izin Tambang di Jambi Lima Personel Polda Jambi Dipecat Terkait Kematian Brigadir EWS, Proses Pidana Tetap Berjalan Satresnarkoba Polresta Jambi Sisir Pulau Pandan, Enam Orang Positif Narkoba Diamankan Komentar Warganet Jadi Cermin Kerinduan akan Sungai Batanghari Yang Pernah Jernih di Tahun 2015 Zulhas Bantah Isu Kopdes di Tengah Laut: “Gimana Nyemennya?” Heboh! 135 Kopdes Merah Putih ‘Berada’ di Laut? Ketika Data Digital Lebih Cepat daripada Verifikasi

Jambi

Iran Izinkan Kapal Lewat Selat Hormuz Asal Bayar Pakai Yuan

badge-check


					Iran Izinkan Kapal Lewat Selat Hormuz Asal Bayar Pakai Yuan Perbesar

Teheran, 22 Maret 2026 – elangnusantara.com – Pemerintah Iran dikabarkan tengah menyiapkan kebijakan baru yang berpotensi mengguncang peta perdagangan energi global. Dalam skema tersebut, kapal-kapal tanker disebut tetap diizinkan melintasi Selat Hormuz, namun dengan syarat transaksi minyak menggunakan mata uang yuan.

Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya setelah konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Sejumlah sumber internasional menyebut langkah tersebut sebagai strategi Teheran untuk tetap menjaga arus perdagangan, sekaligus menghindari tekanan sanksi ekonomi Barat.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran vital dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Diperkirakan sekitar 20 persen pasokan minyak global melintasi jalur ini setiap harinya, menjadikannya salah satu titik paling strategis dalam perdagangan energi internasional.

Dalam skema yang tengah dikaji, Iran disebut hanya akan memberikan akses terbatas kepada kapal tertentu. Syarat utamanya adalah penggunaan yuan dalam transaksi minyak, yang secara tidak langsung memperkuat posisi Chinasebagai mitra dagang utama Iran.

Pengamat menilai langkah ini tidak hanya bersifat ekonomis, tetapi juga politis. Selain untuk menghindari dominasi dolar AS, kebijakan ini dinilai sebagai upaya mendorong perubahan sistem pembayaran global dalam perdagangan energi.

Di sisi lain, situasi keamanan di Selat Hormuz juga dilaporkan masih belum stabil. Iran sebelumnya sempat membatasi akses sejumlah kapal asing sebagai respons terhadap dinamika konflik regional. Bahkan, muncul wacana penerapan biaya transit bagi kapal yang melintas sebagai bagian dari kontrol atas jalur strategis tersebut.

Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, dampaknya diperkirakan akan meluas, mulai dari kenaikan harga minyak dunia hingga potensi perubahan sistem transaksi energi internasional. Negara-negara pengimpor minyak, khususnya di kawasan Asia, kini terus mencermati perkembangan tersebut.

Langkah Iran ini dinilai bisa menjadi titik balik dalam dinamika geopolitik dan ekonomi global, terutama dalam hal dominasi mata uang dalam perdagangan energi dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua DPD GRIB Jaya Jambi: Saatnya Aparat Penegak Hukum Periksa Dugaan Manipulasi Tata Kelola Izin Tambang di Jambi

8 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Lima Personel Polda Jambi Dipecat Terkait Kematian Brigadir EWS, Proses Pidana Tetap Berjalan

8 Agustus 2026 - 04:41 WIB

Satresnarkoba Polresta Jambi Sisir Pulau Pandan, Enam Orang Positif Narkoba Diamankan

6 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Komentar Warganet Jadi Cermin Kerinduan akan Sungai Batanghari Yang Pernah Jernih di Tahun 2015

6 Agustus 2026 - 06:24 WIB

Zulhas Bantah Isu Kopdes di Tengah Laut: “Gimana Nyemennya?”

6 Agustus 2026 - 05:37 WIB

Trending di Jambi