Jakarta, 22 Maret 2026 – elangnusantara.com – Pergerakan investor asing di pasar saham Indonesia kian agresif, khususnya pada sektor pertambangan emas. Lonjakan harga emas global mendorong aksi akumulasi besar-besaran yang menghasilkan keuntungan fantastis bagi pelaku pasar global.
Raksasa investasi asal Amerika Serikat, BlackRock, dilaporkan berhasil meraup keuntungan hingga ratusan miliar rupiah dari transaksi saham emiten emas di Indonesia.
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjadi target utama aksi beli investor asing. Kedua emiten tersebut mencatat peningkatan minat yang signifikan seiring tren kenaikan harga emas dunia.
Sepanjang awal tahun hingga pertengahan Maret 2026, arus dana asing terus mengalir deras ke saham-saham berbasis komoditas, khususnya emas. Kondisi ini tidak terlepas dari meningkatnya ketidakpastian global yang membuat emas kembali dilirik sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Meski harga saham ANTM telah mengalami kenaikan cukup tinggi, aksi beli investor asing belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Hal ini mencerminkan optimisme terhadap prospek jangka menengah hingga panjang sektor tambang emas nasional.
Di sisi lain, pergerakan ini juga menandai perubahan strategi investor global yang mulai meningkatkan eksposur pada komoditas, terutama emas, sebagai antisipasi terhadap volatilitas pasar keuangan dan tekanan ekonomi global.
Sejumlah analis menilai, selama tren harga emas dunia masih berada dalam fase bullish, saham emiten seperti ANTM dan BRMS berpotensi melanjutkan penguatan. Namun demikian, risiko koreksi tetap perlu diwaspadai, terutama jika terjadi tekanan pada harga emas global.
Dengan derasnya aliran dana asing dan tingginya minat terhadap sektor tambang, saham emas Indonesia diperkirakan masih akan menjadi salah satu primadona di pasar modal dalam waktu dekat.











