Menu

Mode Gelap
Jejak Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi Jambi Sebut Mantan Pelaku Ungkap Peran “Apek Bungo” dan Suhaimi Bupati Merangin M. Syukur Buka Bimtek SDM Diskominfo dan Dorong Insan Pers Adaptif di Era Digital Ketua DPD GRIB Jaya Jambi: Saatnya Aparat Penegak Hukum Periksa Dugaan Manipulasi Tata Kelola Izin Tambang di Jambi Lima Personel Polda Jambi Dipecat Terkait Kematian Brigadir EWS, Proses Pidana Tetap Berjalan Satresnarkoba Polresta Jambi Sisir Pulau Pandan, Enam Orang Positif Narkoba Diamankan Komentar Warganet Jadi Cermin Kerinduan akan Sungai Batanghari Yang Pernah Jernih di Tahun 2015

Headline

Proyek PJU Kerinci Disulap Jadi Lahan Korupsi: Temuan 225 Dokumen Serta Barang Bukti Elektronik, Kerugian Ditaksir Rp2,7 Miliar

badge-check


					Proyek PJU Kerinci Disulap Jadi Lahan Korupsi: Temuan 225 Dokumen Serta Barang Bukti Elektronik, Kerugian Ditaksir Rp2,7 Miliar Perbesar

Kerinci – Kasus korupsi kembali mengguncang bumi Sakti Alam Kerinci. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Heri Cipta (HC) resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Sungai Penuh dalam perkara dugaan korupsi proyek pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) Tahun Anggaran 2023.

Heri tak sendirian. Enam orang lainnya turut dijerat sebagai tersangka, yakni NE (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan/PPTK merangkap Kabid Lalu Lintas Dishub Kerinci), F (Direktur PT WTM), G (Direktur CV BS), J (Direktur CV AK), AN (Direktur CV TAP), dan SM (Direktur CV GAJ).

Dikutip dari laman berita kompas.com, Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Sukma Djaya Negara, mengungkapkan bahwa proyek senilai Rp5,58 miliar itu semestinya dilakukan melalui proses lelang terbuka, bukan penunjukan langsung (PL). Namun, Heri Cipta secara sengaja memecah pengadaan menjadi 41 paket kecil atau split order untuk menghindari proses lelang yang seharusnya dilakukan.

“Tersangka HC menunjuk langsung pihak pelaksana dan membagi proyek menjadi puluhan paket agar tidak terdeteksi melanggar aturan. Fakta di lapangan, pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis,” ungkap Sukma (3/7/2025).

Tak tanggung-tanggung, perbuatan korup ini menyebabkan kerugian negara mencapai Rp2.721.591.509,61 berdasarkan hasil perhitungan auditor.

Kejaksaan telah melakukan pemeriksaan terhadap 45 saksi dan mengamankan 225 dokumen serta barang bukti elektronik berupa handphone dan laptop. Ketujuh tersangka langsung ditahan selama 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan lanjutan.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Tim terus memantau perkembangan kasus ini dan akan menghadirkan laporan lanjutan termasuk dugaan aliran dana ke pihak lain. Jika Anda memiliki informasi atau dokumen pendukung, silakan hubungi redaksi kami.

Redaksi elangnusantara.com

“Karena kebenaran tak akan padam meski coba disembunyikan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Investigasi Khusus: Puluhan Excavator Milik PT Daffa Mitra Forestry Diduga Dialihfungsikan Untuk PETI di Merangin

26 Juli 2026 - 17:40 WIB

Antisipasi Geng Motor dan Balap Liar, Wali Kota Maulana Pimpin Patroli Gabungan Skala Besar di Kota Jambi

26 Juli 2026 - 11:49 WIB

KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Hadirkan Edukasi Anti Bullying di SD IT Wahdatul Ummah Kota Metero

25 Juli 2026 - 15:43 WIB

Danau Ranau: Secuil Surga Di Balik Bukit, Destinasi Ideal Wisatawan

25 Juli 2026 - 15:41 WIB

Viral Klaim 325 Kilogram Emas di Rumah Eks Wakil Menteri, Ini Hasil Penelusuran Fakta

23 Juli 2026 - 12:41 WIB

Trending di Headline