Menu

Mode Gelap
Isu Jaringan PETI Batang Asai Memanas, Nama Uda Zainal dan Dugaan Beking Ikut Disebut DPD GRIB Jaya Provinsi Jambi Dukung Penanganan Sampah, Jalin Koordinasi dengan TPS 3R Jaya Abadi PMII Jambi Desak Kejelasan Hukum Kasus DAK Disdik, Soroti Nama Gubernur dalam Persidangan Ketua PWDPI Jambi & PMII Sarolangun Minta Pemerintah Tata Arah Kebijakan Sektor Pertambangan Rakyat Melalui Skema WPR IPR Yang Dianjurkan Negara! Bujang Diduga Jadi Dalang Pengoperasian Gudang Penimbunan Solar Subsidi di Jalan Nes Kabupaten Muaro Jambi Pengembang Terkenal di Kasang Pudak Berinisial F Diduga Menjadi Dalang Kasus Penyerobotan Tanah dan Jual Beli Ganda

Headline

Aldian Kritik Pernyataan Pemkot Jambi Terkait PT SAS: Jangan Tutupi Pembiaran dengan Retorika Prosedural

badge-check


					Aldian Kritik Pernyataan Pemkot Jambi Terkait PT SAS: Jangan Tutupi Pembiaran dengan Retorika Prosedural Perbesar

“Jika Tak Disebut Membiarkan, Maka Apa Nama Diam yang Terlalu Panjang?”

Aldian Kritik Pernyataan Pemkot Jambi Terkait PT SAS: Jangan Tutupi Pembiaran dengan Retorika Prosedural

Jambi, (Boemimelayu.id) – Pernyataan Pemerintah Kota Jambi yang mengklaim tidak melakukan pembiaran atas aktivitas PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS) menuai tanggapan keras dari warga terdampak. Aldian, pemuda Aur Kenali yang sejak awal konsisten bersama barisan perjuangan rakyat, menyebut klarifikasi yang disampaikan juru bicara Pemkot Jambi sebagai “bungkus manis dari pembiaran sistemik.”

“Kami tidak butuh narasi indah tentang prosedur. Yang kami alami adalah debu, batuk, air kotor, dan anak-anak yang tumbuh dalam polusi. Apakah itu bukan cukup sebagai bukti kegagalan perlindungan?” tegas Aldian saat diwawancarai, Kamis (7/8/2025).

Menurut Aldian, klaim bahwa Pemkot Jambi telah bertindak sesuai prosedur justru mempertegas sikap pasif pemerintah dalam menghadapi persoalan nyata di lapangan. “Jangan samakan kehati-hatian dengan ketidakberdayaan. Pemerintah daerah punya hak dan kewajiban moral untuk menjadi pelindung pertama rakyatnya, bukan hanya pembaca aturan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pernyataan bahwa pemerintah hanya bisa “mendorong” dan “berkoordinasi”. Bagi Aldian, ini bukan bentuk kepemimpinan, melainkan bentuk penghindaran tanggung jawab.

“Kalau cuma bisa mendorong dan menunggu, maka siapa yang benar-benar bertindak? Warga sudah menyampaikan keresahan sejak lama. Tapi sampai hari ini, aktivitas stockpile dan hauling tetap berjalan. Siapa yang sebenarnya sedang dilindungi? Rakyat, atau korporasi?” sindirnya.

Aldian menilai bahwa penyebutan kritik sebagai “tidak beretika” adalah bentuk delegitimasi terhadap suara rakyat. “Kami yang menghirup debu, kami yang kehilangan hak hidup sehat, lalu kami pula yang diminta sopan. Apa pantas? Etika itu seharusnya dimulai dari pemerintah. Jika negara abai, maka rakyat wajib mengingatkan,” tukasnya.

Terkait label “penjahat lingkungan” yang dianggap terlalu ekstrem, Aldian memberikan respons tajam. “Kami tidak main tuduh. Tapi mari jujur: jika pemerintah tahu rakyat menderita tapi tetap membiarkan, apakah itu bukan kejahatan dalam bentuk paling halus? Kejahatan bukan hanya apa yang dilakukan, tapi juga apa yang dibiarkan.”

Ia menambahkan, pemantauan yang diklaim dilakukan oleh perangkat daerah tidak pernah berbanding lurus dengan perubahan di lapangan. “Apa gunanya pantauan tanpa tindakan? Kami tidak butuh laporan monitoring. Kami butuh udara bersih dan jaminan hidup sehat,” katanya.

Sebagai penutup, Aldian menegaskan bahwa perjuangan masyarakat bukanlah bentuk kebencian terhadap pemerintah, melainkan bentuk cinta terhadap lingkungan dan kehidupan yang layak.

“Jika Wali Kota benar berpihak, maka buktikan dengan keberanian mengambil sikap. Jangan jadikan hukum sebagai tameng, sementara rakyat dijadikan korban. Diam terlalu lama hanya akan mengukuhkan luka—dan kelak sejarah akan mencatat siapa yang berdiri untuk rakyat, dan siapa yang hanya berdiri di belakang meja,” tutup Aldian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Isu Jaringan PETI Batang Asai Memanas, Nama Uda Zainal dan Dugaan Beking Ikut Disebut

15 Maret 2026 - 12:36 WIB

Ketua PWDPI Jambi & PMII Sarolangun Minta Pemerintah Tata Arah Kebijakan Sektor Pertambangan Rakyat Melalui Skema WPR IPR Yang Dianjurkan Negara!

8 Maret 2026 - 09:57 WIB

Antrean Mobil Pelangsir Mengular di SPBU 24.361.13 Lingkar Barat, Diduga Ada Pembiaran dan Praktik Monopoli BBM Bersubsidi

6 Maret 2026 - 03:10 WIB

Kasus Proyek DLH Lamtim, Ketum PWDPI Dorong KPK Turun Tangan, Dugaan Kendali Perusahaan Rekanan Jadi Sorotan

5 Maret 2026 - 12:58 WIB

Dugaan Selisih Rp46,4 Miliar, PWDPI Jambi Dorong Audit BPK dan SPI atas Pembelian Lahan PTPN IV Regional 4

5 Maret 2026 - 09:12 WIB

Trending di Headline