Jambi, 3 Agustus 2026 – elangnusantara.com – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan bahwa aktivitas penumpukan batu bara (stockpile) yang berada di dalam Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi harus segera dipindahkan sebagai bagian dari upaya melindungi salah satu situs sejarah dan budaya terpenting di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Fadli Zon saat menghadiri kegiatan di Universitas Jambi. Menurutnya, keberadaan stockpile batu bara di kawasan cagar budaya tidak sejalan dengan semangat pelestarian warisan budaya nasional yang saat ini terus didorong pemerintah.
Ia menegaskan bahwa pemerintah menginginkan seluruh aktivitas yang berpotensi mengganggu kelestarian kawasan cagar budaya dipindahkan ke lokasi yang sesuai dengan ketentuan tata ruang dan perlindungan lingkungan.
“Kawasan cagar budaya harus dijaga. Stockpile batu bara yang berada di kawasan tersebut harus dipindahkan agar pelestarian situs bersejarah dapat berjalan optimal,” tegas Fadli Zon.
Menurut Menteri Kebudayaan, status Kawasan Cagar Budaya Nasional membawa konsekuensi hukum yang wajib dipatuhi oleh seluruh pihak. Segala aktivitas yang berpotensi merusak nilai sejarah, budaya maupun lingkungan di kawasan tersebut dapat bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan mengenai pelestarian cagar budaya.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jambi menyatakan masih menunggu arahan dan keputusan resmi dari Kementerian Kebudayaan mengenai pembagian zona di kawasan KCBN Muarajambi, mengingat pengelolaan kawasan tersebut menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa apabila suatu lokasi masuk dalam zona inti cagar budaya, maka aktivitas yang berpotensi mengganggu kelestarian kawasan tidak diperbolehkan. Sementara pada zona penyangga, pemanfaatan ruang tetap harus memenuhi ketentuan dan tidak boleh merusak lingkungan maupun nilai sejarah kawasan.
Sebelumnya, keberadaan sejumlah stockpile batu bara di sekitar kawasan Candi Muarajambi telah lama menjadi perhatian masyarakat, pemerhati budaya, akademisi, serta aktivis lingkungan. Mereka menilai aktivitas industri di sekitar kawasan berpotensi mengganggu upaya pelestarian situs yang menjadi salah satu kandidat Warisan Dunia UNESCO.
Dorongan agar aktivitas stockpile dipindahkan kembali menguat bersamaan dengan kunjungan Menteri Kebudayaan ke Jambi. Berbagai kalangan berharap langkah pemerintah tidak berhenti pada pernyataan, tetapi diikuti dengan kebijakan dan tindakan nyata untuk menjaga kelestarian Kawasan Cagar Budaya Nasional Muarajambi sebagai warisan sejarah bangsa bagi generasi mendatang.











