Menu

Mode Gelap
Dunia Mengakui! Indonesia Negara Paling Bermoral, AS Justru Yang Terendah Divonis 15 Tahun Penjara, Kerry Adrianto Wajib Bayar Uang Pengganti Rp2,9 Triliun dalam Kasus Korupsi Migas BlackRock Kantongi Cuan Ratusan Miliar dari Saham Emas RI, Asing Makin Agresif Borong ANTM dan BRMS Iran Izinkan Kapal Lewat Selat Hormuz Asal Bayar Pakai Yuan Arah Negeri Luncurkan Program Website Gratis untuk Organisasi Mahasiswa Dan Pemuda Diduga Dana Rp8 Miliar Bantuan Perkebunan Diselewengkan, Warga Dusun Mudo Geram: Ketua KUD Mengaku, Kades Bungkam

Headline

Erlangga Siswijaya Diusung Keluarga Besar PMII Unila, Bawa Semangat Kaderisasi yang Lebih Berdampak

badge-check


					Erlangga Siswijaya Diusung Keluarga Besar PMII Unila, Bawa Semangat Kaderisasi yang Lebih Berdampak Perbesar

Bandar Lampung — Nama Erlangga Siswijaya resmi diusung sebagai calon Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Bandar Lampung dalam Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XXXVIII yang akan digelar Agustus 2025. Dukungan ini datang dari keluarga besar PMII Universitas Lampung, termasuk lintas rayon, alumni, dan simpul-simpul kader aktif yang selama ini terlibat dalam penguatan organisasi di kampus.

Erlangga sendiri bukan sosok baru. Ia merupakan mantan Ketua Rayon PMII Pertanian Unila periode 2023–2024, dan dikenal aktif dalam berbagai forum kaderisasi, advokasi, serta kegiatan gerakan mahasiswa di lingkungan Unila maupun luar kampus.

Selain itu, Erlangga juga tergabung sebagai anggota  Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Lampung. Seperti diketahui  PWDPI yang saat ini sudah memiliki pengurus di 30 Provinsi serta ada 900 lebih media yang tergabung.

*Bukan Sekadar Maju, Tapi Membawa Gagasan*

Dalam pencalonannya, Erlangga membawa visi:

“Mewujudkan PMII Cabang Bandar Lampung sebagai organisasi kader yang progresif, responsif, dan profesional dalam mendistribusikan serta mengawal kompetensi kader demi terbangunnya kaderisasi yang berkelanjutan dan berdampak.”

Visi ini kemudian dijabarkan dalam empat misi utama:

1. Mengoptimalkan distribusi kader, agar setiap kader punya peran dan ruang aktualisasi.

2. ⁠Menguatkan kompetensi kader, baik secara intelektual, teknis, maupun advokatif.

3. ⁠Meningkatkan pengawasan dan evaluasi kaderisasi, dari tahap MAPABA hingga tingkat lanjut.

4. ⁠Membangun kultur kaderisasi yang inklusif dan kolaboratif, agar semangat belajar dan bergerak bisa dirasakan semua kader.

*Suara dari Kader, Bukan Sekadar Struktur*

Ketua Rayon PMII Pertanian, Dimas Adea Putra, menegaskan bahwa pencalonan Erlangga lahir dari proses konsolidasi dan diskusi panjang bersama kader-kader aktif.

“Kami tidak sekadar mengusung nama. Ini suara kolektif dari mereka yang bekerja di lapangan. Erlangga kami nilai sebagai kader yang memahami proses, dekat dengan kader, dan punya ide konkret untuk perubahan,” ujarnya.

Sementara itu, Erlangga menyampaikan bahwa keputusannya maju bukan karena ambisi pribadi, tapi bentuk tanggung jawab terhadap proses kaderisasi yang harus terus diperbaiki.

“Saya hanya melanjutkan apa yang sudah banyak kita bangun bersama. PMII harus jadi ruang yang benar-benar memfasilitasi tumbuhnya kader—bukan hanya hadir di struktur, tapi juga di kehidupan nyata,” katanya.

Sekretaris Umum PC PMII Bandar Lampung, Jefriyadi, menyambut baik hadirnya dinamika ini menjelang Konfercab.

“Setiap kader terbaik punya hak untuk maju. Forum Konfercab adalah tempat untuk adu ide, bukan sekadar soal siapa yang lebih kuat. Kami di cabang siap membuka ruang sebesar-besarnya untuk proses yang sehat dan terbuka,” tuturnya.

Menanti Konfercab, Menyusun Arah Baru

Konfercab PMII Cabang Bandar Lampung ke-XXXVIII rencananya akan berlangsung Agustus 2025. Forum ini menjadi ruang penting untuk menentukan arah gerak organisasi ke depan, sekaligus memperkuat kembali nilai-nilai kaderisasi dan peran strategis PMII di tengah dinamika zaman.

Dukungan terhadap Erlangga menjadi bagian dari semangat kolektif kader PMII Universitas Lampung, yang berharap kepemimpinan baru di cabang mampu membawa perubahan yang lebih nyata—baik di tubuh organisasi, maupun di medan sosial yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dunia Mengakui! Indonesia Negara Paling Bermoral, AS Justru Yang Terendah

22 Maret 2026 - 12:51 WIB

Divonis 15 Tahun Penjara, Kerry Adrianto Wajib Bayar Uang Pengganti Rp2,9 Triliun dalam Kasus Korupsi Migas

22 Maret 2026 - 03:32 WIB

BlackRock Kantongi Cuan Ratusan Miliar dari Saham Emas RI, Asing Makin Agresif Borong ANTM dan BRMS

22 Maret 2026 - 03:16 WIB

Diduga Dana Rp8 Miliar Bantuan Perkebunan Diselewengkan, Warga Dusun Mudo Geram: Ketua KUD Mengaku, Kades Bungkam

19 Maret 2026 - 03:43 WIB

Isu Jaringan PETI Batang Asai Memanas, Nama Uda Zainal dan Dugaan Beking Ikut Disebut

15 Maret 2026 - 12:36 WIB

Trending di Headline