Menu

Mode Gelap
Mobil Tangki PT Diandra Kharisma Abadi: Armada Perbantuan Pertamina Jambi Terpantau Masuk Gudang Penimbunan BBM Tambang Emas Tanpa Izin di Tebo Kian Mengkhawatirkan, Sekitar 300 Rakit Beroperasi di Sungai Batanghari Rusak Nama Baik Daerah Kelahiran, Ketum PWDPI Minta Kapolda Lampung Segera Jebloskan Sekda Lamteng ke Penjara! Bombastis! Pengadaan Kipas Angin Koperasi Merah Putih Rp1,8 Triliun, Kewarasan Pemerintah Dipertanyakan Ditpolairud Polda Jambi Sita 6,8 Ton BBM Tanpa Dokumen di Sungai Batanghari, Dua Orang Jadi Tersangka Amplop Untuk Menteri Kehutanan Raja Juli Diduga Bersumber Dari Hasil Memeras 914 Petani

Jambi

Mafia Minyak Tanah Ilegal di Jalan Syailendra Bernama Darsih Diduga Bebas Beroperasi di Wilayah Alam Barajo

badge-check


					Mafia Minyak Tanah Ilegal di Jalan Syailendra Bernama Darsih Diduga Bebas Beroperasi di Wilayah Alam Barajo Perbesar

Mafia Minyak Tanah Ilegal di Jalan Syailendra Bernama Darsih Diduga Bebas Beroperasi di Wilayah Alam Barajo

Jambi – Kasus pengoplosan dan peredaran minyak ilegal kembali mencuat di Kota Jambi. Kali ini, sorotan tertuju pada seorang bernama Darsih, yang diduga menjadi otak operasi mafia minyak ilegal di Jalan Sailendra, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo. Menurut tim investigasi, Darsih secara rutin mengambil minyak dari sumber ilegal di kawasan Simpang Gas, Sumatera Selatan, untuk kemudian didistribusikan ke wilayah Jambi.

Tak hanya itu, Darsih juga diduga memiliki gudang penyimpanan minyak ilegal di wilayah Alam Barajo. Seorang narasumber yang berdomisili di sekitar lokasi mengungkapkan, gudang tersebut kerap digunakan untuk menampung minyak oplosan sebelum diedarkan ke pasaran. “Gudang itu selalu tertutup rapat, tapi sering tercium bau menyengat dari dalam. Warga sekitar sudah curiga, tapi takut untuk melaporkan,” ujar narasumber yang enggan disebutkan namanya.

Modus operandi Darsih terbilang rapi. Ia menggunakan mobil APV untuk mengangkut minyak ilegal tersebut. Tim investigasi menemukan, Darsih memiliki setidaknya dua mobil pengangkut, salah satunya dengan nomor polisi BH 1301 RA. Mobil-mobil ini kerap terlihat mondar-mandir antara Simpang Gas dan Alam Barajo, mengindikasikan aktivitas distribusi minyak ilegal yang terorganisir.

Maraknya kasus pengoplosan minyak di Jambi belakangan ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Minyak oplosan tidak hanya merugikan negara karena menghindari pajak, tetapi juga membahayakan konsumen karena kualitasnya yang tidak terjamin. “Kami meminta aparat kepolisian daerah Jambi untuk segera mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap kasus ini. Mafia minyak seperti ini harus diberantas sampai ke akar-akarnya,” tegas seorang anggota tim investigasi.

Masyarakat pun berharap, tindakan tegas dari aparat dapat menghentikan praktik mafia minyak yang telah lama meresahkan ini. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin kasus serupa akan terus bermunculan, mengancam stabilitas ekonomi dan keamanan energi di wilayah Jambi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mobil Tangki PT Diandra Kharisma Abadi: Armada Perbantuan Pertamina Jambi Terpantau Masuk Gudang Penimbunan BBM

15 Juli 2026 - 12:48 WIB

Tambang Emas Tanpa Izin di Tebo Kian Mengkhawatirkan, Sekitar 300 Rakit Beroperasi di Sungai Batanghari

15 Juli 2026 - 10:59 WIB

Rusak Nama Baik Daerah Kelahiran, Ketum PWDPI Minta Kapolda Lampung Segera Jebloskan Sekda Lamteng ke Penjara!

14 Juli 2026 - 13:22 WIB

Bombastis! Pengadaan Kipas Angin Koperasi Merah Putih Rp1,8 Triliun, Kewarasan Pemerintah Dipertanyakan

14 Juli 2026 - 12:06 WIB

Ditpolairud Polda Jambi Sita 6,8 Ton BBM Tanpa Dokumen di Sungai Batanghari, Dua Orang Jadi Tersangka

14 Juli 2026 - 11:50 WIB

Trending di Jambi