Menu

Mode Gelap
Jejak Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi Jambi Sebut Mantan Pelaku Ungkap Peran “Apek Bungo” dan Suhaimi Bupati Merangin M. Syukur Buka Bimtek SDM Diskominfo dan Dorong Insan Pers Adaptif di Era Digital Ketua DPD GRIB Jaya Jambi: Saatnya Aparat Penegak Hukum Periksa Dugaan Manipulasi Tata Kelola Izin Tambang di Jambi Lima Personel Polda Jambi Dipecat Terkait Kematian Brigadir EWS, Proses Pidana Tetap Berjalan Satresnarkoba Polresta Jambi Sisir Pulau Pandan, Enam Orang Positif Narkoba Diamankan Komentar Warganet Jadi Cermin Kerinduan akan Sungai Batanghari Yang Pernah Jernih di Tahun 2015

Headline

Perkumpulan Elang Nusantara Akan Desak KPK Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Proyek Pasca Cetak Sawah Merangin 2015-2017

badge-check


					Perkumpulan Elang Nusantara Akan Desak KPK Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Proyek Pasca Cetak Sawah Merangin 2015-2017 Perbesar

JAMBI , 22 Juli 2025 — Kasus Korupsi Cetak sawah Merangin 2015-2017 Merangin memasuki babak baru. Setelah bertahun-tahun mandek dan penuh kejanggalan, Perkumpulan Elang Nusantara akan menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, sebagai bentuk protes terhadap dugaan pembiaran terhadap dugaan aktor utama dalam kasus korupsi proyek bantuan sosial pasca cetak sawah Kabupaten Merangin tahun 2015–2017.

Dalam aksi yang direncanakan berlangsung pada Selasa, 29 Juli 2025, massa dari Elang Nusantara akan membawa dokumen dan bukti lengkap dugaan keterlibatan Rumusdar, pejabat yang saat itu menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek yang merugikan negara sebesar Rp1,48 miliar.

“Kami datang ke KPK bukan hanya untuk menyuarakan ketidakadilan, tapi untuk menyerahkan laporan resmi dan mendesak supervisi. Ada pejabat yang semestinya bertanggung jawab sebagai PPK, tapi lolos dari jerat hukum, sementara bawahannya telah divonis. Ini preseden buruk bagi penegakan hukum di daerah,” ujar Risma pasaribu ,Direktur Eksekutif Perkumpulan Elang Nusantara.

Kronologi lengkap kasus dari 2015 hingga 2025, Bukti dokumen Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang menyebut keterlibatan Rumusdar, Analisis hukum posisi PPK dalam sistem pengadaan negara dan Fakta bahwa tiga staf teknis telah divonis, namun PPK tidak dijadikan tersangka.

Tuntutan Perkumpulan Elang Nusantara adalah meminta KPK mengambil alih atau melakukan supervisi penuh terhadap kasus ini dari Kejari Merangin dan Kejati Jambi.

Memanggil dan memeriksa Rumusdar sebagai pejabat PPK yang diduga kuat mengetahui dan menyetujui seluruh proses bermasalah serta Mengusut keterlibatan KPA dalam setiap fase pencairan dan penyimpangan teknis proyek.

Aksi Simbolik dan Orasi Terbuka, dalam aksi tersebut, massa akan membentangkan spanduk bertuliskan “Tangkap Rumusdar! Usut Tuntas Korupsi Pasca Cetak Sawah Jambi!”

Selain orasi terbuka, massa juga akan melakukan teatrikal “pengadilan rakyat”, menggambarkan bagaimana pelaku struktural dibiarkan bebas, sementara “kambing hitam” dari bawah divonis berat.

Kontak Media dan Untuk informasi lebih lanjut:

Risma Pasaribu – Direktur Perkumpulan Elang Nusantara WhatsApp: 0853-6147-8927

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Investigasi Khusus: Puluhan Excavator Milik PT Daffa Mitra Forestry Diduga Dialihfungsikan Untuk PETI di Merangin

26 Juli 2026 - 17:40 WIB

Antisipasi Geng Motor dan Balap Liar, Wali Kota Maulana Pimpin Patroli Gabungan Skala Besar di Kota Jambi

26 Juli 2026 - 11:49 WIB

KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Hadirkan Edukasi Anti Bullying di SD IT Wahdatul Ummah Kota Metero

25 Juli 2026 - 15:43 WIB

Danau Ranau: Secuil Surga Di Balik Bukit, Destinasi Ideal Wisatawan

25 Juli 2026 - 15:41 WIB

Viral Klaim 325 Kilogram Emas di Rumah Eks Wakil Menteri, Ini Hasil Penelusuran Fakta

23 Juli 2026 - 12:41 WIB

Trending di Headline