Menu

Mode Gelap
Risma Desak Dewas Periksa Penyidik KPK, Soroti Aliran Dana “Ketok Palu” ke Tim Pemenangan Masnah–BBS Mantan Kadisdik Jambi dan Dua Tersangka Lain Ditahan, Kasus Korupsi DAK Rugikan Negara Rp21,8 Miliar Kerinci juara inflansi: kartu kuning untuk pemerintah kabupaten kerinci PT SMM Ditutup Paksa Warga: “Lingkungan Kami Jangan Dirusak, Turunkan Kades!” GBRK Desak Evaluasi Jabatan Komisaris Utama Bank 9 Jambi, Soroti Potensi Pelanggaran UU Pelayanan Publik Berkekuatan Hukum Tetap! Kemendikti Serahkan Tata Kelola Universitas Batanghari Sepenuhnya ke Yayasan

Headline

Beredar Seruan Kumpul di Rajabasa, Diduga untuk Serang Universitas Malahayati

badge-check


					Beredar Seruan Kumpul di Rajabasa, Diduga untuk Serang Universitas Malahayati Perbesar

Beredar Seruan Kumpul di Rajabasa, Diduga untuk Serang Universitas Malahayati

Sebuah pesan berantai tersebar di grup WhatsApp bernama “Tim PAM Hari H Ekse…”. Dalam pesan tersebut, seluruh anggota grup diminta untuk hadir di Terminal Rajabasa pada Senin, 7 April 2025, pukul 07.00 WIB. Pesan itu dikirim oleh seseorang bernama Wilsen dan mengimbau agar para anggota sudah berada di lokasi pada waktu yang ditentukan.

Meskipun tidak dijelaskan tujuan dari pertemuan tersebut, informasi yang beredar menyebutkan bahwa ajakan itu merupakan bagian dari mobilisasi massa yang diduga dikendalikan oleh Rusli Bintang. Tujuan dari aksi ini diduga untuk melakukan penyerangan terhadap Universitas Malahayati di Bandar Lampung.

Di tengah kekhawatiran yang berkembang, seorang perempuan lanjut usia istri pertama Rusli Bintang bernama Rosnati Syech mengirimkan surat resmi kepada pihak kepolisian pada Minggu (6/4). Dalam surat tersebut, Rosnati meminta perlindungan hukum karena merasa terancam akan diserang oleh ratusan orang yang disebut-sebut sebagai preman.

_“Saya hanya ingin merasa aman. Saya khawatir atas keselamatan diri saya dan keluarga,”_ ujar Rosnati saat di whatsaap wartawan

Langkah Rosnati mengajukan permohonan perlindungan ini menjadi sorotan, mengingat usianya yang sudah lanjut dan kekhawatirannya terhadap situasi yang dinilainya mulai tak kondusif.

Rosnati menjelaskan bahwa konflik yang terjadi sebenarnya berakar dari persoalan internal keluarga. Ia mengaku telah berulang kali mengupayakan penyelesaian secara damai.

_“Keadaan ini seharusnya bisa kami selesaikan secara kekeluargaan. Kami sudah beberapa kali mengajak untuk duduk bersama dan berdialog, tapi ajakan itu selalu tidak pernah terlaksana,”_ ungkap Rosnati.

Menurutnya, tindakan kekerasan atau ancaman tidak seharusnya menjadi pilihan, apalagi dalam urusan yang melibatkan hubungan darah dan keluarga besar.

Situasi ini terus berkembang. Pihak Universitas Malahayati pun dikabarkan menjalin komunikasi dengan aparat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.(Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mantan Kadisdik Jambi dan Dua Tersangka Lain Ditahan, Kasus Korupsi DAK Rugikan Negara Rp21,8 Miliar

4 Mei 2026 - 18:17 WIB

Kerinci juara inflansi: kartu kuning untuk pemerintah kabupaten kerinci

4 Mei 2026 - 15:30 WIB

PT SMM Ditutup Paksa Warga: “Lingkungan Kami Jangan Dirusak, Turunkan Kades!”

4 Mei 2026 - 14:39 WIB

Tren Positif! Harga Emas Antam Naik ke Rp2.880.000 Juta per Gram

21 April 2026 - 03:44 WIB

Prediksi Harga Emas Berpotensi Tembus Level Tinggi, Ini Titik yang Dibidik

20 April 2026 - 09:40 WIB

Trending di Headline