Menu

Mode Gelap
Isu Jaringan PETI Batang Asai Memanas, Nama Uda Zainal dan Dugaan Beking Ikut Disebut DPD GRIB Jaya Provinsi Jambi Dukung Penanganan Sampah, Jalin Koordinasi dengan TPS 3R Jaya Abadi PMII Jambi Desak Kejelasan Hukum Kasus DAK Disdik, Soroti Nama Gubernur dalam Persidangan Ketua PWDPI Jambi & PMII Sarolangun Minta Pemerintah Tata Arah Kebijakan Sektor Pertambangan Rakyat Melalui Skema WPR IPR Yang Dianjurkan Negara! Bujang Diduga Jadi Dalang Pengoperasian Gudang Penimbunan Solar Subsidi di Jalan Nes Kabupaten Muaro Jambi Pengembang Terkenal di Kasang Pudak Berinisial F Diduga Menjadi Dalang Kasus Penyerobotan Tanah dan Jual Beli Ganda

Headline

Miliaran Rupiah untuk Kenyamanan Ketua DPRD Sarolangun: Instruksi Presiden Diabaikan, Rakyat Ditinggalkan

badge-check


					Miliaran Rupiah untuk Kenyamanan Ketua DPRD Sarolangun: Instruksi Presiden Diabaikan, Rakyat Ditinggalkan Perbesar

Miliaran Rupiah untuk Kenyamanan Ketua DPRD Sarolangun: Instruksi Presiden Diabaikan, Rakyat Ditinggalkan

Oleh: Hayatullah Qomainy
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Unja

SAROLANGUN | 3 Mei 2025 | Di tanah Sarolangun, di mana rakyatnya masih berkutat dengan jalan rusak, fasilitas sekolah memprihatinkan, dan layanan kesehatan yang terseok-seok, para pejabat legislatif ternyata hidup di bawah atap yang dilapisi kemewahan. Renovasi besar-besaran rumah dinas ketua DPRD Sarolangun, yang menyedot anggaran APBD hingga miliaran rupiah, menjadi potret betapa jauhnya jarak antara elite dan rakyat.

Yang lebih miris, semua ini terjadi ketika Presiden RI sudah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang secara tegas memerintahkan efisiensi, efektivitas, pemangkasan belanja tidak produktif, dan fokus anggaran kepada kebutuhan prioritas rakyat. Tapi di Sarolangun, semangat Inpres itu tampaknya hanya sebatas kertas — tak sampai mengetuk hati mereka yang duduk di kursi empuk legislatif.

Coba renungkan: berapa banyak rumah layak huni untuk rakyat miskin yang bisa dibangun dengan uang miliaran itu? Berapa ruang kelas baru untuk sekolah pelosok yang bisa berdiri? Berapa puskesmas yang bisa diperbaiki? Berapa kilometer jalan desa yang bisa diaspal? Semua kemungkinan itu lenyap, karena yang diutamakan adalah kasur empuk, sofa baru, AC dingin, dan gazebo cantik.

nyatanya anggaran untuk memanjakan pejabat tidak pernah terasa sempit, untuk mengganti perabot mewah, ada alokasi. Untuk merenovasi pendopo, kamar tidur, hingga gorden, semua tersedia. Rakyat hanya perlu menonton — dan membayar.

Inilah wajah klasik politik daerah: pejabat yang lupa bahwa uang publik adalah amanah, bukan harta warisan. Di satu sisi mereka bicara soal penghematan, tapi di sisi lain mereka menghabiskan miliaran rupiah untuk hal-hal yang jauh dari kepentingan rakyat.

Maka, publik harus bicara. Rakyat Sarolangun harus bersuara lantang, bahwa mereka menolak pemborosan atas nama kenyamanan elite. Kalau instruksi Presiden saja diabaikan di tingkat daerah, lalu apa gunanya bicara soal komitmen nasional? Kalau belanja publik terus dihabiskan untuk elite, bagaimana mungkin rakyat percaya pada janji-janji pembangunan?

Ini bukan sekadar soal angka, ini soal wajah moralitas pemerintahan daerah. Dan moralitas itu sedang diuji di Sarolangun, di bawah atap-atap mewah rumah dinas yang dibayar miliaran rupiah oleh rakyat yang semakin muak menonton dari pinggir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Isu Jaringan PETI Batang Asai Memanas, Nama Uda Zainal dan Dugaan Beking Ikut Disebut

15 Maret 2026 - 12:36 WIB

Ketua PWDPI Jambi & PMII Sarolangun Minta Pemerintah Tata Arah Kebijakan Sektor Pertambangan Rakyat Melalui Skema WPR IPR Yang Dianjurkan Negara!

8 Maret 2026 - 09:57 WIB

Antrean Mobil Pelangsir Mengular di SPBU 24.361.13 Lingkar Barat, Diduga Ada Pembiaran dan Praktik Monopoli BBM Bersubsidi

6 Maret 2026 - 03:10 WIB

Kasus Proyek DLH Lamtim, Ketum PWDPI Dorong KPK Turun Tangan, Dugaan Kendali Perusahaan Rekanan Jadi Sorotan

5 Maret 2026 - 12:58 WIB

Dugaan Selisih Rp46,4 Miliar, PWDPI Jambi Dorong Audit BPK dan SPI atas Pembelian Lahan PTPN IV Regional 4

5 Maret 2026 - 09:12 WIB

Trending di Headline