Menu

Mode Gelap
Ketua DPD GRIB Jaya Jambi: Saatnya Aparat Penegak Hukum Periksa Dugaan Manipulasi Tata Kelola Izin Tambang di Jambi Lima Personel Polda Jambi Dipecat Terkait Kematian Brigadir EWS, Proses Pidana Tetap Berjalan Satresnarkoba Polresta Jambi Sisir Pulau Pandan, Enam Orang Positif Narkoba Diamankan Komentar Warganet Jadi Cermin Kerinduan akan Sungai Batanghari Yang Pernah Jernih di Tahun 2015 Zulhas Bantah Isu Kopdes di Tengah Laut: “Gimana Nyemennya?” Heboh! 135 Kopdes Merah Putih ‘Berada’ di Laut? Ketika Data Digital Lebih Cepat daripada Verifikasi

Headline

Kepala BAIS TNI Mundur, Imbas Dugaan Keterlibatan Oknum dalam Aksi Kekerasan terhadap Aktivis

badge-check


					Kepala BAIS TNI Mundur, Imbas Dugaan Keterlibatan Oknum dalam Aksi Kekerasan terhadap Aktivis Perbesar

Jakarta, 25 Maret 2026 – elangnusantara.com – Gelombang sorotan publik terhadap institusi militer kembali menguat setelah mencuat dugaan keterlibatan oknum Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dalam aksi kekerasan terhadap seorang aktivis hak asasi manusia. Perkembangan terbaru, Kepala BAIS TNI dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden yang mencoreng institusi tersebut.

Kasus ini bermula dari terungkapnya dugaan penyerangan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras oleh pihak tak dikenal. Dalam proses penyelidikan, aparat militer mengamankan sejumlah personel yang diduga terkait dengan peristiwa tersebut.

Langkah cepat dilakukan oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI dengan menahan para terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan intensif. TNI juga menyatakan komitmennya untuk membuka kasus ini secara transparan dan tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran hukum yang dilakukan oleh anggotanya.

Namun demikian, kasus ini memicu reaksi luas dari berbagai kalangan. Aktivis, akademisi, hingga anggota parlemen mendesak agar pengusutan tidak berhenti pada pelaku lapangan semata, melainkan menelusuri kemungkinan adanya aktor intelektual di balik aksi tersebut.

Desakan pertanggungjawaban pun mengarah ke pucuk pimpinan BAIS. Dalam struktur militer yang menjunjung tinggi komando dan tanggung jawab hierarkis, pimpinan dinilai memiliki kewajiban moral atas setiap tindakan bawahannya. Pengunduran diri Kepala BAIS TNI pun dipandang sebagai langkah etis, meski tidak serta-merta mengakhiri tuntutan publik akan pengungkapan kasus secara menyeluruh.

Peristiwa ini juga kembali membuka diskursus lama terkait profesionalisme aparat intelijen militer dalam negara demokrasi. Keterlibatan oknum aparat dalam tindak kekerasan terhadap warga sipil dinilai sebagai kemunduran dalam upaya reformasi sektor keamanan yang selama ini terus didorong.

Sejumlah pengamat menilai, kasus ini menjadi ujian nyata bagi komitmen TNI dalam menegakkan disiplin internal sekaligus menjaga kepercayaan publik. Transparansi proses hukum dan keberanian mengungkap fakta hingga ke akar dinilai menjadi kunci untuk memulihkan citra institusi.

Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung. TNI memastikan bahwa setiap pihak yang terbukti terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku, tanpa pandang bulu.

elangnusantara.com akan terus mengikuti dan mengabarkan perkembangan terbaru dari kasus ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Investigasi Khusus: Puluhan Excavator Milik PT Daffa Mitra Forestry Diduga Dialihfungsikan Untuk PETI di Merangin

26 Juli 2026 - 17:40 WIB

Antisipasi Geng Motor dan Balap Liar, Wali Kota Maulana Pimpin Patroli Gabungan Skala Besar di Kota Jambi

26 Juli 2026 - 11:49 WIB

KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Hadirkan Edukasi Anti Bullying di SD IT Wahdatul Ummah Kota Metero

25 Juli 2026 - 15:43 WIB

Danau Ranau: Secuil Surga Di Balik Bukit, Destinasi Ideal Wisatawan

25 Juli 2026 - 15:41 WIB

Viral Klaim 325 Kilogram Emas di Rumah Eks Wakil Menteri, Ini Hasil Penelusuran Fakta

23 Juli 2026 - 12:41 WIB

Trending di Headline