Kota Jambi, 13 Desember 2025 – elangnusantara.com — Suasana mencekam menyelimuti RT 45, Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kota Jambi, setelah seorang bocah perempuan berusia 4 tahun berinisial A dilaporkan hilang dan diduga hanyut terbawa arus selokan pada Jumat (12/12/2025) sore. Peristiwa ini terjadi di tengah hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.
Berdasarkan keterangan keluarga, saat kejadian korban tengah bermain dan mandi hujan bersama beberapa temannya di sekitar lingkungan rumah. Nenek korban sempat menegur A agar masuk ke rumah, namun meninggalkannya sejenak untuk keperluan lain.
“Dia lagi main sama kawan-kawannya. Saya sempat menyuruhnya pulang, lalu saya tinggal sebentar,” ujar sang nenek dengan nada cemas.
Tak lama berselang, nenek korban dikejutkan oleh teriakan salah satu teman A yang mengabarkan bahwa bocah tersebut diduga tenggelam dan terseret arus selokan yang meluap akibat hujan deras.
“Tiba-tiba kawannya memanggil dan mengatakan A tenggelam dan terbawa arus,” lanjutnya.
Warga yang panik segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang. Tak lama kemudian, tim gabungan yang terdiri dari Kepolisian, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), serta Badan SAR Nasional (Basarnas) langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian.
Tim SAR gabungan mengonfirmasi bahwa operasi pencarian dilakukan secara intensif dengan menyisir jalur selokan utama hingga ke arah hilir. Petugas menggunakan peralatan khusus guna memaksimalkan proses pencarian di tengah kondisi yang sulit.
“Kami telah menerima laporan dan tim gabungan sudah berada di lokasi. Pencarian difokuskan pada aliran selokan utama yang mengarah ke wilayah hilir,” ujar perwakilan Tim SAR di lokasi.
Pantauan di lapangan menunjukkan proses pencarian menghadapi sejumlah kendala, terutama derasnya arus air serta cuaca yang masih tidak menentu. Meski demikian, petugas terus berupaya melakukan penyisiran secara menyeluruh.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan dan operasi pencarian masih terus berlangsung. Pihak berwenang berharap korban dapat segera ditemukan.
Peristiwa ini menjadi pengingat serius bagi orang tua dan pengasuh agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat cuaca ekstrem dan meningkatnya debit air di selokan, parit, maupun aliran air terbuka di lingkungan sekitar.











