Menu

Mode Gelap
Divonis 15 Tahun Penjara, Kerry Adrianto Wajib Bayar Uang Pengganti Rp2,9 Triliun dalam Kasus Korupsi Migas BlackRock Kantongi Cuan Ratusan Miliar dari Saham Emas RI, Asing Makin Agresif Borong ANTM dan BRMS Iran Izinkan Kapal Lewat Selat Hormuz Asal Bayar Pakai Yuan Arah Negeri Luncurkan Program Website Gratis untuk Organisasi Mahasiswa Dan Pemuda Diduga Dana Rp8 Miliar Bantuan Perkebunan Diselewengkan, Warga Dusun Mudo Geram: Ketua KUD Mengaku, Kades Bungkam Isu Jaringan PETI Batang Asai Memanas, Nama Uda Zainal dan Dugaan Beking Ikut Disebut

Headline

BlackRock Kantongi Cuan Ratusan Miliar dari Saham Emas RI, Asing Makin Agresif Borong ANTM dan BRMS

badge-check


					BlackRock Kantongi Cuan Ratusan Miliar dari Saham Emas RI, Asing Makin Agresif Borong ANTM dan BRMS Perbesar

Jakarta, 22 Maret 2026 – elangnusantara.com – Pergerakan investor asing di pasar saham Indonesia kian agresif, khususnya pada sektor pertambangan emas. Lonjakan harga emas global mendorong aksi akumulasi besar-besaran yang menghasilkan keuntungan fantastis bagi pelaku pasar global.

Raksasa investasi asal Amerika Serikat, BlackRock, dilaporkan berhasil meraup keuntungan hingga ratusan miliar rupiah dari transaksi saham emiten emas di Indonesia.

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjadi target utama aksi beli investor asing. Kedua emiten tersebut mencatat peningkatan minat yang signifikan seiring tren kenaikan harga emas dunia.

Sepanjang awal tahun hingga pertengahan Maret 2026, arus dana asing terus mengalir deras ke saham-saham berbasis komoditas, khususnya emas. Kondisi ini tidak terlepas dari meningkatnya ketidakpastian global yang membuat emas kembali dilirik sebagai aset lindung nilai (safe haven).

Meski harga saham ANTM telah mengalami kenaikan cukup tinggi, aksi beli investor asing belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Hal ini mencerminkan optimisme terhadap prospek jangka menengah hingga panjang sektor tambang emas nasional.

Di sisi lain, pergerakan ini juga menandai perubahan strategi investor global yang mulai meningkatkan eksposur pada komoditas, terutama emas, sebagai antisipasi terhadap volatilitas pasar keuangan dan tekanan ekonomi global.

Sejumlah analis menilai, selama tren harga emas dunia masih berada dalam fase bullish, saham emiten seperti ANTM dan BRMS berpotensi melanjutkan penguatan. Namun demikian, risiko koreksi tetap perlu diwaspadai, terutama jika terjadi tekanan pada harga emas global.

Dengan derasnya aliran dana asing dan tingginya minat terhadap sektor tambang, saham emas Indonesia diperkirakan masih akan menjadi salah satu primadona di pasar modal dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Divonis 15 Tahun Penjara, Kerry Adrianto Wajib Bayar Uang Pengganti Rp2,9 Triliun dalam Kasus Korupsi Migas

22 Maret 2026 - 03:32 WIB

Diduga Dana Rp8 Miliar Bantuan Perkebunan Diselewengkan, Warga Dusun Mudo Geram: Ketua KUD Mengaku, Kades Bungkam

19 Maret 2026 - 03:43 WIB

Isu Jaringan PETI Batang Asai Memanas, Nama Uda Zainal dan Dugaan Beking Ikut Disebut

15 Maret 2026 - 12:36 WIB

Ketua PWDPI Jambi & PMII Sarolangun Minta Pemerintah Tata Arah Kebijakan Sektor Pertambangan Rakyat Melalui Skema WPR IPR Yang Dianjurkan Negara!

8 Maret 2026 - 09:57 WIB

Antrean Mobil Pelangsir Mengular di SPBU 24.361.13 Lingkar Barat, Diduga Ada Pembiaran dan Praktik Monopoli BBM Bersubsidi

6 Maret 2026 - 03:10 WIB

Trending di Headline