Menu

Mode Gelap
Iran Izinkan Kapal Lewat Selat Hormuz Asal Bayar Pakai Yuan Arah Negeri Luncurkan Program Website Gratis untuk Organisasi Mahasiswa Dan Pemuda Diduga Dana Rp8 Miliar Bantuan Perkebunan Diselewengkan, Warga Dusun Mudo Geram: Ketua KUD Mengaku, Kades Bungkam Isu Jaringan PETI Batang Asai Memanas, Nama Uda Zainal dan Dugaan Beking Ikut Disebut DPD GRIB Jaya Provinsi Jambi Dukung Penanganan Sampah, Jalin Koordinasi dengan TPS 3R Jaya Abadi PMII Jambi Desak Kejelasan Hukum Kasus DAK Disdik, Soroti Nama Gubernur dalam Persidangan

Headline

Dugaan Satpam Ilegal di Universitas Malahayati yang Dihadirkan Rusli Bintang Muncul di Tengah Konflik Internal Keluarga

badge-check


					Dugaan Satpam Ilegal di Universitas Malahayati yang Dihadirkan Rusli Bintang Muncul di Tengah Konflik Internal Keluarga Perbesar

Dugaan Satpam Ilegal di Universitas Malahayati yang Dihadirkan Rusli Bintang Muncul di Tengah Konflik Internal Keluarga

Bandar Lampung, 8 April 2025 — Universitas Malahayati tengah menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan adanya tenaga keamanan yang tidak melalui prosedur rekrutmen resmi masuk ke lingkungan kampus. Beberapa orang pria yang mengenakan pakaian menyerupai seragam satpam mulai terlihat sejak 7 April 2025 dan hingga kini masih berada di sekitar area kampus.

Menurut pengakuan sejumlah mahasiswa dan pegawai, petugas keamanan tersebut tidak menunjukkan identitas resmi dan dinilai berpenampilan tidak sesuai dengan standar satuan pengamanan. Beberapa laporan menyebut bahwa ia merokok saat bertugas dan berpenampilan tidak rapi seperti gondrong dan bertato.

“Sikap dan penampilannya tidak mencerminkan satpam resmi kampus. Kami merasa tidak nyaman dan bingung, karena tidak ada penjelasan siapa dia sebenarnya,” ujar salah satu staf kampus yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sosok tersebut diduga ditempatkan oleh Rusli Bintang, pendiri sekaligus tokoh berpengaruh dalam pengelolaan Universitas Malahayati. Dugaan ini muncul di tengah dinamika internal keluarga antara Rusli Bintang dan istrinya, Rosnati Syech, yang diketahui juga memiliki peran strategis di yayasan pengelola kampus.

Konflik keluarga ini belakangan menjadi perhatian publik setelah berujung pada aksi massa pada 7 April 2025 yang menolak pelantikan rektor baru versi Rusli Bintang. Dalam sebuah unggahan media sosial, Rosnati menyatakan bahwa tindakan tersebut diambil secara sepihak dan tidak melalui mekanisme yayasan yang sah. Konflik internal ini dinilai memengaruhi stabilitas manajemen kampus secara umum, termasuk dalam hal penempatan personel keamanan yang tidak melalui jalur formal.

Pihak kepolisian sendiri semalam telah menurunkan sekitar 200 personel untuk berjaga di area kampus sebagai langkah preventif guna menjaga ketertiban. Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, dalam keterangannya menyebutkan bahwa pengamanan dilakukan atas dasar potensi konflik yang dapat berdampak pada keamanan sivitas akademika.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Universitas Malahayati, Rusli Bintang, maupun Rosnati Syech terkait status petugas keamanan tersebut. Mahasiswa dan staf berharap pihak kampus segera memberikan klarifikasi serta memastikan seluruh personel yang bekerja memenuhi ketentuan hukum dan standar profesionalisme.

Situasi ini menjadi perhatian karena menyangkut aspek krusial dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi: kenyamanan, keamanan, dan tata kelola yang transparan. Publik berharap konflik internal keluarga tidak mengganggu jalannya kegiatan akademik dan manajerial di institusi pendidikan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Dana Rp8 Miliar Bantuan Perkebunan Diselewengkan, Warga Dusun Mudo Geram: Ketua KUD Mengaku, Kades Bungkam

19 Maret 2026 - 03:43 WIB

Isu Jaringan PETI Batang Asai Memanas, Nama Uda Zainal dan Dugaan Beking Ikut Disebut

15 Maret 2026 - 12:36 WIB

Ketua PWDPI Jambi & PMII Sarolangun Minta Pemerintah Tata Arah Kebijakan Sektor Pertambangan Rakyat Melalui Skema WPR IPR Yang Dianjurkan Negara!

8 Maret 2026 - 09:57 WIB

Antrean Mobil Pelangsir Mengular di SPBU 24.361.13 Lingkar Barat, Diduga Ada Pembiaran dan Praktik Monopoli BBM Bersubsidi

6 Maret 2026 - 03:10 WIB

Kasus Proyek DLH Lamtim, Ketum PWDPI Dorong KPK Turun Tangan, Dugaan Kendali Perusahaan Rekanan Jadi Sorotan

5 Maret 2026 - 12:58 WIB

Trending di Headline