Menu

Mode Gelap
Kolaborasi Warga dan SKK Migas Dongkrak Lifting Nasional, Jambi Jadi Contoh Pengelolaan Migas Rakyat FPTI Jambi Resmi Dilantik, Targetkan Kebangkitan Prestasi Panjat Tebing Daerah GMNI Jambi Soroti Lemahnya Sinergitas ESDM dan APH dalam Kasus PETI Berkedok Pasir Silika Gejolak PETI Sarolangun: Oknum Polisi “WG” Diduga Pemilik Exavator, Aliansi Masyarakat Dorong Kapolres Segera Lakukan PTDH Jika Terbukti Ratusan Buruh Koperasi TKBM Panjang Menolak Keras Oknum Ormas yang Berpotensi Pecah Belah Buruh Ketum DPP PWDPI Minta Aparat Penegak Hukum Bebaskan Mbah Mujiran Demi Nilai Kemanusiaan

Headline

Skandal Mega Korupsi Proyek Oplah 2024: Kadis TPHP Jambi dan Swasta Diduga Main Mata!

badge-check


					Skandal Mega Korupsi Proyek Oplah 2024: Kadis TPHP Jambi dan Swasta Diduga Main Mata! Perbesar

Proyek Oplah 2024 Diduga Menjadi Skandal Mega Korupsi: Kadis TPHP Provinsi dan Swasta Diduga Main Mata!

Jambi, 22 Mei 2025 – Program nasional optimalisasi lahan pertanian (oplah) di Provinsi Jambi tahun 2024 ternyata tidak sepenuhnya berjalan mulus. Di tengah sejumlah titik yang berhasil menunjukkan hasil baik, muncul pula temuan serius terkait pelaksanaan proyek di Kabupaten Kerinci, Muaro Jambi, dan Tanjung Jabung Barat. Dugaan penyimpangan teknis hingga indikasi korupsi kembali menyeret tanggung jawab Ir. Rumusdar, Kepala Dinas TPHP Provinsi Jambi sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Proyek ini sejatinya memiliki dua skema pelaksanaan: swakelola oleh TNI dan kontraktual oleh pihak ketiga. Beberapa titik swakelola menunjukkan capaian optimal, namun proyek yang dikerjakan pihak swasta di tiga kabupaten tersebut justru menjadi sorotan karena banyaknya pelanggaran spesifikasi dan dugaan manipulasi laporan.

Kerinci, Muaro Jambi, Tanjab Barat: Titik Rawan Proyek Oplah

Laporan dari tim investigasi dan pengaduan warga di lapangan mengungkap:

Pengalihan lokasi tanpa dokumen pendukung

Volume kerja tidak sesuai kontrak

Perubahan sepihak terhadap RAB

Pekerjaan belum rampung meski masa kontrak habis

Tim audit turun sebelum pekerjaan selesai, membuka ruang manipulasi

Situasi ini menimbulkan kecurigaan kuat bahwa pelaksana proyek swasta bermain mata dengan oknum pejabat dinas. Dugaan ini semakin menguat karena tidak ada sanksi tegas dari dinas terhadap pelanggaran kontraktual yang nyata.

Tanggung Jawab Kadis TPHP Tidak Bisa Dielakkan

Sebagai KPA, Ir. Rumusdar memegang peran kunci dalam memastikan proyek berjalan sesuai aturan. Pembiaran terhadap penyimpangan di tiga kabupaten menunjukkan dua kemungkinan: kelalaian fatal atau keterlibatan langsung dalam skema permainan proyek. Diamnya Kadis sejauh ini justru memperkuat dugaan bahwa proyek telah dikendalikan untuk kepentingan segelintir elite birokrasi dan pihak rekanan.

Pola Bermasalah: Proyek Kontraktual Rawat Rente

Sementara proyek swakelola TNI menunjukkan efisiensi, proyek kontraktual oleh pihak swasta justru penuh mark-up, keterlambatan, hingga hasil yang buruk. Perusahaan rekanan yang mendapatkan proyek melalui sistem e-Katalog ULP Provinsi Jambi diduga sudah “diatur” sejak awal—sebuah pola yang berulang dalam praktik rente proyek daerah.

Audit dan Evaluasi Segera Dilakukan

Masyarakat dan aktivis mendesak agar:

BPK dan KPK melakukan audit investigatif di tiga kabupaten rawan

Seluruh kontraktor swasta yang terlibat diperiksa ulang

Kadis TPHP Jambi dicopot sementara dan diperiksa pertanggungjawabannya

Pokja ULP, PPTK, dan tim teknis dimintai keterangan dalam skema ini

Bukan Semua Gagal, Tapi Banyak yang Dikorupsi

Proyek oplah tidak semuanya gagal. Beberapa lokasi berhasil menunjukkan peningkatan produktivitas. Namun titik-titik yang bermasalah tak bisa diabaikan. Satu saja korupsi dalam proyek pertanian berarti mengkhianati ribuan petani.

Ini bukan soal angka, tapi soal niat. Jika proyek untuk rakyat dijadikan ajang permainan uang, maka publik berhak menuntut akuntabilitas tertinggi—dari pejabat hingga pihak ketiga.

Jangan jadikan keberhasilan sebagian titik sebagai tameng untuk menutupi bau busuk korupsi di titik lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gejolak PETI Sarolangun: Oknum Polisi “WG” Diduga Pemilik Exavator, Aliansi Masyarakat Dorong Kapolres Segera Lakukan PTDH Jika Terbukti

27 Mei 2026 - 21:52 WIB

Ratusan Buruh Koperasi TKBM Panjang Menolak Keras Oknum Ormas yang Berpotensi Pecah Belah Buruh

25 Mei 2026 - 00:08 WIB

Ketum DPP PWDPI Minta Aparat Penegak Hukum Bebaskan Mbah Mujiran Demi Nilai Kemanusiaan

25 Mei 2026 - 00:06 WIB

Ketum PWDPI M. Nurullah RS: APH Wajib Telusuri Pemilik Bank Keliling dan Asal Usul Senjata Tajam/Peluru

25 Mei 2026 - 00:04 WIB

Ketua PC PMII Sarolangun, Nanda: Polres Harus Bertindak Tanpa Pandang Bulu Terhadap PETI

23 Mei 2026 - 10:38 WIB

Trending di Headline