Menu

Mode Gelap
Ribuan SHM Masih Terblokir, Warga Jambi Bawa Aspirasi ke DPR RI, Harapkan Kepastian Hukum Laporan Warga Bergulir Hingga Kejagung, Ketua DPW PWDPI Kepri: Izin Baru Tambang Bauksit di Pulau Belat dan Penarah Harus Ditunda! Polisi Periksa 15 Saksi, Termasuk Pengusaha Tan Kian dalam Penyidikan Tiga Kasus Dugaan Korupsi Aktivis Amri S.Pd: BRIVA Tilang & Tahan Kendaraan oleh Satlantas Polres Batanghari Dinilai Janggal, Polda Jambi Diminta Turun Tangan BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan QR Code Biosolar di Jambi, Pengawasan SPBU Disorot Tim Gabungan Mabes Polri Diadang Massa Saat Hendak Tertibkan PETI di Merangin, Penegakan Hukum Dipertanyakan

Headline

Tim Gabungan Mabes Polri Diadang Massa Saat Hendak Tertibkan PETI di Merangin, Penegakan Hukum Dipertanyakan

badge-check


					Tim Gabungan Mabes Polri Diadang Massa Saat Hendak Tertibkan PETI di Merangin, Penegakan Hukum Dipertanyakan Perbesar

Merangin, 12 Juli 2026 – elangnusantara.com – Upaya penindakan terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin, Jambi, mendapat hambatan setelah tim gabungan dari Bareskrim Polri bersama jajaran Polres Merangin diadang oleh sekelompok massa saat memasuki kawasan tambang ilegal di Desa Tanjung Putus, Kecamatan Tabir Barat.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis (9/7/2026) tersebut menjadi perhatian publik setelah rekaman video di lokasi beredar luas di media sosial. Dalam video itu terlihat aparat kepolisian yang hendak memasuki area tambang berhadapan dengan massa yang melakukan penolakan sehingga tim akhirnya memilih kembali untuk melakukan konsolidasi.

Kabid Humas Polda Jambi membenarkan adanya kegiatan penindakan tersebut. Menurut kepolisian, sebelum operasi dilakukan, Tim Bareskrim telah berkoordinasi dengan Polres Merangin untuk meminta dukungan personel. Namun, setelah melihat jumlah masyarakat yang berada di lokasi cukup banyak dan muncul perlawanan, tim memutuskan mengakhiri operasi sementara demi menjaga situasi tetap kondusif.

Peristiwa ini kembali memperlihatkan bahwa praktik PETI di wilayah Merangin masih menjadi persoalan serius. Selain berdampak terhadap kerusakan lingkungan, aktivitas tersebut juga berpotensi memicu konflik sosial dan menghambat upaya penegakan hukum.

Pengadangan terhadap aparat penegak hukum tentu menjadi perhatian tersendiri. Negara tidak boleh kalah oleh praktik pertambangan ilegal yang telah lama merusak kawasan hutan, mencemari sungai, serta menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan negara.

Publik kini menunggu langkah lanjutan aparat penegak hukum pasca-insiden tersebut. Penindakan yang terukur, profesional, serta didukung strategi pengamanan yang matang dinilai penting agar pemberantasan PETI tidak berhenti hanya karena adanya perlawanan di lapangan.

Selain penindakan terhadap pelaku di lapangan, aparat juga diharapkan mampu mengungkap aktor intelektual, pemodal, maupun jaringan yang diduga berada di balik aktivitas pertambangan emas ilegal di Kabupaten Merangin sehingga penegakan hukum berjalan secara menyeluruh dan memberikan efek jera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan SHM Masih Terblokir, Warga Jambi Bawa Aspirasi ke DPR RI, Harapkan Kepastian Hukum

12 Juli 2026 - 15:48 WIB

Laporan Warga Bergulir Hingga Kejagung, Ketua DPW PWDPI Kepri: Izin Baru Tambang Bauksit di Pulau Belat dan Penarah Harus Ditunda!

12 Juli 2026 - 15:24 WIB

Polisi Periksa 15 Saksi, Termasuk Pengusaha Tan Kian dalam Penyidikan Tiga Kasus Dugaan Korupsi

12 Juli 2026 - 14:50 WIB

Ketum DPP PWDPI: WTP Bukan Cap Keberhasilan Mutlak, Jangan Jadi Tameng Penyimpangan

12 Juli 2026 - 06:52 WIB

Ketua DPW PWDPI DKI Jakarta Desak KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi PROYEK RS Khusus Paru Senilai Rp15 Miliar

12 Juli 2026 - 06:47 WIB

Trending di Headline