Jambi, 21 Januari 2026 – elangnusantara.com – Gelombang keresahan publik kembali menguat di Kota Jambi. Sejumlah elemen masyarakat menyuarakan undangan terbuka kepada seluruh warga untuk bergabung dalam aksi bersama menuntut penegakan hukum yang adil dan tidak berpihak.
Aksi tersebut direncanakan berlangsung di Kantor Wali Kota Jambi, mulai 22 Januari 2026 hingga satu minggu ke depan, sebagai bentuk tekanan moral dan politik terhadap pemerintah daerah agar bersikap tegas terhadap berbagai pelanggaran hukum, khususnya terkait tata ruang dan kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat.
Undangan ini ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat Kota Jambi, mulai dari mahasiswa, pelajar, buruh, petani, pedagang, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, jurnalis, aktivis, hingga warga umum yang memiliki kepedulian terhadap keadilan dan masa depan kota.
Dalam seruannya, penggerak aksi menegaskan bahwa persoalan yang disuarakan bukan kepentingan kelompok tertentu, melainkan kepentingan publik yang menyangkut hak hidup, ruang kota, dan supremasi hukum. Pembiaran terhadap pelanggaran tata ruang serta praktik ketidakadilan dinilai berpotensi memperparah ketimpangan sosial dan merusak tatanan kota.
“Ketidakadilan yang dibiarkan hari ini akan menjadi beban bagi generasi mendatang. Kota Jambi tidak boleh dikelola dengan keberpihakan pada kepentingan segelintir pihak,” demikian kutipan pernyataan dalam undangan terbuka tersebut.
Aksi ini disebut sebagai ruang konsolidasi rakyat yang dilakukan secara terbuka dan damai, dengan tujuan mendorong pemerintah daerah agar menegakkan aturan secara konsisten, transparan, dan berkeadilan.
Masyarakat diimbau untuk hadir dan berpartisipasi sebagai bentuk kontrol sosial serta penegasan bahwa Kota Jambi adalah milik seluruh warganya, bukan milik kekuasaan atau kepentingan tertentu.
“Bersama kita kuat. Bersama kita lawan ketidakadilan,” demikian penutup seruan aksi.











