Menu

Mode Gelap
Muaro Jambi Dikepung 392 Titik Panas, Ancaman Karhutla Meningkat Saat Puncak Kemarau Masih Mengintai Investigasi Khusus: Puluhan Excavator Milik PT Daffa Mitra Forestry Diduga Dialihfungsikan Untuk PETI di Merangin Mobil Tangki Solar Industri PT TPE Terbalik di Jalur Jambi Kerinci, Penyebab Masih Diselidiki Antisipasi Geng Motor dan Balap Liar, Wali Kota Maulana Pimpin Patroli Gabungan Skala Besar di Kota Jambi Mahasiswa Disabilitas UIN STS Jambi Raih Predikat Cumlaude, Bukti Kampus Inklusif Mampu Cetak Prestasi KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Hadirkan Edukasi Anti Bullying di SD IT Wahdatul Ummah Kota Metero

Jambi

Perkara Perusakan Bangunan di Jelutung Berujung Damai, Komitmen Tidak Mengulangi Jadi Penekanan

badge-check


					Perkara Perusakan Bangunan di Jelutung Berujung Damai, Komitmen Tidak Mengulangi Jadi Penekanan Perbesar

Jambi, 20 Februari 2026 – elangnusantara.com – Setelah bergulir lebih dari satu tahun, perkara dugaan perusakan bangunan di Jalan Syamsudin Uban, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, akhirnya berujung damai. Hari ini, Yung Yung Chandra (YC) bersama pemilik bangunan dan para pekerjanya mencapai kesepakatan perdamaian di Polsek Jelutung melalui mekanisme mediasi yang difasilitasi kepolisian.

Perdamaian tersebut tidak hanya dimaknai sebagai penyelesaian administratif semata, tetapi juga sebagai bentuk pengakuan dan komitmen untuk tidak mengulangi peristiwa serupa. Kesepakatan para pihak dituangkan dalam perjanjian tertulis sebagai jaminan bahwa tindakan yang berpotensi mengandung unsur pidana tidak akan terulang kembali di kemudian hari.

Saat dikonfirmasi wartawan, YC membenarkan adanya perdamaian tersebut. Ia menegaskan bahwa substansi utama dari kesepakatan ini adalah adanya komitmen nyata dari para pihak.

“Ya, sudah berdamai. Saya meminta ada surat perjanjian bahwa baik pemilik bangunan maupun para pekerjanya tidak lagi mengulangi kesalahan yang ada unsur tindak pidananya atau kesalahan serupa seperti pengrusakan bangunan tempo hari,” ujar YC.

Menurutnya, persoalan ganti rugi materiil bukanlah pokok utama dalam penyelesaian perkara ini. YC menilai, secara logika, perdamaian tidak mungkin terjadi tanpa adanya rasa bersalah dan niat kuat untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama, yang kemudian ditegaskan dalam perjanjian tertulis para pihak.

Meski demikian, YC tetap menunjukkan itikad baik dengan berkomitmen membantu penyempurnaan perbaikan fisik bangunan. “Saya akan menambah biaya pembangunan di samping yang sudah diberikan oleh para pihak yang masuk dalam objek perdamaian hari ini,” tambahnya.

Kuasa hukum YC, Mike Siregar, menjelaskan bahwa keputusan damai diambil setelah adanya permintaan dari pihak terlapor untuk membuka ruang penyelesaian secara restoratif.

“Klien kami sepakat menyelesaikan perdamaian karena memang dari pihak terlapor meminta dibukakan ruang berdamai. Saya sebagai kuasa hukum YC sepakat ruang mediasi restorative justice dibuka kembali sepanjang para pihak yang dilaporkan, termasuk yang sudah menjadi tersangka, merasa bersalah, meminta maaf kepada klien kami, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama atau perbuatan lain yang masih masuk dalam ranah pidana,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah ini juga mempertimbangkan aspek perlindungan dan rasa aman bagi kliennya ke depan. “Hal ini sesuai dengan yang diinginkan klien kami, agar klien beserta keluarga merasa aman dan tidak terjadi persoalan di kemudian hari,” ujarnya.

Terkait biaya perbaikan, Mike menegaskan kliennya tetap menunjukkan sikap kooperatif. “Perihal biaya perbaikan, klien kami siap menambah biaya perbaikan bagian belakang ruko dan tembok rukonya,” katanya.

Proses perdamaian tersebut turut dihadiri kuasa hukum dari kedua belah pihak, baik pelapor maupun terlapor. Dengan tercapainya kesepakatan ini, para pihak berharap konflik yang sempat memanas benar-benar berakhir dan tidak kembali menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Muaro Jambi Dikepung 392 Titik Panas, Ancaman Karhutla Meningkat Saat Puncak Kemarau Masih Mengintai

27 Juli 2026 - 03:16 WIB

Mobil Tangki Solar Industri PT TPE Terbalik di Jalur Jambi Kerinci, Penyebab Masih Diselidiki

26 Juli 2026 - 14:47 WIB

Mahasiswa Disabilitas UIN STS Jambi Raih Predikat Cumlaude, Bukti Kampus Inklusif Mampu Cetak Prestasi

25 Juli 2026 - 15:56 WIB

Forum Ekonomi Bisnis 2026: Jambi Genjot Optimalisasi Sektor Energi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

25 Juli 2026 - 15:33 WIB

Diduga Jual Bayi Kandung Seharga Rp20 Juta, Seorang Pria di Jambi Diamankan Polisi

25 Juli 2026 - 15:23 WIB

Trending di Jambi