Menu

Mode Gelap
Ratusan Buruh Koperasi TKBM Panjang Menolak Keras Oknum Ormas yang Berpotensi Pecah Belah Buruh Ketum DPP PWDPI Minta Aparat Penegak Hukum Bebaskan Mbah Mujiran Demi Nilai Kemanusiaan Ketum PWDPI M. Nurullah RS: APH Wajib Telusuri Pemilik Bank Keliling dan Asal Usul Senjata Tajam/Peluru Razia PETI di Pulau Aro: Diduga Alat Berat Milik “WG” Oknum Polres Sarolangun Ditangkap di Lahan Bonet Pelawan Ketua PC PMII Sarolangun, Nanda: Polres Harus Bertindak Tanpa Pandang Bulu Terhadap PETI Warga Aur Kenali Tolak Stockpile dan Jalan Khusus, WALHI Jambi Desak Perlindungan Ruang Hidup

Headline

Kepala BAIS TNI Mundur, Imbas Dugaan Keterlibatan Oknum dalam Aksi Kekerasan terhadap Aktivis

badge-check


					Kepala BAIS TNI Mundur, Imbas Dugaan Keterlibatan Oknum dalam Aksi Kekerasan terhadap Aktivis Perbesar

Jakarta, 25 Maret 2026 – elangnusantara.com – Gelombang sorotan publik terhadap institusi militer kembali menguat setelah mencuat dugaan keterlibatan oknum Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dalam aksi kekerasan terhadap seorang aktivis hak asasi manusia. Perkembangan terbaru, Kepala BAIS TNI dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden yang mencoreng institusi tersebut.

Kasus ini bermula dari terungkapnya dugaan penyerangan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras oleh pihak tak dikenal. Dalam proses penyelidikan, aparat militer mengamankan sejumlah personel yang diduga terkait dengan peristiwa tersebut.

Langkah cepat dilakukan oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI dengan menahan para terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan intensif. TNI juga menyatakan komitmennya untuk membuka kasus ini secara transparan dan tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran hukum yang dilakukan oleh anggotanya.

Namun demikian, kasus ini memicu reaksi luas dari berbagai kalangan. Aktivis, akademisi, hingga anggota parlemen mendesak agar pengusutan tidak berhenti pada pelaku lapangan semata, melainkan menelusuri kemungkinan adanya aktor intelektual di balik aksi tersebut.

Desakan pertanggungjawaban pun mengarah ke pucuk pimpinan BAIS. Dalam struktur militer yang menjunjung tinggi komando dan tanggung jawab hierarkis, pimpinan dinilai memiliki kewajiban moral atas setiap tindakan bawahannya. Pengunduran diri Kepala BAIS TNI pun dipandang sebagai langkah etis, meski tidak serta-merta mengakhiri tuntutan publik akan pengungkapan kasus secara menyeluruh.

Peristiwa ini juga kembali membuka diskursus lama terkait profesionalisme aparat intelijen militer dalam negara demokrasi. Keterlibatan oknum aparat dalam tindak kekerasan terhadap warga sipil dinilai sebagai kemunduran dalam upaya reformasi sektor keamanan yang selama ini terus didorong.

Sejumlah pengamat menilai, kasus ini menjadi ujian nyata bagi komitmen TNI dalam menegakkan disiplin internal sekaligus menjaga kepercayaan publik. Transparansi proses hukum dan keberanian mengungkap fakta hingga ke akar dinilai menjadi kunci untuk memulihkan citra institusi.

Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung. TNI memastikan bahwa setiap pihak yang terbukti terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku, tanpa pandang bulu.

elangnusantara.com akan terus mengikuti dan mengabarkan perkembangan terbaru dari kasus ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ratusan Buruh Koperasi TKBM Panjang Menolak Keras Oknum Ormas yang Berpotensi Pecah Belah Buruh

25 Mei 2026 - 00:08 WIB

Ketum DPP PWDPI Minta Aparat Penegak Hukum Bebaskan Mbah Mujiran Demi Nilai Kemanusiaan

25 Mei 2026 - 00:06 WIB

Ketum PWDPI M. Nurullah RS: APH Wajib Telusuri Pemilik Bank Keliling dan Asal Usul Senjata Tajam/Peluru

25 Mei 2026 - 00:04 WIB

Ketua PC PMII Sarolangun, Nanda: Polres Harus Bertindak Tanpa Pandang Bulu Terhadap PETI

23 Mei 2026 - 10:38 WIB

Serah Terima Jabatan PJS Rektor UNBARI Dari LLDIKTI Ke YPJ: Akhiri Konflik Kepemimpinan Di Universitas Batanghari

23 Mei 2026 - 08:13 WIB

Trending di Headline