Menu

Mode Gelap
Jejak Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi Jambi Sebut Mantan Pelaku Ungkap Peran “Apek Bungo” dan Suhaimi Bupati Merangin M. Syukur Buka Bimtek SDM Diskominfo dan Dorong Insan Pers Adaptif di Era Digital Ketua DPD GRIB Jaya Jambi: Saatnya Aparat Penegak Hukum Periksa Dugaan Manipulasi Tata Kelola Izin Tambang di Jambi Lima Personel Polda Jambi Dipecat Terkait Kematian Brigadir EWS, Proses Pidana Tetap Berjalan Satresnarkoba Polresta Jambi Sisir Pulau Pandan, Enam Orang Positif Narkoba Diamankan Komentar Warganet Jadi Cermin Kerinduan akan Sungai Batanghari Yang Pernah Jernih di Tahun 2015

Headline

Pembangunan PLTA Kerinci Merangin Hidro: Kala Bendera Berkibar di Crane, Jeritan Rakyat Masih Tertinggal di Lereng

badge-check


					Pembangunan PLTA Kerinci Merangin Hidro: Kala Bendera Berkibar di Crane, Jeritan Rakyat Masih Tertinggal di Lereng Perbesar

Kerinci – elangnusantara.com – Tepat setahun yang lalu, suasana gegap gempita perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia masih tergambar jelas di lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik PT Kerinci Merangin Hidro (KMH), Jambi. Di tengah hutan dan pegunungan, pendiri Kalla Group, Jusuf Kalla, bersama ratusan karyawan, menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih dengan cara yang unik—menggunakan crane—sebuah simbol modernisasi dan semangat pembangunan nasional. Lagu Indonesia Raya berkumandang dengan khidmat, mengiringi semangat mereka yang telah bertahun-tahun mengabdikan diri di pelosok negeri demi energi masa depan.

JK, yang juga merupakan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, kala itu menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pekerja yang telah lima tahun berada di kawasan terpencil untuk menyukseskan proyek tersebut. Dengan tegas ia menyebut bahwa proyek ini dibiayai oleh dana perusahaan Bukaka dan ditargetkan beroperasi pada tahun 2025, menjadi pusat energi yang akan menerangi daratan Sumatera.

Namun kini, kita akan memasuki perayaan HUT RI ke-80 tahun 2025, atmosfer di lokasi yang sama berubah drastis. Bukan lagi perayaan dan semangat nasionalisme yang terdengar, melainkan jeritan masyarakat yang kehilangan pekerjaan, kehilangan lahan, serta mata pencaharian mereka. Dampak proyek yang dulunya diagung-agungkan sebagai lambang kemajuan, kini menciptakan luka sosial, kerusakan lingkungan, dan keterputusan komunikasi antara perusahaan dan warga sekitar.

Direktur Eksekutif Perkumpulan Elang Nusantara Risma Pasaribu SH mencatat bahwa pembangunan yang baik seharusnya tidak menimbulkan ketimpangan sosial atau konflik horizontal di tengah masyarakat. Pembangunan yang menimbulkan dampak destruktif terhadap lingkungan hidup dan komunitas lokal, patut dievaluasi secara menyeluruh, bahkan direkonstruksi ulang. Bukan hanya demi keberlanjutan proyek, tetapi demi keberlangsungan hidup masyarakat yang terdampak langsung.

Ditambah dengan pernyataan Irwanda Nauufal Idris, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (DPW PWDPI) Provinsi Jambi, menegaskan bahwa masyarakat bukanlah anti pembangunan. “Kami tidak anti pembangunan,” ujarnya, “Kami hanya meminta agar hukum ditegakkan dengan adil. Jangan biarkan hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Jangan sepelekan konflik horizontal yang kini terjadi di Muara Hemat, Kerinci. Ini adalah cikal bakal konflik yang lebih besar jika terus diabaikan.”

Dua tahun kemerdekaan, dua wajah realitas. Tahun lalu kita berbicara tentang cita-cita dan pengabdian di atas gunung, tahun ini kita harus bicara tentang suara-suara yang ditinggalkan di lembah penderitaan. Sudah saatnya pembangunan tidak hanya dipandang dari sisi megahnya infrastruktur, tapi juga dari utuhnya keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan martabat kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Investigasi Khusus: Puluhan Excavator Milik PT Daffa Mitra Forestry Diduga Dialihfungsikan Untuk PETI di Merangin

26 Juli 2026 - 17:40 WIB

Antisipasi Geng Motor dan Balap Liar, Wali Kota Maulana Pimpin Patroli Gabungan Skala Besar di Kota Jambi

26 Juli 2026 - 11:49 WIB

KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Hadirkan Edukasi Anti Bullying di SD IT Wahdatul Ummah Kota Metero

25 Juli 2026 - 15:43 WIB

Danau Ranau: Secuil Surga Di Balik Bukit, Destinasi Ideal Wisatawan

25 Juli 2026 - 15:41 WIB

Viral Klaim 325 Kilogram Emas di Rumah Eks Wakil Menteri, Ini Hasil Penelusuran Fakta

23 Juli 2026 - 12:41 WIB

Trending di Headline