Jakarta, 20 April 2026 – elangnusantara.com – Harga emas dunia diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren kenaikan dalam waktu mendatang. Pengamat pasar komoditas menilai, logam mulia tersebut berpotensi menguat hingga menyentuh level yang cukup tinggi jika didukung kondisi global.
Pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi menyebutkan bahwa harga emas berpeluang mengawali penguatan dengan menembus level resisten di kisaran US$ 4.900 per troy ons. Level ini menjadi titik penting dalam menentukan arah pergerakan harga emas selanjutnya.
Menurutnya, pergerakan emas masih sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor global, seperti ketidakpastian ekonomi, tensi geopolitik, serta kebijakan moneter dari bank sentral dunia. Kondisi tersebut membuat emas tetap menjadi aset lindung nilai (safe haven) yang diminati investor.
Selain itu, pelemahan dolar Amerika Serikat serta ekspektasi suku bunga yang lebih rendah juga turut menjadi katalis positif bagi harga emas. Faktor-faktor tersebut dinilai mampu mendorong permintaan emas, baik dari investor maupun bank sentral di berbagai negara.
Di sisi lain, meskipun prospek kenaikan terbuka, pergerakan harga emas diprediksi tidak akan berlangsung secara linear. Fluktuasi masih akan terjadi seiring dinamika pasar global yang terus berubah.
Dengan berbagai sentimen tersebut, pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati perkembangan ekonomi global serta kebijakan moneter yang dapat memengaruhi arah harga emas ke depan.











