Jambi, 3 Agustus 2026 – elangnusantara.com – Kondisi Sungai Batanghari yang semakin keruh kembali memicu keprihatinan masyarakat. Di berbagai platform media sosial, suara-suara protes terus bermunculan. Warga menilai sungai terpanjang di Pulau Sumatera itu telah kehilangan kejernihan dan keindahan yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Jambi.
Salah satu komentar yang ramai mendapat perhatian datang dari akun media sosial @asbak08. Dalam unggahannya, ia membayangkan betapa indahnya Jambi apabila air Sungai Batanghari kembali jernih dari wilayah Bungo hingga Kota Jambi. Menurutnya, sungai yang bersih tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga berpotensi menghidupkan sektor pariwisata serta meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia juga mempertanyakan mengapa para tokoh adat, tokoh budaya, maupun seluruh elemen masyarakat belum bersatu menyuarakan penyelamatan Sungai Batanghari. Baginya, sungai tersebut merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama karena selama puluhan tahun menjadi sumber air, mata pencaharian, serta bagian dari identitas masyarakat Jambi.
Dalam komentarnya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak lagi memilih diam terhadap kerusakan yang terjadi. Menurutnya, sudah saatnya masyarakat bersatu melawan segala bentuk aktivitas yang diduga merusak Sungai Batanghari demi menyelamatkan warisan alam bagi generasi mendatang.
Komentar tersebut juga menepis anggapan bahwa penyebab utama kekeruhan sungai berasal dari aktivitas masyarakat tradisional seperti memancing, menjala, memasang pukat, menangkul ikan, maupun usaha keramba. Menurutnya, aktivitas-aktivitas tersebut telah berlangsung turun-temurun dan tidak pernah menyebabkan perubahan warna air sungai secara signifikan.
Sebaliknya, ia menduga kekeruhan Sungai Batanghari lebih banyak dipengaruhi oleh berbagai aktivitas pertambangan yang berlangsung di sepanjang daerah aliran sungai. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai pendapat yang menyatakan bahwa air sungai yang keruh belum tentu berbahaya, sebab kondisi tersebut dinilai tetap merupakan bentuk kerusakan lingkungan yang harus segera dihentikan.
Unggahan tersebut mencerminkan keresahan yang semakin meluas di tengah masyarakat Jambi. Banyak warga berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait mengambil langkah nyata untuk mengendalikan berbagai aktivitas yang berpotensi mencemari Sungai Batanghari.
Sungai Batanghari selama ini dikenal sebagai urat nadi kehidupan masyarakat Jambi. Selain menjadi sumber air dan mata pencaharian, sungai ini juga memiliki nilai sejarah, budaya, serta potensi ekonomi yang besar apabila kualitas lingkungannya dapat dipulihkan.
Masyarakat berharap upaya penyelamatan Sungai Batanghari tidak berhenti pada wacana semata, melainkan diwujudkan melalui pengawasan yang lebih ketat, penegakan hukum terhadap pelaku pencemaran apabila terbukti melanggar ketentuan, serta program pemulihan ekosistem secara berkelanjutan agar sungai kebanggaan masyarakat Jambi dapat kembali jernih dan lestari.











