Menu

Mode Gelap
Kebijakan Sampah Walikota Kota Jambi Disorot, PWDPI Dorong Evaluasi dari Perspektif Hukum dan Etika Politik Dihajar Jawa Tengah 3-1 di Laga Kedua, Banteng Jambi United Terpuruk ke Dasar Klasemen Karhutla Muaro Jambi Mengganas, PBP Dorong Pencegahan Berbasis Masyarakat Mega Wati Soekarno Putri Geram Lihat Laki-Laki Memble “Pengen Saya Tamparin Semua” KPK Jambi Gelar Aksi di Polda Jambi, Soroti Dugaan Mafia BBM, Kelangkaan Bahan Bakar dan Akan Gelar Aksi Lanjutan! Karhutla Muaro Jambi: SEKBER PSDH Dorong Evaluasi Perhutanan Sosial dan Tata Kelola Hidrologi Gambut Berbasis KHG

Headline

Semua Pihak Diminta Berhemat, Ekonom Dukung Penghapusan Usulan Tambahan Anggaran IKN

badge-check


					Semua Pihak Diminta Berhemat, Ekonom Dukung Penghapusan Usulan Tambahan Anggaran IKN Perbesar

Jambi, 22 Juli 2026 – elangnusantara.com

Kebijakan pemerintah untuk memperketat pengelolaan anggaran negara kembali menjadi sorotan. Di tengah upaya efisiensi belanja negara yang diberlakukan pada berbagai kementerian dan lembaga, sejumlah ekonom menilai langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang tidak menyetujui usulan tambahan anggaran pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai keputusan yang tepat.

Penolakan tersebut muncul setelah Otorita IKN sebelumnya mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp2,8 triliun di luar pagu anggaran tahun 2026 yang telah ditetapkan sebesar Rp6 triliun. Tambahan dana tersebut direncanakan untuk mendukung pembangunan tahap lanjutan, pengelolaan aset yang telah dibangun, serta pembebasan lahan. (inilah.com⁠)

Sejumlah pengamat ekonomi menilai bahwa kondisi fiskal saat ini mengharuskan pemerintah memprioritaskan belanja yang benar-benar mendesak dan berdampak langsung terhadap masyarakat. Dalam situasi efisiensi anggaran, seluruh kementerian, lembaga, hingga proyek strategis nasional dinilai perlu menyesuaikan diri dengan kemampuan keuangan negara.

Menurut pandangan tersebut, pembangunan IKN tetap dapat berjalan sesuai kemampuan fiskal pemerintah tanpa harus membebani APBN secara berlebihan. Prinsip kehati-hatian dinilai menjadi kunci agar stabilitas keuangan negara tetap terjaga, sekaligus memberikan ruang bagi pembiayaan sektor-sektor yang lebih mendesak seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, serta program penguatan ekonomi masyarakat. (inilah.com⁠)

Pengelolaan anggaran yang disiplin juga dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola keuangan negara. Di tengah perlambatan ekonomi global dan berbagai tantangan fiskal, kebijakan penghematan diharapkan dapat diterapkan secara merata tanpa pengecualian.

Pemerintah sendiri terus menegaskan bahwa pembangunan nasional harus tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas sehingga setiap rupiah anggaran negara dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Investigasi Khusus: Puluhan Excavator Milik PT Daffa Mitra Forestry Diduga Dialihfungsikan Untuk PETI di Merangin

26 Juli 2026 - 17:40 WIB

Antisipasi Geng Motor dan Balap Liar, Wali Kota Maulana Pimpin Patroli Gabungan Skala Besar di Kota Jambi

26 Juli 2026 - 11:49 WIB

KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Hadirkan Edukasi Anti Bullying di SD IT Wahdatul Ummah Kota Metero

25 Juli 2026 - 15:43 WIB

Danau Ranau: Secuil Surga Di Balik Bukit, Destinasi Ideal Wisatawan

25 Juli 2026 - 15:41 WIB

Viral Klaim 325 Kilogram Emas di Rumah Eks Wakil Menteri, Ini Hasil Penelusuran Fakta

23 Juli 2026 - 12:41 WIB

Trending di Headline