Menu

Mode Gelap
Mobil Tangki PT Diandra Kharisma Abadi: Armada Perbantuan Pertamina Jambi Terpantau Masuk Gudang Penimbunan BBM Tambang Emas Tanpa Izin di Tebo Kian Mengkhawatirkan, Sekitar 300 Rakit Beroperasi di Sungai Batanghari Rusak Nama Baik Daerah Kelahiran, Ketum PWDPI Minta Kapolda Lampung Segera Jebloskan Sekda Lamteng ke Penjara! Bombastis! Pengadaan Kipas Angin Koperasi Merah Putih Rp1,8 Triliun, Kewarasan Pemerintah Dipertanyakan Ditpolairud Polda Jambi Sita 6,8 Ton BBM Tanpa Dokumen di Sungai Batanghari, Dua Orang Jadi Tersangka Amplop Untuk Menteri Kehutanan Raja Juli Diduga Bersumber Dari Hasil Memeras 914 Petani

Headline

Beredar Seruan Kumpul di Rajabasa, Diduga untuk Serang Universitas Malahayati

badge-check


					Beredar Seruan Kumpul di Rajabasa, Diduga untuk Serang Universitas Malahayati Perbesar

Beredar Seruan Kumpul di Rajabasa, Diduga untuk Serang Universitas Malahayati

Sebuah pesan berantai tersebar di grup WhatsApp bernama “Tim PAM Hari H Ekse…”. Dalam pesan tersebut, seluruh anggota grup diminta untuk hadir di Terminal Rajabasa pada Senin, 7 April 2025, pukul 07.00 WIB. Pesan itu dikirim oleh seseorang bernama Wilsen dan mengimbau agar para anggota sudah berada di lokasi pada waktu yang ditentukan.

Meskipun tidak dijelaskan tujuan dari pertemuan tersebut, informasi yang beredar menyebutkan bahwa ajakan itu merupakan bagian dari mobilisasi massa yang diduga dikendalikan oleh Rusli Bintang. Tujuan dari aksi ini diduga untuk melakukan penyerangan terhadap Universitas Malahayati di Bandar Lampung.

Di tengah kekhawatiran yang berkembang, seorang perempuan lanjut usia istri pertama Rusli Bintang bernama Rosnati Syech mengirimkan surat resmi kepada pihak kepolisian pada Minggu (6/4). Dalam surat tersebut, Rosnati meminta perlindungan hukum karena merasa terancam akan diserang oleh ratusan orang yang disebut-sebut sebagai preman.

_“Saya hanya ingin merasa aman. Saya khawatir atas keselamatan diri saya dan keluarga,”_ ujar Rosnati saat di whatsaap wartawan

Langkah Rosnati mengajukan permohonan perlindungan ini menjadi sorotan, mengingat usianya yang sudah lanjut dan kekhawatirannya terhadap situasi yang dinilainya mulai tak kondusif.

Rosnati menjelaskan bahwa konflik yang terjadi sebenarnya berakar dari persoalan internal keluarga. Ia mengaku telah berulang kali mengupayakan penyelesaian secara damai.

_“Keadaan ini seharusnya bisa kami selesaikan secara kekeluargaan. Kami sudah beberapa kali mengajak untuk duduk bersama dan berdialog, tapi ajakan itu selalu tidak pernah terlaksana,”_ ungkap Rosnati.

Menurutnya, tindakan kekerasan atau ancaman tidak seharusnya menjadi pilihan, apalagi dalam urusan yang melibatkan hubungan darah dan keluarga besar.

Situasi ini terus berkembang. Pihak Universitas Malahayati pun dikabarkan menjalin komunikasi dengan aparat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.(Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rusak Nama Baik Daerah Kelahiran, Ketum PWDPI Minta Kapolda Lampung Segera Jebloskan Sekda Lamteng ke Penjara!

14 Juli 2026 - 13:22 WIB

Amplop Untuk Menteri Kehutanan Raja Juli Diduga Bersumber Dari Hasil Memeras 914 Petani

13 Juli 2026 - 18:25 WIB

Rumah Anggota Parlemen Irak Digrebek, Dari Sempak Uang Tunai dan Emas Senilai Rp1,03 Triliun Disita

13 Juli 2026 - 16:55 WIB

Pameran “Boru Ni Raja” di ITB: Visualisasi Penghormatan Kepada Perempuan Batak

13 Juli 2026 - 00:37 WIB

Ribuan SHM Masih Terblokir, Warga Jambi Bawa Aspirasi ke DPR RI, Harapkan Kepastian Hukum

12 Juli 2026 - 15:48 WIB

Trending di Headline