Menu

Mode Gelap
Ketua DPD GRIB Jaya Jambi: Saatnya Aparat Penegak Hukum Periksa Dugaan Manipulasi Tata Kelola Izin Tambang di Jambi Lima Personel Polda Jambi Dipecat Terkait Kematian Brigadir EWS, Proses Pidana Tetap Berjalan Satresnarkoba Polresta Jambi Sisir Pulau Pandan, Enam Orang Positif Narkoba Diamankan Komentar Warganet Jadi Cermin Kerinduan akan Sungai Batanghari Yang Pernah Jernih di Tahun 2015 Zulhas Bantah Isu Kopdes di Tengah Laut: “Gimana Nyemennya?” Heboh! 135 Kopdes Merah Putih ‘Berada’ di Laut? Ketika Data Digital Lebih Cepat daripada Verifikasi

Headline

Emas Sempat Anjlok, Berbalik Arah Usai Pernyataan Mendadak Donald Trump

badge-check


					Emas Sempat Anjlok, Berbalik Arah Usai Pernyataan Mendadak Donald Trump Perbesar

Jakarta, 24 Maret 2026 – elangnusantara.com – Harga emas dunia berhasil memangkas koreksi tajam setelah sempat mengalami tekanan signifikan pada awal perdagangan. Perubahan arah ini terjadi menyusul pernyataan tak terduga dari Donald Trump terkait dinamika konflik di Timur Tengah.

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas sempat anjlok hingga lebih dari 5 persen dan menyentuh level sekitar US$4.200-an per ons. Penurunan ini mencerminkan kepanikan pasar di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik serta tekanan dari ekspektasi kebijakan moneter global.

Namun situasi berbalik dalam waktu singkat. Pernyataan Donald Trump yang mengisyaratkan peluang de-eskalasi konflik langsung meredakan kekhawatiran investor. Sentimen pasar pun berubah, mendorong harga emas untuk bangkit dan memangkas sebagian besar kerugiannya.

Analis menilai, pergerakan tajam ini menunjukkan bahwa pasar global saat ini sangat sensitif terhadap isu geopolitik. Tidak hanya data ekonomi, tetapi juga pernyataan tokoh politik mampu memicu perubahan signifikan dalam waktu singkat.

Selain emas, sejumlah logam mulia lainnya seperti perak, platinum, dan paladium juga mengalami tekanan dalam perdagangan yang sama. Hal ini menandakan adanya pergeseran strategi investor di tengah ketidakpastian global.

Di sisi lain, ekspektasi terhadap suku bunga yang lebih tinggi turut menjadi faktor yang menekan daya tarik emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung ditinggalkan ketika instrumen lain seperti obligasi menjadi lebih menarik.

Meski demikian, ketidakpastian terkait konflik di Timur Tengah—khususnya yang melibatkan Iran—masih menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan pasar. Setiap perkembangan terbaru berpotensi kembali memicu volatilitas tinggi.

Ke depan, harga emas diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif. Investor diimbau untuk mencermati perkembangan geopolitik global serta kebijakan ekonomi negara-negara besar sebelum mengambil keputusan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Investigasi Khusus: Puluhan Excavator Milik PT Daffa Mitra Forestry Diduga Dialihfungsikan Untuk PETI di Merangin

26 Juli 2026 - 17:40 WIB

Antisipasi Geng Motor dan Balap Liar, Wali Kota Maulana Pimpin Patroli Gabungan Skala Besar di Kota Jambi

26 Juli 2026 - 11:49 WIB

KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Hadirkan Edukasi Anti Bullying di SD IT Wahdatul Ummah Kota Metero

25 Juli 2026 - 15:43 WIB

Danau Ranau: Secuil Surga Di Balik Bukit, Destinasi Ideal Wisatawan

25 Juli 2026 - 15:41 WIB

Viral Klaim 325 Kilogram Emas di Rumah Eks Wakil Menteri, Ini Hasil Penelusuran Fakta

23 Juli 2026 - 12:41 WIB

Trending di Headline