Menu

Mode Gelap
BPK Ungkap Dugaan Kerugian Daerah di PUPR Tebo, Pola Berulang Indikasikan Masalah Sistemik Update Harga Emas dan Perak Hari Ini Selasa 24 Maret 2026 Naik, Cek Daftar Lengkapnya di Sini! Emas Sempat Anjlok, Berbalik Arah Usai Pernyataan Mendadak Donald Trump Dunia Mengakui! Indonesia Negara Paling Bermoral, AS Justru Yang Terendah Divonis 15 Tahun Penjara, Kerry Adrianto Wajib Bayar Uang Pengganti Rp2,9 Triliun dalam Kasus Korupsi Migas BlackRock Kantongi Cuan Ratusan Miliar dari Saham Emas RI, Asing Makin Agresif Borong ANTM dan BRMS

Headline

Minyak Ilegal Masih Mengalir, Truk Nopol BM 9554 ZU Diduga Milik Zola “Oknum Brimob Polda Jambi” dan Supri Warga Sipil

badge-check


					Minyak Ilegal Masih Mengalir, Truk Nopol BM 9554 ZU Diduga Milik Zola “Oknum Brimob Polda Jambi” dan Supri Warga Sipil Perbesar

Minyak Ilegal Masih Mengalir, Truk Nopol BM 9554 ZU Diduga Milik Zola “Oknum Brimob Polda Jambi” dan Supri Warga Sipil

Jambi – Ketika kita berpikir praktik minyak ilegal di Jambi sudah berhenti, ternyata itu hanya ilusi. Nyatanya, aktivitas ini kembali berdenyut seolah tak pernah mati. Kali ini, sorotan jatuh pada sebuah truk canter kuning bernomor polisi BM 9554 ZU, diduga kuat membawa BBM ilegal. Pemiliknya? Lagi-lagi nama lama muncul: Zola—yang konon katanya seorang oknum Brimob, dan Supri—warga sipil yang entah kenapa seolah memiliki jubah anti hukum.

Nama Zola dan Supri bukan pendatang baru di dunia maya maupun dunia minyak. Mereka kerap berseliweran di media sosial dan laporan investigasi, tapi anehnya, keberadaan mereka seakan lebih licin dari minyak yang mereka bawa. Dalam sebuah investigasi terbaru, truk bermuatan BBM ilegal itu disebut berasal dari Bayat. Sang pengawal, Jeje, dengan enteng menyebut minyak itu milik Supri, meskipun aslinya dari seseorang bernama SBHM Lubis.

“Supri yang cari minyaknya. Tapi ya, tetap milik SBHM,” ujar Jeje, yang tampaknya lebih jujur dari para pejabat yang diam.

Irwanda Noufal Idris, Direktur Lembaga Elang Nusantara (LEN), angkat bicara soal ini. Ia menyebut permainan minyak ilegal ini sebagai penggerogotan negara secara terang-terangan. Ia mengutip Pasal 32 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas, dan mendorong aparat penegak hukum untuk tidak hanya jadi penonton dalam sandiwara BBM ilegal ini.

“Kami akan kawal terus, termasuk SBHM. Kalau penegak hukum masih pura-pura buta, jangan salahkan rakyat kalau akhirnya turun ke jalan,” tegas Noufal.

Yang lebih mencolok lagi, truk dengan muatan ilegal ini bisa dengan santainya berkeliling tanpa hambatan. Seakan hukum hanya berlaku bagi yang tidak punya kenalan. Ketika tim investigasi menanyakan siapa pemiliknya, sang sopir hanya menyebut nama-nama sakti: “Supri, Supri, Supri, Zola…”

Begitu saja. Nama-nama ini terus terdengar, tapi entah kenapa tak pernah masuk ruang sidang.

Kini, bola panas ada di tangan Kapolda Jambi yang baru. Apakah akan bertindak tegas, atau malah ikut menonton dari kursi empuk? Publik menanti, dan media akan terus menelusuri serta mengawal kasus ini agar tidak terkubur di balik tumpukan berkas-berkas formalitas.

Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, media tetap membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak yang disebutkan. Tapi yang lebih penting dari hak jawab, adalah keberanian untuk bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BPK Ungkap Dugaan Kerugian Daerah di PUPR Tebo, Pola Berulang Indikasikan Masalah Sistemik

25 Maret 2026 - 07:15 WIB

Update Harga Emas dan Perak Hari Ini Selasa 24 Maret 2026 Naik, Cek Daftar Lengkapnya di Sini!

24 Maret 2026 - 05:37 WIB

Emas Sempat Anjlok, Berbalik Arah Usai Pernyataan Mendadak Donald Trump

24 Maret 2026 - 05:31 WIB

Dunia Mengakui! Indonesia Negara Paling Bermoral, AS Justru Yang Terendah

22 Maret 2026 - 12:51 WIB

Divonis 15 Tahun Penjara, Kerry Adrianto Wajib Bayar Uang Pengganti Rp2,9 Triliun dalam Kasus Korupsi Migas

22 Maret 2026 - 03:32 WIB

Trending di Headline