Jakarta, 28 Maret 2026 – elangnusantara.com
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) secara resmi menetapkan aktivis KontraS, Andrie Yunus, sebagai Pembela Hak Asasi Manusia (Human Rights Defender).
Penetapan tersebut menjadi pengakuan negara atas peran dan kontribusi Andrie dalam memperjuangkan nilai-nilai hak asasi manusia secara damai, sekaligus memberikan perlindungan hukum dalam proses yang tengah dihadapinya.
Koordinator Subkomisi Penegakan Komnas HAM, Pramono Ubaid Tanthowi, menegaskan bahwa status tersebut telah ditetapkan secara resmi dan dituangkan dalam surat keterangan yang diterbitkan sebelum Idulfitri 1447 Hijriah.
“Saudara AY telah secara resmi ditetapkan sebagai Pembela HAM. Status ini penting, terutama dalam konteks proses peradilan yang akan dijalani,” ujarnya kepada wartawan.
Sebelumnya, Komnas HAM menjelaskan bahwa penetapan ini didasarkan pada sejumlah kriteria yang telah dipenuhi oleh Andrie Yunus. Ia dinilai aktif dalam kerja-kerja advokasi HAM sejak masa mahasiswa hingga terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pembelaan korban pelanggaran HAM.
Tak hanya itu, Andrie juga dianggap memiliki tingkat kerentanan tinggi akibat aktivitasnya, termasuk menjadi korban kekerasan berupa penyiraman air keras yang sempat menggemparkan publik. Kasus tersebut dinilai sebagai bentuk ancaman nyata terhadap para pembela HAM di Indonesia.
Komnas HAM juga menegaskan bahwa Andrie tidak memiliki rekam jejak pelanggaran HAM, serta secara konsisten menjunjung nilai universal hak asasi manusia dalam setiap aktivitas advokasinya.
Seiring dengan penetapan tersebut, Komnas HAM mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polda Metro Jaya, untuk memberikan perlindungan maksimal kepada Andrie Yunus.
Selain itu, aparat juga diminta segera mengusut tuntas kasus penyiraman air keras yang menimpanya sebagai bagian dari upaya menegakkan keadilan dan menghentikan praktik intimidasi terhadap aktivis HAM.
Penetapan ini menjadi sinyal kuat bahwa negara tidak boleh abai terhadap keselamatan para pembela HAM, serta harus hadir dalam menjamin ruang aman bagi perjuangan demokrasi dan keadilan.
Kasus yang menimpa Andrie Yunus kini tidak hanya menjadi perkara kriminal semata, tetapi juga mencerminkan tantangan serius terhadap kebebasan sipil di Indonesia.
Dengan status sebagai Pembela HAM, Andrie Yunus diharapkan memperoleh perlindungan lebih kuat, sekaligus menjadi simbol perlawanan terhadap segala bentuk kekerasan dan pembungkaman terhadap aktivis.











