Menu

Mode Gelap
Mobil Tangki PT Diandra Kharisma Abadi: Armada Perbantuan Pertamina Jambi Terpantau Masuk Gudang Penimbunan BBM Tambang Emas Tanpa Izin di Tebo Kian Mengkhawatirkan, Sekitar 300 Rakit Beroperasi di Sungai Batanghari Rusak Nama Baik Daerah Kelahiran, Ketum PWDPI Minta Kapolda Lampung Segera Jebloskan Sekda Lamteng ke Penjara! Bombastis! Pengadaan Kipas Angin Koperasi Merah Putih Rp1,8 Triliun, Kewarasan Pemerintah Dipertanyakan Ditpolairud Polda Jambi Sita 6,8 Ton BBM Tanpa Dokumen di Sungai Batanghari, Dua Orang Jadi Tersangka Amplop Untuk Menteri Kehutanan Raja Juli Diduga Bersumber Dari Hasil Memeras 914 Petani

Jambi

Utang Obat Rp82 Miliar di RSUD Raden Mattaher Jambi, Ketua PWDPI: DPRD Obati Krisis Dengan Defisit Logika

badge-check


					Utang Obat Rp82 Miliar di RSUD Raden Mattaher Jambi, Ketua PWDPI: DPRD Obati Krisis Dengan Defisit Logika Perbesar

Oleh: Irwanda Nauufal Idris

Jambi, 9 Januari 2026 – elangnusantara.com – tang obat RSUD Raden Mattaher Jambi yang telah menembus angka Rp82 miliar bukanlah persoalan teknis semata. Ia merupakan cerminan kegagalan tata kelola pelayanan kesehatan daerah, sekaligus potret lemahnya disiplin perencanaan anggaran dan pengawasan kebijakan publik.

Di tengah situasi tersebut, Badan Anggaran DPRD Provinsi Jambi justru mengarahkan pembahasan pada skema creative financing yang diusulkan Wakil Ketua I DPRD dan disetujui mayoritas fraksi. Langkah ini tampak solutif di permukaan, tetapi menyisakan persoalan mendasar: apakah utang ini akibat kekurangan dana, atau kegagalan pengelolaan?

Pertanyaan itulah yang semestinya dijawab terlebih dahulu. Tanpa kejelasan sebab, solusi apa pun berisiko salah arah. Dalam kerangka kebijakan publik, pendekatan semacam ini menunjukkan kekeliruan nalar: melompat pada instrumen pembiayaan tanpa terlebih dahulu mengevaluasi sumber masalah.

Prinsip evidence-based policy menuntut setiap kebijakan didasarkan pada evaluasi empiris atas kegagalan sebelumnya. Dalam konteks RSUD Raden Mattaher, evaluasi itu seharusnya mencakup manajemen klaim BPJS, akurasi perencanaan kebutuhan obat, serta efektivitas pengawasan internal. Tanpa audit menyeluruh atas aspek-aspek tersebut, creative financing hanya akan menjadi mekanisme penundaan masalah, bukan penyelesaiannya.

Pengalaman di berbagai sektor pelayanan publik menunjukkan bahwa penyediaan dana tanpa pembenahan tata kelola justru membuka ruang moral hazard. Ketika defisit selalu ditutup dengan skema pembiayaan baru, insentif untuk memperbaiki kinerja manajerial menjadi lemah. Dalam jangka panjang, beban fiskal daerah akan terus meningkat, sementara kualitas layanan tidak mengalami perbaikan berarti.

Persetujuan hampir seluruh fraksi DPRD terhadap skema ini juga mengundang pertanyaan tentang fungsi pengawasan legislatif. DPRD bukan sekadar lembaga pengesah kebijakan, melainkan pengoreksi arah kebijakan. Ketika fungsi korektif itu melemah, lembaga perwakilan berisiko terjebak dalam rutinitas formal dan kehilangan daya kritisnya.

Krisis keuangan rumah sakit daerah pada akhirnya selalu bermuara pada masyarakat. Pasien tidak hanya menghadapi antrean panjang dan keterbatasan obat, tetapi juga ketidakpastian layanan. Dalam situasi semacam ini, kebijakan publik seharusnya menawarkan kejelasan arah, bukan sekadar solusi teknis yang mengabaikan akar persoalan.

Pemerintah Provinsi Jambi dan DPRD perlu menempatkan persoalan utang RSUD Raden Mattaher dalam kerangka reformasi tata kelola. Langkah awal yang mendesak adalah melakukan audit menyeluruh atas manajemen keuangan dan pengadaan obat, disertai evaluasi sistem klaim BPJS dan penegasan tanggung jawab manajerial. Tanpa itu, kebijakan pembiayaan apa pun hanya akan mengulang pola kegagalan yang sama.

Pelayanan kesehatan publik menuntut kebijakan yang rasional, transparan, dan berorientasi jangka panjang. Mengobati krisis dengan pendekatan yang mengabaikan sebab hanya akan memperpanjang derita, bukan menyembuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mobil Tangki PT Diandra Kharisma Abadi: Armada Perbantuan Pertamina Jambi Terpantau Masuk Gudang Penimbunan BBM

15 Juli 2026 - 12:48 WIB

Tambang Emas Tanpa Izin di Tebo Kian Mengkhawatirkan, Sekitar 300 Rakit Beroperasi di Sungai Batanghari

15 Juli 2026 - 10:59 WIB

Bombastis! Pengadaan Kipas Angin Koperasi Merah Putih Rp1,8 Triliun, Kewarasan Pemerintah Dipertanyakan

14 Juli 2026 - 12:06 WIB

Ditpolairud Polda Jambi Sita 6,8 Ton BBM Tanpa Dokumen di Sungai Batanghari, Dua Orang Jadi Tersangka

14 Juli 2026 - 11:50 WIB

Hiswana Migas dan DPRD Jambi Dorong Penertiban Barcode MyPertamina, Dinilai Perlu Pengawasan Transparan

13 Juli 2026 - 16:45 WIB

Trending di Jambi