Menu

Mode Gelap
Perkumpulan Hijau Soroti Krisis Tata Kelola Lahan: 6806 Hotspot dan 2.335,98 Hektare Karhutla di Jambi Karhutla Riau Dipuji Menhut Raja Juli: Pangdam dan Kapolda Disebut Layak Naik Pangkat Usai Jual Internet Starlink Rp10 Ribu, Yogi Gilang Arya Setia Kini Dibina Jadi Reseller Resmi MK Cabut Pasal Penghinaan Pemerintah: Akhirnya Kekuasaan Harus Belajar Tahan Kuping TNI Diserang di Sarolangun, Konflik Sawit Kembali Memanas: Berawal dari Dugaan Pencurian, Berujung Kericuhan 1.776 Hektare Terbakar, Satu Kepala Daerah Diancam SP 1: Karhutla Jambi Jangan Berhenti di Surat Peringatan

Jambi

11 Jam Menembus Medan, Bupati Hurmin Akhirnya Tiba di Dusun Manggis, Warga: Ini Roda Empat Pertama Yang Sampai ke Dusun Kami

badge-check


					11 Jam Menembus Medan, Bupati Hurmin Akhirnya Tiba di Dusun Manggis, Warga: Ini Roda Empat Pertama Yang Sampai ke Dusun Kami Perbesar

Sarolangun, 31 Agustus 2026 – elangnusantara.com — Setelah menempuh perjalanan panjang dan medan yang tidak mudah, Bupati Sarolangun H. Hurmin, SE akhirnya tiba di Dusun Manggis, Desa Napal Melintang, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Sabtu sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Kedatangan Bupati Sarolangun bersama rombongan disambut hangat oleh Kepala Desa Napal Melintang M. Lutri, Kepala Dusun Manggis, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat.

Perjalanan tersebut bukanlah perjalanan biasa. Rombongan Bupati berangkat dari Sarolangun pada Jumat sekitar pukul 07.00 WIB. Dari Desa Maribung, perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Dusun Manggis dan membutuhkan waktu sekitar 11 jam untuk sampai ke lokasi.

Panjang dan beratnya perjalanan itu seolah menjadi gambaran nyata tentang kondisi akses menuju Dusun Manggis yang selama ini menjadi salah satu persoalan utama masyarakat.

Namun, bagi warga, kedatangan Bupati Hurmin membawa cerita tersendiri.

Masyarakat mengaku bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran langsung Bupati Sarolangun. Bahkan, kunjungan tersebut dianggap sebagai sebuah catatan sejarah karena H. Hurmin menjadi pemimpin pertama yang datang sekaligus membawa kendaraan roda empat hingga ke Dusun Manggis.

Bagi masyarakat yang selama ini hidup dengan keterbatasan akses, masuknya kendaraan roda empat ke wilayah mereka bukan sekadar soal kendaraan. Itu adalah simbol bahwa jalan menuju Dusun Manggis perlahan mulai terbuka.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas kehadiran Pak Bupati. Beliau adalah pemimpin pertama yang datang dan membawa kendaraan roda empat sampai ke Dusun Manggis. Ini menjadi kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ungkap masyarakat.

Meski demikian, masyarakat berharap momentum tersebut tidak berhenti sebagai sebuah kunjungan bersejarah.

Harapan warga justru semakin besar. Mereka ingin akses jalan menuju Dusun Manggis benar-benar diperbaiki dan dibangun secara berkelanjutan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melintas dengan aman dan lancar.

Bagi warga, persoalan jalan bukan hanya tentang kenyamanan perjalanan. Jalan berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari: pendidikan anak-anak, akses kesehatan, mobilitas masyarakat, distribusi kebutuhan pokok hingga pengangkutan hasil perkebunan dan aktivitas ekonomi warga.

Masyarakat berharap pemerintah dapat menjadikan kondisi yang dilihat langsung oleh Bupati sebagai dasar untuk mengambil langkah konkret.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Sarolangun juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat, berupa sembako, bantuan untuk masjid, bantuan bagi pegawai sarak, serta santunan kepada anak yatim dan piatu.

Bupati Sarolangun turut didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sarolangun, Arif Hamdani, bersama rombongan pemerintah daerah.

Kehadiran Kepala Dinas PUPR dalam rombongan juga dinilai penting karena persoalan utama yang dihadapi masyarakat adalah infrastruktur jalan. Dengan melihat langsung medan dan kondisi akses menuju Dusun Manggis, pemerintah diharapkan dapat memiliki gambaran yang lebih konkret mengenai kebutuhan pembangunan di wilayah tersebut.

Efendi Samudra: Jangan Biarkan 11 Jam Perjalanan Menjadi Takdir Masyarakat

Anggota DPW PWDPI Provinsi Jambi, Efendi Samudra, mengapresiasi langkah Bupati Sarolangun yang bersedia datang langsung ke Dusun Manggis.

