Menu

Mode Gelap
Risma Desak Dewas Periksa Penyidik KPK, Soroti Aliran Dana “Ketok Palu” ke Tim Pemenangan Masnah–BBS Mantan Kadisdik Jambi dan Dua Tersangka Lain Ditahan, Kasus Korupsi DAK Rugikan Negara Rp21,8 Miliar Kerinci juara inflansi: kartu kuning untuk pemerintah kabupaten kerinci PT SMM Ditutup Paksa Warga: “Lingkungan Kami Jangan Dirusak, Turunkan Kades!” GBRK Desak Evaluasi Jabatan Komisaris Utama Bank 9 Jambi, Soroti Potensi Pelanggaran UU Pelayanan Publik Berkekuatan Hukum Tetap! Kemendikti Serahkan Tata Kelola Universitas Batanghari Sepenuhnya ke Yayasan

Headline

BlackRock Kantongi Cuan Ratusan Miliar dari Saham Emas RI, Asing Makin Agresif Borong ANTM dan BRMS

badge-check


					BlackRock Kantongi Cuan Ratusan Miliar dari Saham Emas RI, Asing Makin Agresif Borong ANTM dan BRMS Perbesar

Jakarta, 22 Maret 2026 – elangnusantara.com – Pergerakan investor asing di pasar saham Indonesia kian agresif, khususnya pada sektor pertambangan emas. Lonjakan harga emas global mendorong aksi akumulasi besar-besaran yang menghasilkan keuntungan fantastis bagi pelaku pasar global.

Raksasa investasi asal Amerika Serikat, BlackRock, dilaporkan berhasil meraup keuntungan hingga ratusan miliar rupiah dari transaksi saham emiten emas di Indonesia.

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjadi target utama aksi beli investor asing. Kedua emiten tersebut mencatat peningkatan minat yang signifikan seiring tren kenaikan harga emas dunia.

Sepanjang awal tahun hingga pertengahan Maret 2026, arus dana asing terus mengalir deras ke saham-saham berbasis komoditas, khususnya emas. Kondisi ini tidak terlepas dari meningkatnya ketidakpastian global yang membuat emas kembali dilirik sebagai aset lindung nilai (safe haven).

Meski harga saham ANTM telah mengalami kenaikan cukup tinggi, aksi beli investor asing belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Hal ini mencerminkan optimisme terhadap prospek jangka menengah hingga panjang sektor tambang emas nasional.

Di sisi lain, pergerakan ini juga menandai perubahan strategi investor global yang mulai meningkatkan eksposur pada komoditas, terutama emas, sebagai antisipasi terhadap volatilitas pasar keuangan dan tekanan ekonomi global.

Sejumlah analis menilai, selama tren harga emas dunia masih berada dalam fase bullish, saham emiten seperti ANTM dan BRMS berpotensi melanjutkan penguatan. Namun demikian, risiko koreksi tetap perlu diwaspadai, terutama jika terjadi tekanan pada harga emas global.

Dengan derasnya aliran dana asing dan tingginya minat terhadap sektor tambang, saham emas Indonesia diperkirakan masih akan menjadi salah satu primadona di pasar modal dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mantan Kadisdik Jambi dan Dua Tersangka Lain Ditahan, Kasus Korupsi DAK Rugikan Negara Rp21,8 Miliar

4 Mei 2026 - 18:17 WIB

Kerinci juara inflansi: kartu kuning untuk pemerintah kabupaten kerinci

4 Mei 2026 - 15:30 WIB

PT SMM Ditutup Paksa Warga: “Lingkungan Kami Jangan Dirusak, Turunkan Kades!”

4 Mei 2026 - 14:39 WIB

Tren Positif! Harga Emas Antam Naik ke Rp2.880.000 Juta per Gram

21 April 2026 - 03:44 WIB

Prediksi Harga Emas Berpotensi Tembus Level Tinggi, Ini Titik yang Dibidik

20 April 2026 - 09:40 WIB

Trending di Headline