Menu

Mode Gelap
Polisi dan BPN Ukur Ulang Lahan di RT 20 Kasang Pudak, Dugaan Jual Beli Ganda dan Pergeseran Patok Disorot Polisi Gerebek Markas Judi Online di Hayam Wuruk Jakarta Barat, 321 WNA Diamankan Prediksi Harga Emas Antam 7 Mei 2026 Bergerak Fluktuatif, Investor Diminta Waspada Pasal 613 KUHP Jadi Kunci, Penegak Hukum Diminta Utamakan Sanksi Administratif Digerebek Istri di Kamar Kos, Oknum Wakil Dekan UIN STS Jambi Dinonaktifkan Risma Desak Dewas Periksa Penyidik KPK, Soroti Aliran Dana “Ketok Palu” ke Tim Pemenangan Masnah–BBS

Headline

Air Mata Haru di Danau Malahayati: Dr. Muhammad Kadafi Kembali Santuni Anak Yatim dengan Cinta yang Tak Pernah Putus

badge-check


					Air Mata Haru di Danau Malahayati: Dr. Muhammad Kadafi Kembali Santuni Anak Yatim dengan Cinta yang Tak Pernah Putus Perbesar

Air Mata Haru di Danau Malahayati: Dr. Muhammad Kadafi Kembali Santuni Anak Yatim dengan Cinta yang Tak Pernah Putus

Bandar Lampung, Minggu (20/04) — Di tepi Danau Malahayati yang tenang, haru menyeruak di antara senyum para ibu dan anak yatim yang hadir. Di sanalah, Dr. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., Rektor Universitas Malahayati, kembali membuktikan bahwa kasih sayang dan kepedulian bukan sekadar kata, tetapi hadir dalam bentuk nyata.

Seperti pekan-pekan sebelumnya, Bang Dafi—begitu beliau akrab disapa—melaksanakan agenda mulianya: menyantuni anak-anak yatim dan ibu-ibu mereka. Hari ini, giliran anak-anak dan ibu yatim dari Kecamatan Tanjung Karang dan Tanjung Senang, Bandar Lampung yang menerima sembako dan perhatian penuh cinta.

Namun santunan ini bukanlah hal baru. Sudah bertahun-tahun lamanya, Universitas Malahayati di bawah kepemimpinan Dr. Kadafi menjadikan kepedulian kepada anak yatim sebagai bagian dari jiwanya. Tidak hanya membantu dengan sembako, tetapi juga dengan pendidikan, pekerjaan, bahkan ibadah.

“Kalau ada adik yatim yang berprestasi, ibunya saya berangkatkan umroh. Karena saya percaya, kesuksesan seorang anak lahir dari doa dan perjuangan seorang ibu,” ucapnya, membuat banyak ibu tak kuasa menahan air mata.

Hingga kini, lebih dari 1.300 anak dan ibu yatim di Provinsi Lampung telah menjadi binaan Universitas Malahayati. Anak-anak itu tak hanya diberi harapan, tapi juga masa depan—banyak dari mereka telah disekolahkan hingga jenjang perguruan tinggi, bahkan ada yang berhasil menyelesaikan pendidikan S2. Sementara para ibunya, tak sedikit yang kini diberdayakan dan bekerja di lingkungan kampus, agar mereka bisa menjalani hidup dengan lebih layak dan bermartabat.

Di tengah kesibukannya sebagai akademisi, pengusaha, dan tokoh masyarakat, Bang Dafi selalu menyempatkan waktu untuk hadir bersama mereka yang kehilangan sosok ayah, dan ibu yang berjuang sendiri. Di matanya, anak-anak yatim bukan objek bantuan—mereka adalah amanah dan titipan Tuhan yang harus dijaga, dibesarkan, dan diberdayakan.

Dan di setiap pelukan yang ia berikan, di setiap sembako yang ia bagikan, ada harapan yang tumbuh: bahwa masa depan anak-anak yatim itu akan tetap terang, selama masih ada hati yang peduli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Gerebek Markas Judi Online di Hayam Wuruk Jakarta Barat, 321 WNA Diamankan

9 Mei 2026 - 11:28 WIB

Prediksi Harga Emas Antam 7 Mei 2026 Bergerak Fluktuatif, Investor Diminta Waspada

8 Mei 2026 - 04:36 WIB

Mantan Kadisdik Jambi dan Dua Tersangka Lain Ditahan, Kasus Korupsi DAK Rugikan Negara Rp21,8 Miliar

4 Mei 2026 - 18:17 WIB

Kerinci juara inflansi: kartu kuning untuk pemerintah kabupaten kerinci

4 Mei 2026 - 15:30 WIB

PT SMM Ditutup Paksa Warga: “Lingkungan Kami Jangan Dirusak, Turunkan Kades!”

4 Mei 2026 - 14:39 WIB

Trending di Headline