Menu

Mode Gelap
Jejak Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi Jambi Sebut Mantan Pelaku Ungkap Peran “Apek Bungo” dan Suhaimi Bupati Merangin M. Syukur Buka Bimtek SDM Diskominfo dan Dorong Insan Pers Adaptif di Era Digital Ketua DPD GRIB Jaya Jambi: Saatnya Aparat Penegak Hukum Periksa Dugaan Manipulasi Tata Kelola Izin Tambang di Jambi Lima Personel Polda Jambi Dipecat Terkait Kematian Brigadir EWS, Proses Pidana Tetap Berjalan Satresnarkoba Polresta Jambi Sisir Pulau Pandan, Enam Orang Positif Narkoba Diamankan Komentar Warganet Jadi Cermin Kerinduan akan Sungai Batanghari Yang Pernah Jernih di Tahun 2015

Headline

Dugaan Pelanggaran SOP dan K3 di Proyek Islamic Center Jambi: Pekerja Tak Pakai Alat Keselamatan

badge-check


					Dugaan Pelanggaran SOP dan K3 di Proyek Islamic Center Jambi: Pekerja Tak Pakai Alat Keselamatan Perbesar

Jambi, 10 Juli 2025 — Proyek pembangunan Islamic Center yang berlokasi di kawasan strategis Kota Jambi kembali menjadi sorotan. Kali ini, bukan soal anggaran atau desain, melainkan persoalan keselamatan kerja yang dinilai diabaikan.

Hasil pemantauan langsung di lokasi proyek oleh tim investigasi Elang Nusantara mendapati sejumlah pekerja yang tampak melakukan pekerjaan konstruksi tanpa mengenakan alat pelindung diri (APD) yang memadai. Beberapa pekerja terlihat tidak memakai helm, sepatu boot, sarung tangan, hingga rompi keselamatan—padahal mereka bekerja di area dengan risiko tinggi seperti ketinggian dan pengelasan.

Padahal, standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan keharusan dalam setiap kegiatan konstruksi. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja serta Permenaker Nomor 5 Tahun 2018 tentang K3 di Lingkungan Konstruksi.

“Ini kelalaian serius. Jika dibiarkan, bukan hanya membahayakan pekerja, tapi juga bisa berdampak hukum bagi kontraktor maupun pemerintah daerah selaku pengguna anggaran,” ungkap Ade Hary Purnama Silitonga seorang aktivis dan tim kajian elang nusantara.

Sorotan tajam juga datang dari kalangan aktivis hukum. Risma Pasaribu, S.H., aktivis perempuan yang kerap mengadvokasi kasus ketenagakerjaan, menilai bahwa apa yang terjadi di proyek Islamic Center tidak bisa dianggap sepele.

“Kalau ada pembiaran terhadap pelanggaran K3, ini bukan cuma persoalan teknis lapangan. Ada potensi pelanggaran hukum pidana dan administrasi negara. Kontraktor bisa dijerat pasal kelalaian yang membahayakan nyawa orang lain, sebagaimana diatur dalam KUHP maupun UU Ketenagakerjaan,” ujar Risma.

Ia juga menambahkan, bahwa dalam konteks proyek pemerintah, tanggung jawab tidak hanya berada di tangan pelaksana teknis, tetapi juga melekat pada pengguna anggaran.

“Jangan lupakan bahwa proyek ini dibiayai oleh uang rakyat. Maka pengawasannya harus ketat, dan segala bentuk pembiaran atau pengabaian terhadap keselamatan kerja merupakan bentuk kelalaian administratif yang bisa berujung pada pemeriksaan inspektorat, bahkan proses hukum,” tegas Risma.

Sejumlah warga di sekitar lokasi proyek turut menyayangkan lemahnya pengawasan dari pihak Dinas PUPR Provinsi Jambi. “Kalau begini caranya, siapa yang bertanggung jawab kalau terjadi kecelakaan kerja?” ucap warga yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari kontraktor pelaksana maupun pemerintah provinsi. Tim investigasi Elang Nusantara menyatakan akan menyampaikan laporan resmi ke Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jambi dan meminta agar dilakukan audit keselamatan kerja terhadap proyek tersebut.

Pembangunan Islamic Center sejatinya merupakan proyek monumental yang membawa harapan besar bagi masyarakat Jambi. Namun jika proses pelaksanaannya abai terhadap hak dan keselamatan para pekerja, proyek ini bisa berubah menjadi simbol kelalaian dan potensi pelanggaran hukum yang serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Investigasi Khusus: Puluhan Excavator Milik PT Daffa Mitra Forestry Diduga Dialihfungsikan Untuk PETI di Merangin

26 Juli 2026 - 17:40 WIB

Antisipasi Geng Motor dan Balap Liar, Wali Kota Maulana Pimpin Patroli Gabungan Skala Besar di Kota Jambi

26 Juli 2026 - 11:49 WIB

KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Hadirkan Edukasi Anti Bullying di SD IT Wahdatul Ummah Kota Metero

25 Juli 2026 - 15:43 WIB

Danau Ranau: Secuil Surga Di Balik Bukit, Destinasi Ideal Wisatawan

25 Juli 2026 - 15:41 WIB

Viral Klaim 325 Kilogram Emas di Rumah Eks Wakil Menteri, Ini Hasil Penelusuran Fakta

23 Juli 2026 - 12:41 WIB

Trending di Headline