Menu

Mode Gelap
Perkumpulan Hijau Soroti Krisis Tata Kelola Lahan: 6806 Hotspot dan 2.335,98 Hektare Karhutla di Jambi Karhutla Riau Dipuji Menhut Raja Juli: Pangdam dan Kapolda Disebut Layak Naik Pangkat Usai Jual Internet Starlink Rp10 Ribu, Yogi Gilang Arya Setia Kini Dibina Jadi Reseller Resmi MK Cabut Pasal Penghinaan Pemerintah: Akhirnya Kekuasaan Harus Belajar Tahan Kuping TNI Diserang di Sarolangun, Konflik Sawit Kembali Memanas: Berawal dari Dugaan Pencurian, Berujung Kericuhan 1.776 Hektare Terbakar, Satu Kepala Daerah Diancam SP 1: Karhutla Jambi Jangan Berhenti di Surat Peringatan

Jambi

Usai Jual Internet Starlink Rp10 Ribu, Yogi Gilang Arya Setia Kini Dibina Jadi Reseller Resmi

badge-check


					Usai Jual Internet Starlink Rp10 Ribu, Yogi Gilang Arya Setia Kini Dibina Jadi Reseller Resmi Perbesar

Jambi, 1 September 2026 – elangnusantara.com — Kisah Yogi Gilang Arya Setia, warga Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, menjadi sorotan. Pria yang menjual voucher internet berbasis Starlink mulai Rp10.000 itu sebelumnya harus berhadapan dengan hukum karena didakwa menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi tanpa izin.

Ironisnya, kini pemerintah justru membuka ruang pembinaan agar Yogi dapat menjadi reseller Starlink secara resmi.

Yogi awalnya memasang Starlink untuk kebutuhan pribadi. Namun karena akses internet di wilayahnya terbatas, warga sekitar ikut memanfaatkan koneksi tersebut. Ia kemudian menjual voucher internet, di antaranya paket 2 GB seharga Rp10.000 dan 6 GB Rp23.000.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan pemerintah menghormati proses hukum, tetapi juga melihat kebutuhan masyarakat Mentawai terhadap akses internet. Karena itu, aktivitas Yogi diarahkan agar dapat berjalan secara legal.

Kasus ini menyisakan pertanyaan sederhana: ketika negara belum sepenuhnya menghadirkan internet di daerah terpencil, mengapa warga yang berinisiatif membuka akses justru lebih dulu berhadapan dengan hukum?

Pembinaan tentu lebih konstruktif jika tetap berada dalam koridor hukum. Sebab bagi masyarakat di wilayah terpencil, internet bukan lagi kemewahan, melainkan kebutuhan.

Jangan sampai negara baru datang setelah rakyat berhasil membuka jalan sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perkumpulan Hijau Soroti Krisis Tata Kelola Lahan: 6806 Hotspot dan 2.335,98 Hektare Karhutla di Jambi

1 September 2026 - 03:49 WIB

TNI Diserang di Sarolangun, Konflik Sawit Kembali Memanas: Berawal dari Dugaan Pencurian, Berujung Kericuhan

31 Agustus 2026 - 16:22 WIB

1.776 Hektare Terbakar, Satu Kepala Daerah Diancam SP 1: Karhutla Jambi Jangan Berhenti di Surat Peringatan

31 Agustus 2026 - 15:45 WIB

11 Jam Menembus Medan, Bupati Hurmin Akhirnya Tiba di Dusun Manggis, Warga: Ini Roda Empat Pertama Yang Sampai ke Dusun Kami

31 Agustus 2026 - 14:16 WIB

400 Siswa di Batanghari Terancam Kehilangan Sekolah, Surat untuk Prabowo: Jangan Biarkan Sengketa Lahan Merampas Masa Depan Anak

30 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Trending di Jambi