Menu

Mode Gelap
Waspada El Nino dan Puncak Kemarau 2026: Sekber PSDH Jambi Serukan Sinergi Penuh Untuk Mencegah Karhutla Warga RT 05 Rawasari Geruduk Kantor Lurah: Desak Walikota Maulana Untuk Evaluasi dan Berhentikan Ketua RT! Jejak Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi Jambi Sebut Mantan Pelaku Ungkap Peran “Apek Bungo” dan Suhaimi Bupati Merangin M. Syukur Buka Bimtek SDM Diskominfo dan Dorong Insan Pers Adaptif di Era Digital Ketua DPD GRIB Jaya Jambi: Saatnya Aparat Penegak Hukum Periksa Dugaan Manipulasi Tata Kelola Izin Tambang di Jambi Lima Personel Polda Jambi Dipecat Terkait Kematian Brigadir EWS, Proses Pidana Tetap Berjalan

Headline

Skandal Mega Korupsi Proyek Oplah 2024: Kadis TPHP Jambi dan Swasta Diduga Main Mata!

badge-check


					Skandal Mega Korupsi Proyek Oplah 2024: Kadis TPHP Jambi dan Swasta Diduga Main Mata! Perbesar

Proyek Oplah 2024 Diduga Menjadi Skandal Mega Korupsi: Kadis TPHP Provinsi dan Swasta Diduga Main Mata!

Jambi, 22 Mei 2025 – Program nasional optimalisasi lahan pertanian (oplah) di Provinsi Jambi tahun 2024 ternyata tidak sepenuhnya berjalan mulus. Di tengah sejumlah titik yang berhasil menunjukkan hasil baik, muncul pula temuan serius terkait pelaksanaan proyek di Kabupaten Kerinci, Muaro Jambi, dan Tanjung Jabung Barat. Dugaan penyimpangan teknis hingga indikasi korupsi kembali menyeret tanggung jawab Ir. Rumusdar, Kepala Dinas TPHP Provinsi Jambi sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Proyek ini sejatinya memiliki dua skema pelaksanaan: swakelola oleh TNI dan kontraktual oleh pihak ketiga. Beberapa titik swakelola menunjukkan capaian optimal, namun proyek yang dikerjakan pihak swasta di tiga kabupaten tersebut justru menjadi sorotan karena banyaknya pelanggaran spesifikasi dan dugaan manipulasi laporan.

Kerinci, Muaro Jambi, Tanjab Barat: Titik Rawan Proyek Oplah

Laporan dari tim investigasi dan pengaduan warga di lapangan mengungkap:

Pengalihan lokasi tanpa dokumen pendukung

Volume kerja tidak sesuai kontrak

Perubahan sepihak terhadap RAB

Pekerjaan belum rampung meski masa kontrak habis

Tim audit turun sebelum pekerjaan selesai, membuka ruang manipulasi

Situasi ini menimbulkan kecurigaan kuat bahwa pelaksana proyek swasta bermain mata dengan oknum pejabat dinas. Dugaan ini semakin menguat karena tidak ada sanksi tegas dari dinas terhadap pelanggaran kontraktual yang nyata.

Tanggung Jawab Kadis TPHP Tidak Bisa Dielakkan

Sebagai KPA, Ir. Rumusdar memegang peran kunci dalam memastikan proyek berjalan sesuai aturan. Pembiaran terhadap penyimpangan di tiga kabupaten menunjukkan dua kemungkinan: kelalaian fatal atau keterlibatan langsung dalam skema permainan proyek. Diamnya Kadis sejauh ini justru memperkuat dugaan bahwa proyek telah dikendalikan untuk kepentingan segelintir elite birokrasi dan pihak rekanan.

Pola Bermasalah: Proyek Kontraktual Rawat Rente

Sementara proyek swakelola TNI menunjukkan efisiensi, proyek kontraktual oleh pihak swasta justru penuh mark-up, keterlambatan, hingga hasil yang buruk. Perusahaan rekanan yang mendapatkan proyek melalui sistem e-Katalog ULP Provinsi Jambi diduga sudah “diatur” sejak awal—sebuah pola yang berulang dalam praktik rente proyek daerah.

Audit dan Evaluasi Segera Dilakukan

Masyarakat dan aktivis mendesak agar:

BPK dan KPK melakukan audit investigatif di tiga kabupaten rawan

Seluruh kontraktor swasta yang terlibat diperiksa ulang

Kadis TPHP Jambi dicopot sementara dan diperiksa pertanggungjawabannya

Pokja ULP, PPTK, dan tim teknis dimintai keterangan dalam skema ini

Bukan Semua Gagal, Tapi Banyak yang Dikorupsi

Proyek oplah tidak semuanya gagal. Beberapa lokasi berhasil menunjukkan peningkatan produktivitas. Namun titik-titik yang bermasalah tak bisa diabaikan. Satu saja korupsi dalam proyek pertanian berarti mengkhianati ribuan petani.

Ini bukan soal angka, tapi soal niat. Jika proyek untuk rakyat dijadikan ajang permainan uang, maka publik berhak menuntut akuntabilitas tertinggi—dari pejabat hingga pihak ketiga.

Jangan jadikan keberhasilan sebagian titik sebagai tameng untuk menutupi bau busuk korupsi di titik lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Investigasi Khusus: Puluhan Excavator Milik PT Daffa Mitra Forestry Diduga Dialihfungsikan Untuk PETI di Merangin

26 Juli 2026 - 17:40 WIB

Antisipasi Geng Motor dan Balap Liar, Wali Kota Maulana Pimpin Patroli Gabungan Skala Besar di Kota Jambi

26 Juli 2026 - 11:49 WIB

KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Hadirkan Edukasi Anti Bullying di SD IT Wahdatul Ummah Kota Metero

25 Juli 2026 - 15:43 WIB

Danau Ranau: Secuil Surga Di Balik Bukit, Destinasi Ideal Wisatawan

25 Juli 2026 - 15:41 WIB

Viral Klaim 325 Kilogram Emas di Rumah Eks Wakil Menteri, Ini Hasil Penelusuran Fakta

23 Juli 2026 - 12:41 WIB

Trending di Headline