Menu

Mode Gelap
Dilema PETI di Jambi: Antara Kebutuhan Perut dan Keserakahan, Saat Sungai Batanghari Terus Menanggung Beban! Gelombang Protes Warga Menguat, Masyarakat Jambi Desak Penyelamatan Sungai Batanghari dari Kerusakan Lingkungan Extinction Rebellion Jambi Gelar Aksi Damai, Soroti Ancaman Kerusakan Sungai Batanghari Menbud Fadli Zon Tegaskan Stockpile Batu Bara Harus Keluar dari Kawasan Cagar Budaya Nasional Muarajambi Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di Jambi Kembali Mencuat, PT Jefri Abidin AB Jadi Sorotan Kacau! BNNP Jambi Amankan 1 Anggota Satpol PP Kota Jambi, Bongkar Kasus 766 Butir Pil Ekstasi

Jambi

Extinction Rebellion Jambi Gelar Aksi Damai, Soroti Ancaman Kerusakan Sungai Batanghari

badge-check


					Extinction Rebellion Jambi Gelar Aksi Damai, Soroti Ancaman Kerusakan Sungai Batanghari Perbesar

Jambi, 3 Agustus 2026 – elangnusantara.com – Extinction Rebellion (XR) Jambi menggelar aksi damai di kawasan Jembatan Gentala Arasy, Kota Jambi, Senin (3/8/2026), sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi Sungai Batanghari yang dinilai semakin terancam akibat aktivitas industri ekstraktif dan eksploitasi sumber daya alam yang berlangsung di sepanjang daerah aliran sungai (DAS).

Dalam aksi tersebut, para peserta membentangkan spanduk bertuliskan “IKLIM GENTING, NEGARA SINTING, PERUBAHAN PENTING” serta ”#JagaJambiJagaBumi”. Aksi berlangsung secara damai dan bertujuan mengajak masyarakat serta pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap krisis lingkungan yang dinilai semakin nyata dirasakan masyarakat Jambi.

Menurut para peserta aksi, Sungai Batanghari bukan sekadar bentang alam, melainkan sumber kehidupan bagi jutaan masyarakat yang menggantungkan kebutuhan air, mata pencaharian, hingga keberlangsungan ekosistem di Provinsi Jambi.

Mereka menilai berbagai aktivitas industri, termasuk pertambangan dan kegiatan ekstraktif lainnya di sepanjang DAS Batanghari, telah berkontribusi terhadap meningkatnya sedimentasi, pencemaran air, kerusakan habitat, serta memperbesar risiko bencana ekologis seperti banjir dan degradasi kualitas lingkungan.

Koordinator aksi, Ryono, mengatakan bahwa aksi damai tersebut merupakan bentuk peringatan kepada seluruh pemangku kepentingan agar tidak lagi mengabaikan kondisi Sungai Batanghari yang terus mengalami tekanan.

“Hari ini kami hadir bukan untuk mencari sensasi, tetapi menyampaikan suara alam yang selama ini seolah diabaikan. Sungai Batanghari adalah urat nadi kehidupan masyarakat Jambi. Jika kerusakannya terus dibiarkan, maka yang terancam bukan hanya lingkungan, tetapi juga kesehatan, ekonomi, dan masa depan generasi berikutnya. Kami mendesak pemerintah agar mengambil langkah tegas menghentikan berbagai aktivitas yang merusak sungai serta memastikan penegakan hukum lingkungan berjalan tanpa pandang bulu,” tegas Ryono.

Ia menambahkan bahwa krisis iklim dan kerusakan lingkungan bukan lagi persoalan yang akan terjadi di masa mendatang, melainkan sudah dirasakan masyarakat melalui perubahan cuaca ekstrem, menurunnya kualitas air, hingga semakin rentannya ekosistem sungai.

Sementara itu, aktivis mahasiswa Ahmad Khatib Lubis menilai penyelamatan Sungai Batanghari harus menjadi agenda bersama seluruh elemen bangsa, bukan hanya tanggung jawab kelompok pegiat lingkungan.

“Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kepentingan rakyat dan menjaga kelestarian lingkungan. Batanghari tidak boleh dipandang semata sebagai objek ekonomi yang dapat dieksploitasi tanpa batas. Sungai ini adalah ruang hidup masyarakat Jambi. Negara harus hadir memastikan pembangunan berjalan seimbang dengan perlindungan lingkungan. Penegakan hukum terhadap pelaku pencemaran maupun perusakan lingkungan harus dilakukan secara konsisten agar memberikan efek jera,” ujar Ahmad Khatib Lubis.

Melalui aksi tersebut, Extinction Rebellion Jambi juga menyerukan agar pemerintah memperkuat pengawasan terhadap aktivitas industri di sepanjang Daerah Aliran Sungai Batanghari, melakukan pemulihan kawasan yang telah mengalami kerusakan, serta melibatkan masyarakat dalam upaya menjaga keberlanjutan ekosistem.

Aksi damai ditutup dengan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian Sungai Batanghari sebagai warisan alam yang memiliki nilai ekologis, sosial, dan ekonomi bagi kehidupan masyarakat Jambi.

“Jaga Sungai. Jaga Hutan. Jaga Masa Depan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dilema PETI di Jambi: Antara Kebutuhan Perut dan Keserakahan, Saat Sungai Batanghari Terus Menanggung Beban!

3 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Gelombang Protes Warga Menguat, Masyarakat Jambi Desak Penyelamatan Sungai Batanghari dari Kerusakan Lingkungan

3 Agustus 2026 - 10:08 WIB

Menbud Fadli Zon Tegaskan Stockpile Batu Bara Harus Keluar dari Kawasan Cagar Budaya Nasional Muarajambi

3 Agustus 2026 - 01:36 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di Jambi Kembali Mencuat, PT Jefri Abidin AB Jadi Sorotan

2 Agustus 2026 - 23:51 WIB

Kacau! BNNP Jambi Amankan 1 Anggota Satpol PP Kota Jambi, Bongkar Kasus 766 Butir Pil Ekstasi

30 Juli 2026 - 08:32 WIB

Trending di Jambi