Menu

Mode Gelap
Iran Izinkan Kapal Lewat Selat Hormuz Asal Bayar Pakai Yuan Arah Negeri Luncurkan Program Website Gratis untuk Organisasi Mahasiswa Dan Pemuda Diduga Dana Rp8 Miliar Bantuan Perkebunan Diselewengkan, Warga Dusun Mudo Geram: Ketua KUD Mengaku, Kades Bungkam Isu Jaringan PETI Batang Asai Memanas, Nama Uda Zainal dan Dugaan Beking Ikut Disebut DPD GRIB Jaya Provinsi Jambi Dukung Penanganan Sampah, Jalin Koordinasi dengan TPS 3R Jaya Abadi PMII Jambi Desak Kejelasan Hukum Kasus DAK Disdik, Soroti Nama Gubernur dalam Persidangan

Jambi

Mafia Minyak Tanah Ilegal di Jalan Syailendra Bernama Darsih Diduga Bebas Beroperasi di Wilayah Alam Barajo

badge-check


					Mafia Minyak Tanah Ilegal di Jalan Syailendra Bernama Darsih Diduga Bebas Beroperasi di Wilayah Alam Barajo Perbesar

Mafia Minyak Tanah Ilegal di Jalan Syailendra Bernama Darsih Diduga Bebas Beroperasi di Wilayah Alam Barajo

Jambi – Kasus pengoplosan dan peredaran minyak ilegal kembali mencuat di Kota Jambi. Kali ini, sorotan tertuju pada seorang bernama Darsih, yang diduga menjadi otak operasi mafia minyak ilegal di Jalan Sailendra, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo. Menurut tim investigasi, Darsih secara rutin mengambil minyak dari sumber ilegal di kawasan Simpang Gas, Sumatera Selatan, untuk kemudian didistribusikan ke wilayah Jambi.

Tak hanya itu, Darsih juga diduga memiliki gudang penyimpanan minyak ilegal di wilayah Alam Barajo. Seorang narasumber yang berdomisili di sekitar lokasi mengungkapkan, gudang tersebut kerap digunakan untuk menampung minyak oplosan sebelum diedarkan ke pasaran. “Gudang itu selalu tertutup rapat, tapi sering tercium bau menyengat dari dalam. Warga sekitar sudah curiga, tapi takut untuk melaporkan,” ujar narasumber yang enggan disebutkan namanya.

Modus operandi Darsih terbilang rapi. Ia menggunakan mobil APV untuk mengangkut minyak ilegal tersebut. Tim investigasi menemukan, Darsih memiliki setidaknya dua mobil pengangkut, salah satunya dengan nomor polisi BH 1301 RA. Mobil-mobil ini kerap terlihat mondar-mandir antara Simpang Gas dan Alam Barajo, mengindikasikan aktivitas distribusi minyak ilegal yang terorganisir.

Maraknya kasus pengoplosan minyak di Jambi belakangan ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Minyak oplosan tidak hanya merugikan negara karena menghindari pajak, tetapi juga membahayakan konsumen karena kualitasnya yang tidak terjamin. “Kami meminta aparat kepolisian daerah Jambi untuk segera mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap kasus ini. Mafia minyak seperti ini harus diberantas sampai ke akar-akarnya,” tegas seorang anggota tim investigasi.

Masyarakat pun berharap, tindakan tegas dari aparat dapat menghentikan praktik mafia minyak yang telah lama meresahkan ini. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin kasus serupa akan terus bermunculan, mengancam stabilitas ekonomi dan keamanan energi di wilayah Jambi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Iran Izinkan Kapal Lewat Selat Hormuz Asal Bayar Pakai Yuan

21 Maret 2026 - 17:31 WIB

Arah Negeri Luncurkan Program Website Gratis untuk Organisasi Mahasiswa Dan Pemuda

20 Maret 2026 - 05:06 WIB

Diduga Dana Rp8 Miliar Bantuan Perkebunan Diselewengkan, Warga Dusun Mudo Geram: Ketua KUD Mengaku, Kades Bungkam

19 Maret 2026 - 03:43 WIB

Isu Jaringan PETI Batang Asai Memanas, Nama Uda Zainal dan Dugaan Beking Ikut Disebut

15 Maret 2026 - 12:36 WIB

DPD GRIB Jaya Provinsi Jambi Dukung Penanganan Sampah, Jalin Koordinasi dengan TPS 3R Jaya Abadi

14 Maret 2026 - 05:11 WIB

Trending di Jambi