Menu

Mode Gelap
GMNI Jambi Soroti Lemahnya Sinergitas ESDM dan APH dalam Kasus PETI Berkedok Pasir Silika Gejolak PETI Sarolangun: Oknum Polisi “WG” Diduga Pemilik Exavator, Aliansi Masyarakat Dorong Kapolres Segera Lakukan PTDH Jika Terbukti Ratusan Buruh Koperasi TKBM Panjang Menolak Keras Oknum Ormas yang Berpotensi Pecah Belah Buruh Ketum DPP PWDPI Minta Aparat Penegak Hukum Bebaskan Mbah Mujiran Demi Nilai Kemanusiaan Ketum PWDPI M. Nurullah RS: APH Wajib Telusuri Pemilik Bank Keliling dan Asal Usul Senjata Tajam/Peluru Razia PETI di Pulau Aro: Diduga Alat Berat Milik “WG” Oknum Polres Sarolangun Ditangkap di Lahan Bonet Pelawan

Headline

Emas Sempat Anjlok, Berbalik Arah Usai Pernyataan Mendadak Donald Trump

badge-check


					Emas Sempat Anjlok, Berbalik Arah Usai Pernyataan Mendadak Donald Trump Perbesar

Jakarta, 24 Maret 2026 – elangnusantara.com – Harga emas dunia berhasil memangkas koreksi tajam setelah sempat mengalami tekanan signifikan pada awal perdagangan. Perubahan arah ini terjadi menyusul pernyataan tak terduga dari Donald Trump terkait dinamika konflik di Timur Tengah.

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas sempat anjlok hingga lebih dari 5 persen dan menyentuh level sekitar US$4.200-an per ons. Penurunan ini mencerminkan kepanikan pasar di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik serta tekanan dari ekspektasi kebijakan moneter global.

Namun situasi berbalik dalam waktu singkat. Pernyataan Donald Trump yang mengisyaratkan peluang de-eskalasi konflik langsung meredakan kekhawatiran investor. Sentimen pasar pun berubah, mendorong harga emas untuk bangkit dan memangkas sebagian besar kerugiannya.

Analis menilai, pergerakan tajam ini menunjukkan bahwa pasar global saat ini sangat sensitif terhadap isu geopolitik. Tidak hanya data ekonomi, tetapi juga pernyataan tokoh politik mampu memicu perubahan signifikan dalam waktu singkat.

Selain emas, sejumlah logam mulia lainnya seperti perak, platinum, dan paladium juga mengalami tekanan dalam perdagangan yang sama. Hal ini menandakan adanya pergeseran strategi investor di tengah ketidakpastian global.

Di sisi lain, ekspektasi terhadap suku bunga yang lebih tinggi turut menjadi faktor yang menekan daya tarik emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung ditinggalkan ketika instrumen lain seperti obligasi menjadi lebih menarik.

Meski demikian, ketidakpastian terkait konflik di Timur Tengah—khususnya yang melibatkan Iran—masih menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan pasar. Setiap perkembangan terbaru berpotensi kembali memicu volatilitas tinggi.

Ke depan, harga emas diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif. Investor diimbau untuk mencermati perkembangan geopolitik global serta kebijakan ekonomi negara-negara besar sebelum mengambil keputusan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gejolak PETI Sarolangun: Oknum Polisi “WG” Diduga Pemilik Exavator, Aliansi Masyarakat Dorong Kapolres Segera Lakukan PTDH Jika Terbukti

27 Mei 2026 - 21:52 WIB

Ratusan Buruh Koperasi TKBM Panjang Menolak Keras Oknum Ormas yang Berpotensi Pecah Belah Buruh

25 Mei 2026 - 00:08 WIB

Ketum DPP PWDPI Minta Aparat Penegak Hukum Bebaskan Mbah Mujiran Demi Nilai Kemanusiaan

25 Mei 2026 - 00:06 WIB

Ketum PWDPI M. Nurullah RS: APH Wajib Telusuri Pemilik Bank Keliling dan Asal Usul Senjata Tajam/Peluru

25 Mei 2026 - 00:04 WIB

Ketua PC PMII Sarolangun, Nanda: Polres Harus Bertindak Tanpa Pandang Bulu Terhadap PETI

23 Mei 2026 - 10:38 WIB

Trending di Headline