Jambi, 8 Desember 2025 – elangnusantara.com – Hari ini, tepat pada momentum Hari Anti Korupsi Sedunia, kami mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN STS Jambi menyatakan sikap sekaligus kegelisahan kolektif terhadap berbagai persoalan integritas yang terjadi di negeri ini, khususnya di Provinsi Jambi.
Kami mempertanyakan dan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meninjau ulang penetapan Provinsi Jambi sebagai zona hijau tindak pidana korupsi. Predikat tersebut sangat bertolak belakang dengan realitas yang kami saksikan di lapangan. Bagaimana mungkin Jambi disebut zona hijau, sementara banyak kepala daerah, kepala dinas, bahkan pejabat strategis lainnya terindikasi terlibat dalam kasus korupsi?
Mari kita lihat beberapa kasus besar yang masih menyisakan tanda tanya—baik dalam proses hukum maupun dalam pertanggungjawaban anggaran. Contoh paling nyata ialah dugaan korupsi pada proyek multiyears seperti pembangunan Masjid Stamaratul Insan, Stadion Swarna Bumi, dan Ruang Terbuka Hijau yang menghabiskan anggaran begitu besar namun hasilnya jauh dari layak. Tidak hanya itu, kasus korupsi yang menyeret pejabat di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menjadi bukti bahwa praktik lancung tersebut masih mengakar kuat di tubuh pemerintahan.
Korupsi bukan hanya persoalan hukum—ia adalah kejahatan kemanusiaan. Dampaknya menghancurkan masa depan, merampok hak masyarakat, dan memperlambat pembangunan. Dan yang paling dirugikan adalah rakyat kecil yang seharusnya mendapatkan manfaat dari anggaran yang telah digelontorkan. Maka menjadi aneh bila Jambi disebut zona hijau sementara fakta sosial dan hukum menunjukkan sebaliknya.
Atas dasar itu, kami PMII Komisariat UIN STS Jambi meminta KPK untuk tidak hanya melihat laporan dan angka, tetapi juga mendengar suara masyarakat dan mahasiswa. Tinjau ulang status zona hijau Provinsi Jambi, awasi kembali setiap proyek yang menggunakan anggaran besar, dan tindak tegas seluruh aktor yang bermain di balik praktik korupsi yang merugikan rakyat.
Hari Anti Korupsi ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah momentum bagi kita semua untuk bersuara. Karena selama korupsi masih dibiarkan, maka masa depan bangsa, khususnya generasi muda, akan menjadi taruhannya. Dan sebagai mahasiswa, kami punya tanggung jawab moral untuk terus mengawal, mengawasi, dan menyuarakan kebenaran.
Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia.
Ahmad Khotib Lubis
Ketua PMII Komisariat UIN STS Jambi











