Menu

Mode Gelap
UNESCO Dijadwalkan Lakukan Revalidasi Geopark Merangin: Pemkab dan Polisi Kalang Kabut Tertibkan PETI Krisis Ekologi Kian Nyata: Sungai Batanghari Kian Dangkal, PETI Dituding Sebagai Penyebab Sedimentasi Mayoritas Warganet Menolak PETI: “Air Dulu Jernih, Kini Keruh” Dilema Tuntutan Ekonomi dan Kerusakan Ekologi Dilema PETI di Jambi: Antara Kebutuhan Perut dan Keserakahan, Saat Sungai Batanghari Terus Menanggung Beban! Gelombang Protes Warga Menguat, Masyarakat Jambi Desak Penyelamatan Sungai Batanghari dari Kerusakan Lingkungan Extinction Rebellion Jambi Gelar Aksi Damai, Soroti Ancaman Kerusakan Sungai Batanghari

Jambi

Krisis Ekologi Kian Nyata: Sungai Batanghari Kian Dangkal, PETI Dituding Sebagai Penyebab Sedimentasi

badge-check


					Krisis Ekologi Kian Nyata: Sungai Batanghari Kian Dangkal, PETI Dituding Sebagai Penyebab Sedimentasi Perbesar

Jambi, 4 Agustus 2026 – elangnusantara.com – Debit air Sungai Batanghari, sungai terpanjang di Pulau Sumatera sekaligus sumber kehidupan jutaan masyarakat, dilaporkan terus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir seiring berlangsungnya musim kemarau. Kondisi tersebut menyebabkan permukaan air di sejumlah titik menyusut, memperlihatkan tepian sungai yang semakin melebar dan mengganggu aktivitas masyarakat yang bergantung pada aliran sungai.

Penurunan debit air tidak hanya dipengaruhi oleh minimnya curah hujan selama musim kemarau, tetapi juga diduga diperparah oleh kerusakan kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS), berkurangnya tutupan hutan, sedimentasi, serta aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang masih berlangsung di berbagai wilayah sepanjang Daerah Aliran Sungai Batanghari.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran berbagai kalangan. Berkurangnya volume air dapat mempercepat penurunan kualitas air, meningkatkan konsentrasi pencemar, serta mengancam habitat berbagai jenis ikan dan biota perairan. Di sisi lain, masyarakat yang memanfaatkan Sungai Batanghari sebagai sumber air baku, jalur transportasi, hingga mata pencaharian turut merasakan dampaknya.

Pendangkalan akibat sedimentasi juga menjadi persoalan yang semakin nyata. Material tanah yang terbawa dari kawasan hulu dan aktivitas pembukaan lahan menyebabkan dasar sungai terus mengalami pendangkalan. Ketika musim kemarau tiba, kondisi tersebut membuat aliran air semakin dangkal sehingga mengurangi kapasitas sungai dalam menyimpan air.

Sejumlah pemerhati lingkungan menilai fenomena ini merupakan sinyal bahwa kondisi ekosistem Sungai Batanghari membutuhkan perhatian serius. Upaya penegakan hukum terhadap aktivitas yang merusak lingkungan, rehabilitasi kawasan hulu, pemulihan daerah resapan air, serta pengelolaan daerah aliran sungai secara berkelanjutan dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

Apabila kondisi ini terus berlanjut tanpa langkah pemulihan yang nyata, Sungai Batanghari dikhawatirkan akan menghadapi krisis ekologis yang berdampak luas terhadap lingkungan, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat Jambi. Sungai yang selama berabad-abad menjadi urat nadi kehidupan itu kini menghadapi tantangan besar yang membutuhkan komitmen bersama dari pemerintah, dunia usaha, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat.

Musim kemarau memang lazim menyebabkan penurunan debit sungai. Namun, ketika kondisi tersebut diperparah oleh kerusakan lingkungan, dampaknya menjadi jauh lebih besar. Oleh karena itu, penyelamatan Sungai Batanghari tidak lagi dapat ditunda, mengingat keberlangsungan sungai ini merupakan penopang utama kehidupan masyarakat dan ekosistem di Provinsi Jambi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

UNESCO Dijadwalkan Lakukan Revalidasi Geopark Merangin: Pemkab dan Polisi Kalang Kabut Tertibkan PETI

4 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Mayoritas Warganet Menolak PETI: “Air Dulu Jernih, Kini Keruh” Dilema Tuntutan Ekonomi dan Kerusakan Ekologi

4 Agustus 2026 - 05:33 WIB

Dilema PETI di Jambi: Antara Kebutuhan Perut dan Keserakahan, Saat Sungai Batanghari Terus Menanggung Beban!

3 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Gelombang Protes Warga Menguat, Masyarakat Jambi Desak Penyelamatan Sungai Batanghari dari Kerusakan Lingkungan

3 Agustus 2026 - 10:08 WIB

Extinction Rebellion Jambi Gelar Aksi Damai, Soroti Ancaman Kerusakan Sungai Batanghari

3 Agustus 2026 - 05:50 WIB

Trending di Jambi