Menu

Mode Gelap
Mobil Tangki PT Diandra Kharisma Abadi: Armada Perbantuan Pertamina Jambi Terpantau Masuk Gudang Penimbunan BBM Tambang Emas Tanpa Izin di Tebo Kian Mengkhawatirkan, Sekitar 300 Rakit Beroperasi di Sungai Batanghari Rusak Nama Baik Daerah Kelahiran, Ketum PWDPI Minta Kapolda Lampung Segera Jebloskan Sekda Lamteng ke Penjara! Bombastis! Pengadaan Kipas Angin Koperasi Merah Putih Rp1,8 Triliun, Kewarasan Pemerintah Dipertanyakan Ditpolairud Polda Jambi Sita 6,8 Ton BBM Tanpa Dokumen di Sungai Batanghari, Dua Orang Jadi Tersangka Amplop Untuk Menteri Kehutanan Raja Juli Diduga Bersumber Dari Hasil Memeras 914 Petani

Headline

Tongkang Hantam Keramba Lagi, Warga Pematang Jering Ngamuk: Ini Bukan Kejadian Pertama!

badge-check


					Tongkang Hantam Keramba Lagi, Warga Pematang Jering Ngamuk: Ini Bukan Kejadian Pertama! Perbesar

Pematang Jering — Seolah Sungai Batanghari kini berubah fungsi jadi arena adu balap tongkang, puluhan warga Desa Pematang Jering akhirnya turun tangan. Bukan untuk menonton, tapi karena keramba ikan mereka lagi-lagi jadi korban tabrakan kapal batu bara. Bukan satu dua kali, tapi sudah empat kali. Empat kali!

Sabtu pagi, 31 Mei 2025, sekitar pukul 10.00 WIB, amarah warga pecah. Mereka mendatangi tongkang batu bara yang nyaris jadi simbol abai dan arogan. Aksi ini pun viral di media sosial. Dalam salah satu video, terdengar suara warga yang frustrasi, sambil menunjuk tongkang kosong tanpa awak yang tersandar manis di tengah sungai.

“Tengok ha, kep nyo dak do, kapalnyo dak do! Ni bahayo ni kalau hanyut,” kata seorang warga dalam video, setengah marah, setengah bingung, seperti bertanya: Siapa yang sebenarnya menyetir provinsi ini?

Warga makin kesal karena keramba yang hancur bukan sekadar bambu dan jaring. Itu harapan panen. Itu tabungan. Itu hidup. Dan sekarang, hancur sudah 20 unit keramba—bukan karena banjir, tapi karena tongkang zombie yang berkeliaran tanpa sopir.

Mantan anggota DPRD Muaro Jambi, Zulkifli, yang ikut turun ke lokasi bersama Pol Airud, mengaku geram.

“Hancur lebur dibuatnyo. Sudah 20 keramba ditabraknya. Kerugian Rp500 juta lebih. Kami minta ganti rugi!” tegasnya.

Zulkifli menambahkan, kejadian ini bukan drama satu episode. Ini musim keempat. Dan belum ada “sutradara” yang bertanggung jawab. Hauling batu bara, yang katanya demi ekonomi daerah, malah menggilas ekonomi warga kecil.

Dan yang paling menyedihkan? Gubernur Jambi belum juga terlihat di tepi sungai. Padahal di situ, masyarakat menanti: minimal jawaban, syukur-syukur empati.

Untuk saat ini, warga hanya bisa menjaga keramba sambil berdoa—agar tongkang berikutnya tidak datang membawa maut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rusak Nama Baik Daerah Kelahiran, Ketum PWDPI Minta Kapolda Lampung Segera Jebloskan Sekda Lamteng ke Penjara!

14 Juli 2026 - 13:22 WIB

Amplop Untuk Menteri Kehutanan Raja Juli Diduga Bersumber Dari Hasil Memeras 914 Petani

13 Juli 2026 - 18:25 WIB

Rumah Anggota Parlemen Irak Digrebek, Dari Sempak Uang Tunai dan Emas Senilai Rp1,03 Triliun Disita

13 Juli 2026 - 16:55 WIB

Pameran “Boru Ni Raja” di ITB: Visualisasi Penghormatan Kepada Perempuan Batak

13 Juli 2026 - 00:37 WIB

Ribuan SHM Masih Terblokir, Warga Jambi Bawa Aspirasi ke DPR RI, Harapkan Kepastian Hukum

12 Juli 2026 - 15:48 WIB

Trending di Headline