Menu

Mode Gelap
Diduga Lakukan Penyelewengan BBM dan Ganti Plat di Pinggir Jalan, Mobil Tangki PT Karo Jambi Jadi Sorotan Mahasiswa Disabilitas UIN STS Jambi Raih Predikat Cumlaude, Bukti Kampus Inklusif Mampu Cetak Prestasi KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Hadirkan Edukasi Anti Bullying di SD IT Wahdatul Ummah Kota Metero Danau Ranau: Secuil Surga Di Balik Bukit, Destinasi Ideal Wisatawan Forum Ekonomi Bisnis 2026: Jambi Genjot Optimalisasi Sektor Energi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Diduga Jual Bayi Kandung Seharga Rp20 Juta, Seorang Pria di Jambi Diamankan Polisi

Headline

Anggaran Rp75 Miliar Digelontorkan, Pemkot Jambi Siap Tuntaskan Banjir Sungai Asam

badge-check


					Anggaran Rp75 Miliar Digelontorkan, Pemkot Jambi Siap Tuntaskan Banjir Sungai Asam Perbesar

Jambi, elangnusantara.com – Penanggulangan banjir yang selama ini menjadi momok bagi warga Kota Jambi akhirnya menemukan titik terang. Pemerintah Kota Jambi mendapat suntikan dana segar sebesar Rp75 miliar, hasil sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemkot Jambi sendiri. Anggaran ini difokuskan untuk membenahi sistem pengendalian banjir di kawasan kritis Sungai Asam.

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., saat menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Jambi, Selasa (15/7/2025) di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota.

FGD bertajuk “Membedah Program 100 Hari Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi Menuju Kota Jambi Bahagia” ini menjadi ruang strategis bagi para akademisi dan pakar lintas bidang untuk memberi evaluasi awal terhadap kepemimpinan baru pasca Pilkada 2024.

Dalam forum tersebut, Maulana menjabarkan rincian sumber anggaran: Rp45 miliar dari Kementerian PUPR, Rp25 miliar dari Pemerintah Provinsi Jambi (yang akan disahkan dalam Perubahan APBD), dan Rp5 miliar dari kas APBD Kota Jambi.

“Jika sistem pengendalian banjir di Sungai Asam berjalan maksimal, potensi genangan bisa ditekan hingga 60 persen. Ini bukan janji, ini komitmen kerja nyata,” tegas Maulana.

Langkah konkret akan diarahkan pada normalisasi aliran Sungai Asam, pembangunan dan peremajaan rumah pompa, serta revitalisasi jaringan drainase yang kerap tersumbat dan memicu banjir saat hujan deras melanda.

Sejumlah tokoh hadir dan memberi catatan kritis, di antaranya: Prof. Syamsurizal Tan, Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.A., Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., Prof. Dr. Ir. Aswandi, M.Si., Kaspul Anwar, M.Pd., Ph.D., dan Arfan Aziz, M.Sos.Sc., Ph.D. Forum ini menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan tidak bisa dilepaskan dari telaah akademik yang tajam dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Ketua ICMI Kota Jambi menyampaikan bahwa FGD ini merupakan bagian dari peran cendekiawan untuk ikut mengawal kebijakan daerah secara independen dan berlandaskan kepentingan publik.

“Seratus hari pertama pemerintahan adalah jendela awal bagi arah pembangunan. Kita dorong agar setiap langkah didasarkan pada kajian yang kuat dan keberpihakan pada warga,” ujarnya.

Melalui sinergi antara ilmu pengetahuan dan kekuatan kebijakan, Kota Jambi diharapkan tidak hanya menata sistem drainase, tetapi juga membangun fondasi tata kelola kota yang lebih tahan terhadap perubahan iklim dan risiko bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Hadirkan Edukasi Anti Bullying di SD IT Wahdatul Ummah Kota Metero

25 Juli 2026 - 15:43 WIB

Danau Ranau: Secuil Surga Di Balik Bukit, Destinasi Ideal Wisatawan

25 Juli 2026 - 15:41 WIB

Viral Klaim 325 Kilogram Emas di Rumah Eks Wakil Menteri, Ini Hasil Penelusuran Fakta

23 Juli 2026 - 12:41 WIB

Semua Pihak Diminta Berhemat, Ekonom Dukung Penghapusan Usulan Tambahan Anggaran IKN

22 Juli 2026 - 08:25 WIB

Limbah PLTU Batubara Rugikan Rakyat, Koalisi Sumatera Terang Desak Presiden Beralih ke Energi Bersih

21 Juli 2026 - 08:46 WIB

Trending di Headline