Menu

Mode Gelap
Ketua PWDPI Jambi & PMII Sarolangun Minta Pemerintah Tata Arah Kebijakan Sektor Pertambangan Rakyat Melalui Skema WPR IPR Yang Dianjurkan Negara! Bujang Diduga Jadi Dalang Pengoperasian Gudang Penimbunan Solar Subsidi di Jalan Nes Kabupaten Muaro Jambi Pengembang Terkenal di Kasang Pudak Berinisial F Diduga Menjadi Dalang Kasus Penyerobotan Tanah dan Jual Beli Ganda Antrean Mobil Pelangsir Mengular di SPBU 24.361.13 Lingkar Barat, Diduga Ada Pembiaran dan Praktik Monopoli BBM Bersubsidi Kasus Proyek DLH Lamtim, Ketum PWDPI Dorong KPK Turun Tangan, Dugaan Kendali Perusahaan Rekanan Jadi Sorotan Dugaan Selisih Rp46,4 Miliar, PWDPI Jambi Dorong Audit BPK dan SPI atas Pembelian Lahan PTPN IV Regional 4

Headline

Ketua Umum PWDPI Berikan Rapot Merah Untuk Kinerja Kejaksaan Tinggi Lampung

badge-check


					Ketua Umum PWDPI Berikan Rapot Merah Untuk Kinerja Kejaksaan Tinggi Lampung Perbesar

Lampung – Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI),M.Nurullah berikan raport merah kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati), Lampung.

“Prestasi penanganan sejumlah  kasus  Mega Korupsi oleh  Kejaksaan Tinggi Lampung Dinilai  nol besar dari dijabat Dr. Kuntadi, S.H., M.H, hingga  saat ini bannyak kasus yang mandek,”tegas Ketum PWDPI saat melakukan jumpa Pers, usai acara rapat di Sekretarian DPP PWDPI, pada  Senin (21/7/2025).

Ketum PWDPI mengatakan, jika mantan Direktur Jampidsus Kejaksaan Agung ini di mutasi menjadi Kajati Jawa Timur. Namun Selama menjabat sebagai Kajati Lampung, bannyak kasus korupsi yang ditangani oleh mantan Kejati Lampung hilang ditelan bumi. Tak banyak gebrakan yang dilakukan oleh Kuntadi.

“Salah satu kasus yang ditanganinya hingga kini masih berjalan adalah dugaan Korupsi PT Lampung Energi Berjaya (LEB).  Kasus dugaan mafia tanah yang menyeret mantan Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya. Yang kini belum adanya penetapan tersangka nya,”tegas Nurullah

Ketum PWDPI mengatakan berdasar sejumlah sumber berita beberapa Kasus besar di Kejati Lampung yang selama Kuntadi menjabat hingga saat ini  kasus besar belum tuntas.

“Salah satunya kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Lampung Tahun  2020, yang melibatkan dugaan penyalahgunaan dana hibah senilai Rp60 miliar oleh KONI Lampung. Hingga saat ini, Kejati Lampung telah menetapkan dua tersangka, yaitu Agus Nompitu dan Frans Nurseto,”ujarnya.

Namun lanjut Ketum PWDPI, proses hukum belum dilimpahkan ke pengadilan, dan beberapa pihak yang diduga terlibat belum tersentuh hukum.

“Ada juga Kasus Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas DPRD Tanggamus Tahun  2021,dugaan mark-up anggaran perjalanan dinas anggota DPRD Tanggamus dengan kerugian negara mencapai Rp9 miliar. Meskipun sebagian kerugian telah dikembalikan, hingga kini belum ada tersangka yang ditetapkan, dan Kasus belum dilimpahkan ke pengadilan,”katanya.

Selain itu, ada juga Kasus Dugaan Korupsi Proyek SPAM PDAM Way Rilau 2019 lalu, dugaan manipulasi dalam pengadaan jaringan pipa distribusi air minum dengan kerugian negara sekitar Rp3,2 miliar.

“Lagi-lagi kasus ini juga tidak jelas dan menghilang ditelan bumi. Padahal Lima tersangka telah ditetapkan, dan aset-aset mereka telah disita. Namun, kasus ini belum dilimpahkan ke pengadilan,”terangnya

Dia juga mengungkapkan jika Kasus Dugaan Korupsi Proyek LPPM Unila (2020–2022) dugaan Korupsi dalam proyek pengadaan barang dan jasa di LPPM Universitas Lampung.

“Meski penyelidikan telah berlangsung lebih dari satu tahun, belum ada perkembangan signifikan, dan Kasus belum naik ke tahap penyidikan,”ujarnya

Ketum PWDPI mengatakan jika tidak berlebihan jika pihak memberikan  raport merah kepada kinerja Kajati Lampung.

“Seharusnya  Kajati Lampung juga harus mencontoh dari kerja atasanya pihak Kajagung yang telah menuntaskan sejumlah kasus besar hingga Ratusan Triliun,”keluhnya.

Sementara publik dan berbagai elemen masyarakat seringkali mendesak Kejati Lampung untuk segera menuntaskan kasus-kasus ini secara transparan dan profesional guna menegakkan keadilan dan memberantas Korupsi di daerah.

“Namun seolah-olah pihak Kejati Lampung terkesan tutup mata dan telinga,”pungkasnya. ( Tim Media Group PWDPI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua PWDPI Jambi & PMII Sarolangun Minta Pemerintah Tata Arah Kebijakan Sektor Pertambangan Rakyat Melalui Skema WPR IPR Yang Dianjurkan Negara!

8 Maret 2026 - 09:57 WIB

Antrean Mobil Pelangsir Mengular di SPBU 24.361.13 Lingkar Barat, Diduga Ada Pembiaran dan Praktik Monopoli BBM Bersubsidi

6 Maret 2026 - 03:10 WIB

Kasus Proyek DLH Lamtim, Ketum PWDPI Dorong KPK Turun Tangan, Dugaan Kendali Perusahaan Rekanan Jadi Sorotan

5 Maret 2026 - 12:58 WIB

Dugaan Selisih Rp46,4 Miliar, PWDPI Jambi Dorong Audit BPK dan SPI atas Pembelian Lahan PTPN IV Regional 4

5 Maret 2026 - 09:12 WIB

Donatur Misterius Sumbangkan 21 Kg Emas untuk Perbaikan Pipa Air Kota Osaka Jepang

22 Februari 2026 - 12:04 WIB

Trending di Headline

atm138

atm138

mpo500 slot

mpo500 link login

mpo500 link login

mpo500 login

mpo500 login

mpo500

mpo500

mpo500

situs mpo500

situs mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

situs mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

https://drinkydrinkproject.com/

https://drinkydrinkproject.com/martini/

https://clubshenonkop.com/

mpo500

mpo500

mpo500

https://theabqreviews.com/

https://theabqreviews.com/2023/03/14/padillas-mexican-kitchen/

https://solosluteva.com/

https://maackitchen.com/