Menurut Efendi, perjalanan selama kurang lebih 11 jam justru memperlihatkan kepada pemerintah betapa beratnya akses yang selama ini harus dihadapi masyarakat.

“Yang dilakukan Pak Bupati patut kita apresiasi. Beliau tidak hanya menerima laporan dari meja kantor, tetapi datang sendiri, melihat dan merasakan bagaimana kondisi perjalanan menuju Dusun Manggis. Kalau seorang kepala daerah saja harus menempuh perjalanan sampai 11 jam, kita bisa membayangkan bagaimana masyarakat menjalani kehidupan mereka sehari-hari,” ujar Efendi.

Ia menegaskan, persoalan akses jalan tidak boleh dipandang sebagai persoalan teknis semata.

“Jalan adalah urat nadi masyarakat. Ketika jalan sulit, maka pendidikan menjadi sulit, pelayanan kesehatan menjadi sulit, perekonomian ikut terhambat dan hasil masyarakat juga sulit keluar. Karena itu, jangan sampai 11 jam perjalanan menuju Dusun Manggis dianggap sebagai sesuatu yang biasa,” tegasnya.

Efendi juga memberikan apresiasi atas keberhasilan Bupati membawa kendaraan roda empat sampai ke Dusun Manggis.

“Ini sebuah langkah dan sejarah baru bagi masyarakat. Tetapi kita berharap kendaraan roda empat yang hari ini menjadi kendaraan pertama yang berhasil sampai ke Dusun Manggis bukan menjadi kendaraan pertama sekaligus terakhir,” katanya.

Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi titik awal bagi pemerintah untuk membuka akses yang lebih baik.

“Kalau hari ini Pak Bupati sudah membuktikan bahwa roda empat bisa sampai ke Dusun Manggis, maka tugas berikutnya adalah memastikan jalan tersebut benar-benar layak dan bisa digunakan masyarakat secara berkelanjutan. Jangan hanya bisa masuk ketika Bupati datang, tetapi masyarakat juga harus bisa menikmati akses itu setiap hari,” ujar Efendi.

Ia menambahkan, masyarakat tentu bersyukur atas bantuan sembako, bantuan masjid, bantuan untuk pegawai sarak serta santunan anak yatim dan piatu. Namun, kebutuhan terbesar masyarakat adalah pembangunan yang memberikan manfaat jangka panjang.

“Bantuan hari ini meringankan beban masyarakat. Tetapi jalan yang baik akan membuka pintu kesejahteraan. Karena itu, kami berharap Pemkab Sarolangun benar-benar menjadikan Dusun Manggis sebagai bagian penting dari agenda pembangunan,” katanya.

Efendi berharap pemerintah tidak lagi melihat wilayah terpencil sebagai daerah yang terlalu jauh untuk disentuh pembangunan.

“Dusun Manggis tetap bagian dari Kabupaten Sarolangun. Masyarakat di sini memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pembangunan. Jangan ada istilah terlalu jauh bagi pemerintah ketika masyarakat sendiri setiap hari harus menempuh perjalanan panjang untuk bertahan hidup,” pungkasnya.

Kunjungan Bupati Sarolangun ke Dusun Manggis akhirnya bukan sekadar tentang seorang kepala daerah yang datang ke pelosok.

Ia menjadi cerita tentang sebuah jalan yang selama bertahun-tahun menjadi batas antara harapan dan kenyataan.

Hari ini, roda empat telah berhasil sampai.

Kini masyarakat menunggu satu hal yang jauh lebih penting: kapan jalan yang mereka impikan benar-benar menjadi jalan yang layak.

Karena bagi warga Dusun Manggis, pembangunan bukan tentang seberapa jauh mereka dari pusat pemerintahan, tetapi tentang seberapa jauh pemerintah bersedia datang dan memastikan mereka tidak lagi merasa tertinggal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perkumpulan Hijau Soroti Krisis Tata Kelola Lahan: 6806 Hotspot dan 2.335,98 Hektare Karhutla di Jambi

1 September 2026 - 03:49 WIB

Usai Jual Internet Starlink Rp10 Ribu, Yogi Gilang Arya Setia Kini Dibina Jadi Reseller Resmi

1 September 2026 - 03:10 WIB

TNI Diserang di Sarolangun, Konflik Sawit Kembali Memanas: Berawal dari Dugaan Pencurian, Berujung Kericuhan

31 Agustus 2026 - 16:22 WIB

1.776 Hektare Terbakar, Satu Kepala Daerah Diancam SP 1: Karhutla Jambi Jangan Berhenti di Surat Peringatan

31 Agustus 2026 - 15:45 WIB

400 Siswa di Batanghari Terancam Kehilangan Sekolah, Surat untuk Prabowo: Jangan Biarkan Sengketa Lahan Merampas Masa Depan Anak

30 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Trending di Jambi