Menu

Mode Gelap
Ketua PWDPI Jambi & PMII Sarolangun Minta Pemerintah Tata Arah Kebijakan Sektor Pertambangan Rakyat Melalui Skema WPR IPR Yang Dianjurkan Negara! Bujang Diduga Jadi Dalang Pengoperasian Gudang Penimbunan Solar Subsidi di Jalan Nes Kabupaten Muaro Jambi Pengembang Terkenal di Kasang Pudak Berinisial F Diduga Menjadi Dalang Kasus Penyerobotan Tanah dan Jual Beli Ganda Antrean Mobil Pelangsir Mengular di SPBU 24.361.13 Lingkar Barat, Diduga Ada Pembiaran dan Praktik Monopoli BBM Bersubsidi Kasus Proyek DLH Lamtim, Ketum PWDPI Dorong KPK Turun Tangan, Dugaan Kendali Perusahaan Rekanan Jadi Sorotan Dugaan Selisih Rp46,4 Miliar, PWDPI Jambi Dorong Audit BPK dan SPI atas Pembelian Lahan PTPN IV Regional 4

Headline

Walhi Jambi: Stop Proyek Perusak Lingkungan Kota Jambi, Kembalikan Fungsi Lahan JBC Sebagai Keseimbangan Ekologis

badge-check


					Walhi Jambi: Stop Proyek Perusak Lingkungan Kota Jambi, Kembalikan Fungsi Lahan JBC Sebagai Keseimbangan Ekologis Perbesar

Walhi Jambi: Stop Proyek Perusak Lingkungan Kota Jambi, Kembalikan Fungsi Lahan JBC Sebagai Keseimbangan Ekologis

Kota Jambi – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jambi menggelar aksi protes serta meminta Pemerintah Daerah Jambi tegas menghukum perusahaan yang merusak lingkungan dan menimbulkan kerugian ekologis. Aksi ini disampaikan dengan membentang poster dalam forum Seminar Sehari “Pemkot Jambi Mendengar” yang berlangsung di aula Rumah Dinas Walikota Jambi, Rabu (14 Mei 2025).

Kota Jambi saat ini sedang menjadi perhatian serius terkait masalah lingkungan dari sederetan kasus kerusakan lingkungan yang ada di Provinsi Jambi, setelah beberapa titik pemukiman dan fasilitas umum mengalami banjir yang tidak biasa pada awal April 2025,terutama di kawasan Simpang Mayang dan sekitarnya.

Temuan anggota lembaga Walhi Jambi (Perkumpulan Hijau), sedikitnya ada tiga titik pembangunan di Kota Jambi penyebab banjir dan telah secara terang-terangan merusak lingkungan,yakni Jambi Business Center (JBC), Jamtos, dan Perumahan Roma Estate. Ketiga proyek pembangunan ini telah merubah sepadan sungai menjadi beton beton, yang menghilangkan keseimbangan ekologis sungai.

Pembangunan JBC dilakukan di kawasan khusus rawan bencana banjir, hal ini diaturdalam Undang- Undang No 17 Tahun 2019 tentang Sumber DayaAir, kemudian diperkuat dengan Perda Provinsi Jambi No 7 tahun 2024-2044 yang kembali menyatakan bahwa kawasan JBC masuk dalam kawasan rawan bencana banjir.

Namun JBC bukannya lebih serius dalam mempertimbangkan daya dukung lingkungan karena wilayahnya masuk dalam kawasan rawan banjir ,malah menambah parah persoalan dengan menghilangankan keseimbangan ekologis yang sudah tersistematis secara alami, begitupun dengan proyek pembangunan lain seperti Jamtos dan Perumahan Roma Estate yang mengabaikan daya dukung lingkungan.

“Kita tidak anti terhadap pembangunan ekonomi yang menciptakan lapangan kerja, tapi kita menolak pembangunan yang merusak lingkungan dan menimbulkan penderitaan di masyarakat demi keuntungan pengusaha,” kata Direktur Walhi Jambi, Oscar Anugrah, Rabu, 14 Mei 2025.

Oscar juga menyampaikan, bahwa berdasarkan dari sudut elevasinya area JBC dan Jamtos merupakan daerah dataran rendah atau cekungan, untuk wilayah Simpang IV Sipin dan sekitarnya yang secara fungsi alami wilayah tersebut menjadi terminal sementara air yang mengalir dari drainase wilayah sekitar.

Dalam sebuah seminar bertema “Model Kolaborasi Penanganan Banjir”, yang diselenggarakan Sahabat Alam Jambi tersebut adalah momentum yang tepat bagi Walhi Jambi untuk menyampaikan apa yang menajadi persoalan terkait banjir, dan pemerintah harus tegas menanganinya.

Menyikapi persoalan banjir Kota Jambi yang disebabkan oleh buruknya pengaturan tata ruangdan pemberian izin pembangunan yang serampangan kepada pengusaha, maka Walhi Jambi menyapaikan tututan sebagaiberikut:

Gubernur Jambi harus meninjau ulang seluruh bentuk kerja sama antara Pemprov Jambi dengan pihak pengelola JBC.
Kembalikan fungsi area JBC, Jamtos dan Perumahan Roma Estate sebagai area tangkapan air untuk wilayah permukiman sekitar.

Mengambil langkah tegas termasuk pemutusan kerja sama jika pengelola terbukti lalai dalam pelaksanaan pembangunan JBC.

“Cabut izin JBC,Jamtos,dan Roma Recident yang telah merusak lingkungan.
Stop pembangunan yang tidak punya daya dukung lingkungan.”

Salam adil dan lestari!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua PWDPI Jambi & PMII Sarolangun Minta Pemerintah Tata Arah Kebijakan Sektor Pertambangan Rakyat Melalui Skema WPR IPR Yang Dianjurkan Negara!

8 Maret 2026 - 09:57 WIB

Antrean Mobil Pelangsir Mengular di SPBU 24.361.13 Lingkar Barat, Diduga Ada Pembiaran dan Praktik Monopoli BBM Bersubsidi

6 Maret 2026 - 03:10 WIB

Kasus Proyek DLH Lamtim, Ketum PWDPI Dorong KPK Turun Tangan, Dugaan Kendali Perusahaan Rekanan Jadi Sorotan

5 Maret 2026 - 12:58 WIB

Dugaan Selisih Rp46,4 Miliar, PWDPI Jambi Dorong Audit BPK dan SPI atas Pembelian Lahan PTPN IV Regional 4

5 Maret 2026 - 09:12 WIB

Donatur Misterius Sumbangkan 21 Kg Emas untuk Perbaikan Pipa Air Kota Osaka Jepang

22 Februari 2026 - 12:04 WIB

Trending di Headline

atm138

atm138

mpo500 slot

mpo500 link login

mpo500 link login

mpo500 login

mpo500 login

mpo500

mpo500

mpo500

situs mpo500

situs mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

situs mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

mpo500

https://drinkydrinkproject.com/

https://drinkydrinkproject.com/martini/

https://clubshenonkop.com/

mpo500

mpo500

mpo500

https://theabqreviews.com/

https://theabqreviews.com/2023/03/14/padillas-mexican-kitchen/

https://solosluteva.com/

https://maackitchen.com/