Menu

Mode Gelap
Amplop Untuk Menteri Kehutanan Raja Juli Diduga Bersumber Dari Hasil Memeras 914 Petani Rumah Anggota Parlemen Irak Digrebek, Dari Sempak Uang Tunai dan Emas Senilai Rp1,03 Triliun Disita Hiswana Migas dan DPRD Jambi Dorong Penertiban Barcode MyPertamina, Dinilai Perlu Pengawasan Transparan Swiss-Belhotel Jambi Masuk Daftar Lelang Pemerintah, Nilai Limit Capai Rp201,8 Miliar Pameran “Boru Ni Raja” di ITB: Visualisasi Penghormatan Kepada Perempuan Batak Ribuan SHM Masih Terblokir, Warga Jambi Bawa Aspirasi ke DPR RI, Harapkan Kepastian Hukum

Jambi

Warga Bungo Kesulitan Dapat BBM Bersubsidi, Harga Eceran Tembus Rp25 Ribu per Liter

badge-check


					Warga Bungo Kesulitan Dapat BBM Bersubsidi, Harga Eceran Tembus Rp25 Ribu per Liter Perbesar

Muaro Bungo, 24 Desember 2025 – elangnusantara.com — Masyarakat Kabupaten Bungo dalam beberapa hari terakhir mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, hampir di seluruh SPBU yang berada di seputaran Kota Muara Bungo.

Antrean yang mengular menjadi pemandangan sehari-hari dan menimbulkan keresahan warga, terutama bagi masyarakat yang sangat bergantung pada BBM bersubsidi untuk aktivitas sehari-hari. Ironisnya, kelangkaan BBM bersubsidi tidak hanya terjadi di SPBU, tetapi juga merambah ke tingkat pengecer.

Di tingkat eceran, BBM bersubsidi semakin sulit ditemukan. Kalaupun tersedia, harganya melambung tajam hingga mencapai Rp20.000 sampai Rp25.000 per liter, atau naik lebih dari 100 persen dibandingkan harga normal. Kondisi ini semakin memberatkan masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro.

Yang lebih memprihatinkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Bungo hingga kini belum mengetahui secara pasti penyebab kelangkaan BBM bersubsidi tersebut, termasuk faktor pemicu antrean panjang di SPBU.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Bungo, Zukrianto, mengaku pihaknya baru mengambil langkah awal dengan menyurati pengelola SPBU.

“Kami belum mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kelangkaan BBM bersubsidi. Hari ini baru kami mengetik surat untuk memanggil para manajer SPBU,” ujar Zukrianto kepada wartawan, Selasa (23/12/2025).

Ia menjelaskan, pemanggilan tersebut ditujukan kepada seluruh manajer SPBU di Kabupaten Bungo untuk meminta penjelasan terkait penyebab kelangkaan sekaligus mencari solusi guna memulihkan distribusi BBM dan mengurai antrean panjang yang terjadi.

Rencananya, pertemuan tersebut akan digelar pada Rabu (24/12/2025) di ruang rapat Asisten Setda Kabupaten Bungo, dan akan dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, termasuk Asisten Setda dan Kepala Bidang Perdagangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hiswana Migas dan DPRD Jambi Dorong Penertiban Barcode MyPertamina, Dinilai Perlu Pengawasan Transparan

13 Juli 2026 - 16:45 WIB

Swiss-Belhotel Jambi Masuk Daftar Lelang Pemerintah, Nilai Limit Capai Rp201,8 Miliar

13 Juli 2026 - 05:18 WIB

Aktivis Amri S.Pd: BRIVA Tilang & Tahan Kendaraan oleh Satlantas Polres Batanghari Dinilai Janggal, Polda Jambi Diminta Turun Tangan

12 Juli 2026 - 10:01 WIB

BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan QR Code Biosolar di Jambi, Pengawasan SPBU Disorot

12 Juli 2026 - 07:59 WIB

Ketua DPW PWDPI Provinsi Jambi: Pengungkapan Kasus BBM Ilegal oleh Ditreskrimsus Polda Jambi Patut Diapresiasi!

10 Juli 2026 - 16:00 WIB

Trending di Jambi