Menu

Mode Gelap
Amplop Untuk Menteri Kehutanan Raja Juli Diduga Bersumber Dari Hasil Memeras 914 Petani Rumah Anggota Parlemen Irak Digrebek, Dari Sempak Uang Tunai dan Emas Senilai Rp1,03 Triliun Disita Hiswana Migas dan DPRD Jambi Dorong Penertiban Barcode MyPertamina, Dinilai Perlu Pengawasan Transparan Swiss-Belhotel Jambi Masuk Daftar Lelang Pemerintah, Nilai Limit Capai Rp201,8 Miliar Pameran “Boru Ni Raja” di ITB: Visualisasi Penghormatan Kepada Perempuan Batak Ribuan SHM Masih Terblokir, Warga Jambi Bawa Aspirasi ke DPR RI, Harapkan Kepastian Hukum

Headline

Anggaran Rp75 Miliar Digelontorkan, Pemkot Jambi Siap Tuntaskan Banjir Sungai Asam

badge-check


					Anggaran Rp75 Miliar Digelontorkan, Pemkot Jambi Siap Tuntaskan Banjir Sungai Asam Perbesar

Jambi, elangnusantara.com – Penanggulangan banjir yang selama ini menjadi momok bagi warga Kota Jambi akhirnya menemukan titik terang. Pemerintah Kota Jambi mendapat suntikan dana segar sebesar Rp75 miliar, hasil sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemkot Jambi sendiri. Anggaran ini difokuskan untuk membenahi sistem pengendalian banjir di kawasan kritis Sungai Asam.

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., saat menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Jambi, Selasa (15/7/2025) di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota.

FGD bertajuk “Membedah Program 100 Hari Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi Menuju Kota Jambi Bahagia” ini menjadi ruang strategis bagi para akademisi dan pakar lintas bidang untuk memberi evaluasi awal terhadap kepemimpinan baru pasca Pilkada 2024.

Dalam forum tersebut, Maulana menjabarkan rincian sumber anggaran: Rp45 miliar dari Kementerian PUPR, Rp25 miliar dari Pemerintah Provinsi Jambi (yang akan disahkan dalam Perubahan APBD), dan Rp5 miliar dari kas APBD Kota Jambi.

“Jika sistem pengendalian banjir di Sungai Asam berjalan maksimal, potensi genangan bisa ditekan hingga 60 persen. Ini bukan janji, ini komitmen kerja nyata,” tegas Maulana.

Langkah konkret akan diarahkan pada normalisasi aliran Sungai Asam, pembangunan dan peremajaan rumah pompa, serta revitalisasi jaringan drainase yang kerap tersumbat dan memicu banjir saat hujan deras melanda.

Sejumlah tokoh hadir dan memberi catatan kritis, di antaranya: Prof. Syamsurizal Tan, Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.A., Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., Prof. Dr. Ir. Aswandi, M.Si., Kaspul Anwar, M.Pd., Ph.D., dan Arfan Aziz, M.Sos.Sc., Ph.D. Forum ini menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan tidak bisa dilepaskan dari telaah akademik yang tajam dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Ketua ICMI Kota Jambi menyampaikan bahwa FGD ini merupakan bagian dari peran cendekiawan untuk ikut mengawal kebijakan daerah secara independen dan berlandaskan kepentingan publik.

“Seratus hari pertama pemerintahan adalah jendela awal bagi arah pembangunan. Kita dorong agar setiap langkah didasarkan pada kajian yang kuat dan keberpihakan pada warga,” ujarnya.

Melalui sinergi antara ilmu pengetahuan dan kekuatan kebijakan, Kota Jambi diharapkan tidak hanya menata sistem drainase, tetapi juga membangun fondasi tata kelola kota yang lebih tahan terhadap perubahan iklim dan risiko bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Amplop Untuk Menteri Kehutanan Raja Juli Diduga Bersumber Dari Hasil Memeras 914 Petani

13 Juli 2026 - 18:25 WIB

Rumah Anggota Parlemen Irak Digrebek, Dari Sempak Uang Tunai dan Emas Senilai Rp1,03 Triliun Disita

13 Juli 2026 - 16:55 WIB

Pameran “Boru Ni Raja” di ITB: Visualisasi Penghormatan Kepada Perempuan Batak

13 Juli 2026 - 00:37 WIB

Ribuan SHM Masih Terblokir, Warga Jambi Bawa Aspirasi ke DPR RI, Harapkan Kepastian Hukum

12 Juli 2026 - 15:48 WIB

Laporan Warga Bergulir Hingga Kejagung, Ketua DPW PWDPI Kepri: Izin Baru Tambang Bauksit di Pulau Belat dan Penarah Harus Ditunda!

12 Juli 2026 - 15:24 WIB

Trending di Headline