Menu

Mode Gelap
Kolaborasi Warga dan SKK Migas Dongkrak Lifting Nasional, Jambi Jadi Contoh Pengelolaan Migas Rakyat FPTI Jambi Resmi Dilantik, Targetkan Kebangkitan Prestasi Panjat Tebing Daerah GMNI Jambi Soroti Lemahnya Sinergitas ESDM dan APH dalam Kasus PETI Berkedok Pasir Silika Gejolak PETI Sarolangun: Oknum Polisi “WG” Diduga Pemilik Exavator, Aliansi Masyarakat Dorong Kapolres Segera Lakukan PTDH Jika Terbukti Ratusan Buruh Koperasi TKBM Panjang Menolak Keras Oknum Ormas yang Berpotensi Pecah Belah Buruh Ketum DPP PWDPI Minta Aparat Penegak Hukum Bebaskan Mbah Mujiran Demi Nilai Kemanusiaan

Jambi

Warga Bungo Kesulitan Dapat BBM Bersubsidi, Harga Eceran Tembus Rp25 Ribu per Liter

badge-check


					Warga Bungo Kesulitan Dapat BBM Bersubsidi, Harga Eceran Tembus Rp25 Ribu per Liter Perbesar

Muaro Bungo, 24 Desember 2025 – elangnusantara.com — Masyarakat Kabupaten Bungo dalam beberapa hari terakhir mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, hampir di seluruh SPBU yang berada di seputaran Kota Muara Bungo.

Antrean yang mengular menjadi pemandangan sehari-hari dan menimbulkan keresahan warga, terutama bagi masyarakat yang sangat bergantung pada BBM bersubsidi untuk aktivitas sehari-hari. Ironisnya, kelangkaan BBM bersubsidi tidak hanya terjadi di SPBU, tetapi juga merambah ke tingkat pengecer.

Di tingkat eceran, BBM bersubsidi semakin sulit ditemukan. Kalaupun tersedia, harganya melambung tajam hingga mencapai Rp20.000 sampai Rp25.000 per liter, atau naik lebih dari 100 persen dibandingkan harga normal. Kondisi ini semakin memberatkan masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro.

Yang lebih memprihatinkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Bungo hingga kini belum mengetahui secara pasti penyebab kelangkaan BBM bersubsidi tersebut, termasuk faktor pemicu antrean panjang di SPBU.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Bungo, Zukrianto, mengaku pihaknya baru mengambil langkah awal dengan menyurati pengelola SPBU.

“Kami belum mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kelangkaan BBM bersubsidi. Hari ini baru kami mengetik surat untuk memanggil para manajer SPBU,” ujar Zukrianto kepada wartawan, Selasa (23/12/2025).

Ia menjelaskan, pemanggilan tersebut ditujukan kepada seluruh manajer SPBU di Kabupaten Bungo untuk meminta penjelasan terkait penyebab kelangkaan sekaligus mencari solusi guna memulihkan distribusi BBM dan mengurai antrean panjang yang terjadi.

Rencananya, pertemuan tersebut akan digelar pada Rabu (24/12/2025) di ruang rapat Asisten Setda Kabupaten Bungo, dan akan dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, termasuk Asisten Setda dan Kepala Bidang Perdagangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kolaborasi Warga dan SKK Migas Dongkrak Lifting Nasional, Jambi Jadi Contoh Pengelolaan Migas Rakyat

30 Mei 2026 - 18:20 WIB

FPTI Jambi Resmi Dilantik, Targetkan Kebangkitan Prestasi Panjat Tebing Daerah

30 Mei 2026 - 17:53 WIB

GMNI Jambi Soroti Lemahnya Sinergitas ESDM dan APH dalam Kasus PETI Berkedok Pasir Silika

29 Mei 2026 - 02:30 WIB

Warga Aur Kenali Tolak Stockpile dan Jalan Khusus, WALHI Jambi Desak Perlindungan Ruang Hidup

23 Mei 2026 - 08:19 WIB

Polisi dan BPN Ukur Ulang Lahan di RT 20 Kasang Pudak, Dugaan Jual Beli Ganda dan Pergeseran Patok Disorot

9 Mei 2026 - 15:15 WIB

Trending di Jambi