Menu

Mode Gelap
BPK Ungkap Dugaan Kerugian Daerah di PUPR Tebo, Pola Berulang Indikasikan Masalah Sistemik Update Harga Emas dan Perak Hari Ini Selasa 24 Maret 2026 Naik, Cek Daftar Lengkapnya di Sini! Emas Sempat Anjlok, Berbalik Arah Usai Pernyataan Mendadak Donald Trump Dunia Mengakui! Indonesia Negara Paling Bermoral, AS Justru Yang Terendah Divonis 15 Tahun Penjara, Kerry Adrianto Wajib Bayar Uang Pengganti Rp2,9 Triliun dalam Kasus Korupsi Migas BlackRock Kantongi Cuan Ratusan Miliar dari Saham Emas RI, Asing Makin Agresif Borong ANTM dan BRMS

Jambi

BPK Ungkap Dugaan Kerugian Daerah di PUPR Tebo, Pola Berulang Indikasikan Masalah Sistemik

badge-check


					BPK Ungkap Dugaan Kerugian Daerah di PUPR Tebo, Pola Berulang Indikasikan Masalah Sistemik Perbesar

Jambi, 25 Maret 2026 — Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jambi terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2024 mengungkap sejumlah temuan serius pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tebo.

Temuan tersebut mencakup kekurangan volume pekerjaan, kelebihan pembayaran, hingga ketidaksesuaian spesifikasi teknis dalam berbagai paket proyek, dengan nilai yang tidak sedikit dan berpotensi menimbulkan kerugian keuangan daerah.

Berdasarkan data yang dihimpun, pada sektor pemeliharaan gedung dan bangunan saja, ditemukan kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp113.181.877,19. Dari jumlah tersebut, baru sebagian kecil yang ditindaklanjuti, sementara sisanya sebesar Rp98.668.477,19 hingga kini belum diselesaikan.

Tidak hanya itu, dalam belanja modal peralatan dan mesin, ditemukan kelebihan pembayaran dalam jumlah besar. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kelebihan pembayaran sebesar Rp967.773.226,25, dengan sisa yang belum dikembalikan ke kas daerah mencapai Rp518.503.636,64.

Temuan lainnya juga muncul pada belanja modal gedung dan bangunan, di mana masih terdapat kekurangan volume pekerjaan yang belum ditindaklanjuti sebesar Rp42.695.900,27.

Lebih jauh, pada sektor jalan, irigasi, dan jaringan, BPK menemukan kekurangan volume dan ketidaksesuaian spesifikasi teknis dengan nilai mencapai Rp1.335.048.811,80, yang tersebar di sejumlah paket pekerjaan.

Yang menjadi perhatian serius, temuan-temuan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan menunjukkan pola berulang pada berbagai proyek dengan jenis pelanggaran yang serupa.

Dalam beberapa kasus, proses pengadaan barang dan jasa juga diduga tidak melalui mekanisme penilaian kewajaran harga. Bahkan, terdapat indikasi bahwa informasi pagu anggaran telah disampaikan kepada penyedia sebelum produk ditayangkan dalam sistem e-Katalog, yang berpotensi membuka ruang pengondisian harga.

Selain itu, ditemukan pula praktik pertanggungjawaban belanja yang tidak mencerminkan harga riil pembelian, melainkan disesuaikan dengan pagu anggaran yang tersedia.

Kondisi ini mengindikasikan adanya kelemahan serius dalam sistem pengendalian internal serta pengawasan pelaksanaan kegiatan di lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Tebo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Iran Izinkan Kapal Lewat Selat Hormuz Asal Bayar Pakai Yuan

21 Maret 2026 - 17:31 WIB

Arah Negeri Luncurkan Program Website Gratis untuk Organisasi Mahasiswa Dan Pemuda

20 Maret 2026 - 05:06 WIB

DPD GRIB Jaya Provinsi Jambi Dukung Penanganan Sampah, Jalin Koordinasi dengan TPS 3R Jaya Abadi

14 Maret 2026 - 05:11 WIB

PMII Jambi Desak Kejelasan Hukum Kasus DAK Disdik, Soroti Nama Gubernur dalam Persidangan

12 Maret 2026 - 22:40 WIB

Bujang Diduga Jadi Dalang Pengoperasian Gudang Penimbunan Solar Subsidi di Jalan Nes Kabupaten Muaro Jambi

7 Maret 2026 - 22:27 WIB

Trending di Jambi