Menu

Mode Gelap
Satresnarkoba Polresta Jambi Sisir Pulau Pandan, Enam Orang Positif Narkoba Diamankan Komentar Warganet Jadi Cermin Kerinduan akan Sungai Batanghari Yang Pernah Jernih di Tahun 2015 Zulhas Bantah Isu Kopdes di Tengah Laut: “Gimana Nyemennya?” Heboh! 135 Kopdes Merah Putih ‘Berada’ di Laut? Ketika Data Digital Lebih Cepat daripada Verifikasi GPM Jambi Desak Kejati Usut Dugaan Korupsi Program FPKM Rp8,9 Miliar di Tanjab Barat Terungkap! Polisi Klaim Sudah Kantongi Identitas Terduga Pelaku Pembobolan Pipa Pertamina

Jambi

Komentar Warganet Jadi Cermin Kerinduan akan Sungai Batanghari Yang Pernah Jernih di Tahun 2015

badge-check


					Screenshot Perbesar

Screenshot

Jambi, 6 Agustus 2026 – elangnusantara.com – Kondisi Sungai Batanghari yang kini tampak keruh kembali menjadi sorotan publik. Di media sosial, sejumlah warganet membagikan kenangan mereka tentang masa ketika sungai terpanjang di Sumatera itu masih memiliki air yang lebih jernih dibandingkan sekarang.

Komentar-komentar tersebut muncul di akun TikTok elangnusantara.com, menyusul berbagai pemberitaan mengenai kondisi Sungai Batanghari dan dampak aktivitas yang diduga memengaruhi kualitas air sungai.

Salah seorang warganet dengan akun @Nzwcutie🍀 mengaku masih mengingat kondisi Batanghari sekitar tahun 2015.

“Dulu Sungai Batanghari dak sekeruh ini kak, dulu bahkan tu aek masih biso diminum tanpa filter. Ni foto sekitar tahun 2015 baru nian hilang kabut asap, sejak waktu itu udah mulai keruh sampe sekarang.”

Komentar tersebut mengundang respons dari pengguna lain yang juga memiliki pengalaman serupa. Akun @ويديا.★ menuliskan bahwa berdasarkan arsip dan dokumentasi lama, Batanghari memang pernah memiliki air yang jauh lebih jernih.

“Kalo di tengok di arsip lamo, sungai tu emang pernah aek nyo jernih.”

Sementara itu, akun @Edo Kurniawan, yang mengaku tinggal di kawasan bantaran Sungai Batanghari, berharap kondisi sungai dapat kembali seperti dahulu. Ia menyinggung bahwa air baku untuk kebutuhan masyarakat juga berasal dari Sungai Batanghari.

“Bro air PAM yang di daerah Broni nyedot aek Batanghari. Walaupun dak warno biro, kami selaku yang tinggal di pinggir sungai pengen nian aek nyo bersih kayak dulu, dak kayak sekarang bercampur tanah. Tambah keruh sekarang ini.”

Rangkaian komentar tersebut menggambarkan adanya kerinduan masyarakat terhadap kondisi Sungai Batanghari yang dinilai pernah lebih bersih. Meski merupakan pengalaman dan pandangan pribadi para warganet, komentar tersebut mencerminkan perhatian publik terhadap perubahan kualitas air sungai yang menjadi sumber kehidupan bagi jutaan masyarakat di Provinsi Jambi.

Berbagai penelitian dan laporan dari lembaga pemerintah maupun organisasi lingkungan selama beberapa tahun terakhir juga menunjukkan bahwa kualitas Sungai Batanghari menghadapi berbagai tantangan, mulai dari sedimentasi, pencemaran, hingga tekanan akibat aktivitas di daerah aliran sungai. Faktor-faktor tersebut memerlukan penanganan terpadu melalui pengawasan, penegakan hukum, rehabilitasi kawasan hulu, serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Bagi banyak warga Jambi, Sungai Batanghari bukan sekadar aliran air, melainkan bagian dari sejarah, budaya, dan sumber kehidupan. Harapan agar sungai kembali bersih dan sehat menjadi aspirasi yang terus disuarakan masyarakat demi keberlanjutan lingkungan dan generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satresnarkoba Polresta Jambi Sisir Pulau Pandan, Enam Orang Positif Narkoba Diamankan

6 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Zulhas Bantah Isu Kopdes di Tengah Laut: “Gimana Nyemennya?”

6 Agustus 2026 - 05:37 WIB

Heboh! 135 Kopdes Merah Putih ‘Berada’ di Laut? Ketika Data Digital Lebih Cepat daripada Verifikasi

6 Agustus 2026 - 05:32 WIB

GPM Jambi Desak Kejati Usut Dugaan Korupsi Program FPKM Rp8,9 Miliar di Tanjab Barat

6 Agustus 2026 - 05:16 WIB

Terungkap! Polisi Klaim Sudah Kantongi Identitas Terduga Pelaku Pembobolan Pipa Pertamina

5 Agustus 2026 - 05:56 WIB

Trending di Jambi